Setelah Pasar Lubuk Buaya


Senin, 01 Februari 2016 - 01:51:48 WIB

Di Padang, terdapat sejumlah pasar satelit, seperti Pasar Belimbing, Pasar Bandar Buek, Pasar Gaung, Pasar Pagi, Pasar Tanah Kongsi, Pasar Tabing, dan Pasar Lubuk Buaya. Keberadaan pasar-pasar dalam skala yang lebih kecil itu, menopang kebutuhan warga kota yang tersebar di 11 kecamatan sekaligus melepas beban yang ditumpukan ke Pasar Induk, yakni Pasar Raya Padang.

Demikian pentingnya keberadaan pasar-pasar satelit tadi hendaknya juga diikuti oleh penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, diiringi dengan kesiapan personil yang akan mengoperasionalkan pasar ter­sebut. Penyediaan sarana dan prasarana dengan personil, tentunya harus berjalan sejalan agar fungsi komponen yang ada di pasar tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Sepanjang pekan ini, sorotan warga kota tertuju kepada pembenahan Pasar Lubuk Buaya, di Kecamatan Koto Tangah. Berada di perlintasan utama jalan Padang-Bu­kittinggi yang juga menghubungkan ke sejumlah objek vital Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Pasar Lubuk Buaya sering mendatangkan keluhan.

Pasar ini jika sudah hari pasar, yakni pada hari Minggu sudah tak berbentuk lagi. Yang pedagang sekehendakhatinya berjualan dan pengunjung juga bersilantas angan lalu lalang di jalan utama itu, sekaligus memarkirkan kendaraannya. Karena diperbiarkan saja, terkadang kemacetannya kerap mengular hingga ke sebelum jembatan Simpang Ka­lumpang. Kalau dihitung-hitung jaraknya, ada sekitar 500 meter.

Macet di kawasan ini, bias jadi merenggut nyawa, karena sebagian kendaraan terkadang harus tertahan di atas perlintasan kereta api yang belakangan kian tinggi aktifitasnya. Bayangkan saja jika kendaraan anda tertahan di atas perlintasan itu, dan kereta api harus melintas. Siapa yang harus bertanggungjawab jika ini terjadi? Masinis? Pedagang? Atau si pengendara itu sendiri. Silahkan jawab dengan kacamata sendiri.

Namun, sejak pekan lalu, tanpa gesekan berarti, pemerintah kota sukses mem­bereskan persoalan itu. Pedagang yang tadinya mulai meluber ke badan jalan, dialihkan ke bangunan pasar yang lebih permanen. Parkir kendaraan yang tadinya sudah meraja di jalan, digeser ke halaman pasar yang sebenarnya cukup luas.

Hasilnya, Minggu pagi kemarin, jalanan di depan pasar tersebut lancar, cus cus. Tak ada tumpukan pedagang dan kendaraan di jalan. Atas keseriusan kerja pemerintah kota ini pantas kita angkat topi sekaligus didukung. Toh, kiranya ada keluhan pedagang yang omzetnya turun, diyakini itu hanya akan menunggu waktu saja untuk normal kembali. Pengunjung yang tadinya “terbiasa” belanja di pinggir jalan, akan “terpaksa” untuk belanja ke dalam pasar karena kebutuhan yang tak bisa ditawar.

Lalu, apakah hanya pasar ini saja yang akan dibereskan? Tak sampai disini. Berikutnya adalah bagaimana menjaga konsisten komponen terkait di pasar tersebut untuk tetap “tunduk” dengan cara main yang ada. Selain itu, tak jauh dari pasar Lubuk Buaya itu, ada juga pedagang buah yang keberadaannya juga akan mengganggu arus lalu lintas.  Selain Pasar Lubuk Buaya, juga ada Pasar Bandar Buat yang keberadaannya juga sudah “mengganggu”, mungkin lebih parah dari kondisi Pasar Lubuk Buaya sebelumnya. Pasar Alai, kini juga tengah “belajar-belajar” menelan jalan dan jika diperbiarkan saja, bisa saja pemerintah akan kesulitan mengatasinya. (*)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 16 Oktober 2019 - 11:54:07 WIB

    Merdeka! Nenek Adimar Bisa Menikmati Listrik Setelah Berusia 81 Tahun

    Merdeka! Nenek Adimar Bisa Menikmati Listrik Setelah Berusia 81 Tahun PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Adimar, nenek berusia 81 tahun di Kelurahan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung tak henti mengucap syukur. Kunjungan PLN ke rumah kayunya pada hari itu membuatnya benar-benar merdeka..
  • Selasa, 09 Oktober 2018 - 18:01:44 WIB

    Kisah Haru Indriana Sartika,  Selamat Setelah Puluhan Menit Bertahan dari Terjangan  Tsunami

    Kisah Haru Indriana Sartika,  Selamat Setelah Puluhan Menit Bertahan dari Terjangan  Tsunami HARIANHALUAN.COM-Indriana Sartika Yotokodi terus memanjatkan rasa syukurnya karena masih diberi keselamatan oleh Allah SWT. Bayang-bayang bencana tsunami dan gempa masih tergambar jelas dalam memorinya, bahkan kerap muncul da.
  • Kamis, 06 September 2018 - 08:43:50 WIB

    Yang Duduk dan Terduduk Setelah Pilkada

    Yang Duduk dan Terduduk Setelah Pilkada  Pilkada serentak telah selesai. Bahkan sekarang telah pula memasuki tahapan  Pilpres dan Pileg serentak, yang bakal berangsung tahun 2019 nanti. Kembali kepada Pilkada serentak beberapa bulan lalu, pemenang Pilkada Gubernu.
  • Kamis, 02 Agustus 2018 - 15:03:59 WIB

    Sauqi Putra Dylan, Butuh Uluran Tangan Setelah Terbentur Sistem BPJS

    Sauqi Putra Dylan, Butuh Uluran Tangan Setelah Terbentur Sistem BPJS DALAM usia yang masih belia,  Sauqi Putra Dylan sudah menerima setumpuk beban. Sejak berusia 1,5 tahun, ia sudah ditinggal pergi ibunya, Melani Adresia yang menghadap Illahi. Satu setengah tahun kemudian, ia yang harus terba.
  • Senin, 11 Juni 2018 - 15:17:09 WIB
    KISAH EBY, WAKIL SUMBAR DI AJANG PUTRI MUSLIMAH 2017

    Menemukan “Hidup” Setelah Berhijab

    Menemukan “Hidup” Setelah Berhijab Tahun 2015, Febri Wahyuni Sabran mantapkan hati untuk berhijab. Seminggu setelah itu, dalam tidur, ia bermimpi naik haji. Mimpi nan terus terngiang dan menjadi puncak keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu dekat dengan umat.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]