Usir Hama Tanaman

Nagari Balai Sinayan Zikir Bersama


Senin, 01 Februari 2016 - 02:01:37 WIB

PAINAN,HALUAN — Masyarakat Nagari  Balai Sinayan  Lumpo kecamatan IV Jurai Pessel,  melaksanakan kegiatan Tabligh Akbar dan zikir bersama  yang ditandai  dengan memotong satu  ekor kambing sebagai bentuk tolak bala dan berharap agar sawah milik masyarakat terhindar dari ancaman hama perusakan padi berupa, hama babi, wereng,keong ulat dan lainnya.

Kegiatan tabligh akbar dan zikir bersama  tersebut  dihadiri oleh Anggota DPRD Pessel Afrinal Tan­jung, Muspika kecamatan IV Jurai, wali nagari Balai Sinayan Lumpo Darmalis serta diikuti oleh ratusan  peserta antara lain, tokoh agama dan berbegai ele­ment masyarakat nagari  setempat dengan pence­ramah ustad Marhanif dari kecamatan Bayang Pessel, kegiatan tersebut  berlang­sung di bawah kaki bukit Batu Balah Solok Lumpo, Minggu ( 31/1).

Walinagari Balai Sina­yan Lumpo Darmalis  me­nga­takan, tradisi tolak bala ini  telah diawali sejak dua hari sebelumnya dengan mengeliligi areal persa­wahan milik masyarakat seraya membacakan zikir bersama oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat. Para peserta yang ikut  ada yang membawa kayu, senjata tajam( golok), dan peralatan lainnya sebagai  bentuk tra­disi  tolak bala  yang telah diwariskan oleh orang tua mereka  sampai saat ini masih  tetap dilestarikan.

Menurut Darmalis,  para petani sudah 4 kali menga­lami gagal panen, bahkan petani  mengalami rugi, akibat padi mereka habis diserang hama perusak tana­man. Jangan beruntung, untuk biaya pengarapan sawah saja modal petani  tidak kembali. Karena itu­lah  masyarakat sepakat melaksanakan tabligh akbar dan zikir bersama untuk menolak bala agar padi bisa selamat dari ancaman sera­ngan hama perusak tanaman padi, katanya

Mayoritas kehidupan masyarakat Balai Sinayan Lumpo bersumber dari ha­sil produksi padi, setidak­nya areal persawahan milik masyarakat mencapai ratu­san hektar  yang dikelola oleh kelompok  tani, setiap anggota kelompok me­miliki areal sawah sekitar 60-75 hektar artinya, maka untuk menghindari  sera­ngan hama perusak padi, masyarakat sepakat melak­sanakan  pola tanam seren­tak dalam suatau hama­paran sawah. keberhasilan masyarakat erat kaitannya   dari usaha kerja keras di­dalam mengelola lahan per­tanian yang ada menjadi lahan produktif.

Upaya untuk mengatasi kerugian bagi petani,  selain menterapkan pola tanam serentak dalam suatu ham­paran sawah, sebagian mas­ya­rakat menilai kegiatan tolak bala dengan menyem­bilih hewan perlu dilaku­kan,kemudian doa bersama  seraya berharap kepada Tuhan  agar  hasil produksi padi dapat meningkat, ke­mu­dian  terhindar ancaman  hama perusak tanaman padi. ulasnya

Ustad Marhanif juga menilai, terjadi musibah tidak tertutup kemungkinan ulah prilaku masyarakat  dengan munculnya berbagai perbutan negatif yang me­langgar hukum agama. Mas­yarakat tidak lagi bersyukur kepada Allah SWT sang pencipta, timbulnya iri dan dengki  bahkan ada sebagian masyarakat yang selalu men­cari keuntungan dengan cara yang tidak benar dan merugikan orang lain.  Bila lingkungan sudah rusak, tak heran Allah memberikan ujian kepada hambanya se­ba­gai bentuk  tanda peringa­tan,” ingat Buya.

Sementara  itu, Anggota DPRD Pessel Afrinal Tan­jung pada kesempatan ter­sebut mengatakan, pada tahun 2016 ini masyarakat  Nagari Balai Sinayan Lum­po kecamatan IV Jurai Pes­sel  akan mendapat bantuan dana Dapil anggota DPRD sebesar Rp 100 Juta, dana tersebut  dapat digunakan untuk pembangunan kantor wali nagari Balai Sinayan Lumpo Kecamatan IV Jurai Pessel, tandasnya. (h/mjn)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]