Warga Pasbar Protes Keras Pada PLN


Senin, 01 Februari 2016 - 10:10:59 WIB

PASBAR, HALUAN — Warga di kabupatea Pasbar (Pasaman Barat) memprote keras.  Soalnya, PLN Rayon Simpang Empat terkesan semena-mena menghidupkan dan mematikan. Tak tentu jam, tak tentu pemberitahuan, yang listrik langsung dipudurkan.

Matinya listrik tak sebentar pula, mini­mal 2 jam, maksimalnya bisa seharian. Seperti Sabtu (30/1) mulai dari SPBU Batang Toman hingga Simpang Empat dan sekitarnya listrik mati sejak pagi hingga sore. Pas menjelang magrib, sudah mati lagi dari SPBU Batang Toman kearah Kinali pula. Entah apa sebab, tidak tahu pulalah, karena ikhwal pemberitahuan juga tidak ada ke masyarakat. Hari-hari sebelumnya begitu juga, sehingga tiada hari tanpa listrik padam.

Salah seorang warga Simpang Empat, Hendri mengaku kecewa atas sikap pihak PLN tersebut. Katanya, bukan dirinya saja yang rugi karena matinya listrik itu. Mereka yang mencari rezeki lewat alat yang digerak­kan listrik menanggung beban.

Seorang Muazin sudah sibuk mem­persiapkan alat pengeras suara di masjid untuk azan, tiba-tiba listrik mati. Tidak jadilah sang Muazin azan dengan pengeras suara. Yang sholat dirumah, baru saja selesai berwudhu untuk sholat magrib, listrik padam, jadilah sholat dalam kegelapan. Anak-anak yang sedang asyik makan disuapin ibunya sambil nonton film Adit dan Sopo, tiba-tiba listrik padam, sang anak menangis dan  tak mau makan lagi. Semen­tara murid dan siswa yang mau belajar karena esok hari ujian sudah tidak bisa. Penerang tidak ada, listrik mati, lilin sepo-sepoi dihembus angin akhirnya mati juga.

Hal tersebut tak pernah terkira tam­pak­nya bagi PLN sang perusahaan negara itu. Seolah-olah teringat hendak memudurkan, langsung saja tekan dipudurkan. Begitu pula jadwal hidup kembali. Hari hujan, cuaca panas, bulan sabit, bulan purnama sama saja bagi PLN. Tetapi coba giliran pembayaran tagihan, ops... jangan coba telat. Pulsa meteran Prabayar jangan sampai kosong, bila sedetik saja kosong  yang listrik tak ada ampun langsung pudur seketika.

Apalagi ibu-ibu rumah tangga yang akan melakukan aktifitas dapur yang juga banyak menggunakan listrik. Harus memendam kecewa pada sang listrik yang sudah mati. “Kalaupun akan dimatikan, handaknya ada pemberitahuan, dan jangan malam. Apalagi ini magrib, listrik sudah padam, padahal aktifitas pada saat itu banyak, sholat magrib, makan malam dan sebagainya,” kata Hendri. Ia berharap, keluhan itu hendaknya didengar pihak PLN.  (h/dka)

 

 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]