Rano Karno

Ingin Buat Film Tuanku Imam Bonjol


Selasa, 02 Februari 2016 - 02:30:31 WIB
Ingin Buat Film Tuanku Imam Bonjol GUBERNUR Banten Rano Karno menyerahkan cinderamata kepada Penjabat Walikota Bukittinggi Abdul Gafar saat bersilaturrahmi sambil santap malam di Rumah Makan Family Benteng Jalan Sudirman Bukittinggi, Kamis (28/1). (HASWANDI)

Aktor sekaligus sutradara dan produser film, Rano Karno, berkeinginan untuk membuat buku dan film tentang Imam Bonjol. Na­mun diakui Gubernur Ban­ten itu, keinginan tersebut baru sebatas wacana awal, karena proses itu mem­butuhkan waktu yang cukup panjang.

“Membuat kisah sejarah, membutuhkan waktu dan riset yang sangat panjang. Pada waktu itu almarhum Haji Misbach Yusa Bi­ran, seorang penulis ske­nario pernah hampir membuat skenario itu, dan pada waktu itu beliau melakukan riset keliling ke Belanda dan beramanah kepada saya un­tuk membuat Film Imam Bonjol. Pertanyaan beliau, kalau mengangkat Imam Bonjol, yang mananya. Ini sulit kita untuk menjawab,” tutur Rano Karno ketika berada di Kota Bukittinggi-Sumbar, Kamis (28/1) lalu.

Rano Karno juga me­ngakui, ada permintaan dari Wali Nagari Jambak Bonjol Pasaman agar dirinya mem­buat film Tuanku Imam Bonjol. Beberapa referensi buku-buku tentang Imam Bonjol menurutnya telah didapati, meski nantinya harus melakukan riset lebih jauh lagi.

“Ini juga pernah dulu diminta oleh Pak Azwar Annas kepada almarhum ayah. Jadi sewaktu ayah belum meninggal, selalu bilang kalau sempat bikin film Imam Bonjol,” ulasnya.

Rano Karno menilai, membahas tentang Imam Bonjol, orang akan ter­ke­sima dengan Perang Padri. Namun sesungguhnya, me­nurut Rano Karno, ada kisah tiga sahabat, diantaranya Imam Bonjol, Tuanko Rao dan Tuanku Tambusai.

“Ada kisah menarik, dimana ketiga sahabat itu berjuang untuk me­mutus­kan perlawanan, dan kenapa Bonjol menjadi sebuah ke­kuatan pada waktu itu, ter­nyata letak Bonjol itu di cekukan dan itu menjadi benteng. Inikan harus kita kemas supaya tidak terjadi kontroversi. Inikan sejarah, tapi ya ini masih menjadi wacana awal saja. Mungkin setelah ini saya turunkan tim untuk mencari. Mudah-mudahan saya masih di­ka­sih waktu untuk menulis,” lanjut Rano Karno yang saat ini masih menjabat Gu­bernur Banten.

Pada Jumat (28/1), Ra­no Karno juga men­yem­pat­kan makan bajamba (makan bersama) dengan warga Bo­n­jol Pasaman. Makan ba­jam­ba itu dilakukan di Mu­se­­um Imam Bonjol Pasaman.

“Saya berkunjung ke rumah, bahasanya ingin kirim doa dan tahlil ber­sama, kemudian saya ke­te­mu wali nagari di Museum Imam Bonjol sekalian ber­silaturrahim dan makan bajamba,” ujar Rano Karno.

Rano Karno me­nga­ta­kan, dirinya sudah dua kali ke Bonjol Pasaman. Hanya saja, frekuensi tahunnya terlalu lama, sekitar 10 tahun yang lalu.

“Kakek dan nenek saya tinggal di Kampung Jambak Bonjol Pasaman. Kun­jung­an saya yang sekarang udah yang kedua. Sebetulnya, sebelum datang kesini, adik dan kakak saya sudah ber­kunjung ke Bonjol. Ingin perbaiki rumah almarhum keluarga. Walau kecil dan sederhana, itu ba­gian dari sejarah yang tidak ingin saya putuskan,” tutur Rano Karno.

Rano Karno men­je­las­kan, kunjungan ke Bonjol Pasaman ini juga me­ru­pa­kan salah satu amanah alm­ar­hum ibunya.

“Jadi kemarin De­sem­ber sebelum ibu meninggal, dia ingin sekali ke Padang. Waktu itu saya janjilah de­ngan beliau, tahun baru kita di Bukittinggi. Ya, tapi Allah berkehendak lain kan. Jadi, artinya, selain ini membawa amanah beliau, saya juga mencari semua silsilah lah, agar tidak putus. Jadi, itu tujuan sebenarnya. Saya terima kasih kepada teman-teman media ternyata pem­beritaan ini itu membuat saya terbantu, bahkan sau­dara saya yang berada di Sumatera Utara juga ke Bonjol,” lanjut Rano Karno. (h/wan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]