Perlahan, Padang Mulai Terbenahi


Selasa, 02 Februari 2016 - 02:57:46 WIB

Pernahkah Anda, jalan-jalan ke Ka­wasan Pasar Raya Padang dalam satu bulan belakangan? Berbagai sudut dan bagian kota yang sejak beberapa tahun belakangan terlihat amburadul, semrawut, acak-acakan dan kotor, kini sudah mulai tertata. Walau belum semuanya beres, tapi secara subtansi perubahannya sudah sangat signifikan.

Ya, enam tahun berlalu pascagempa 30 Septeber 2009, Kota Padang yang memang sempat luluhlantak, terlambat untuk bangun kembali. Memasuki tahun 2015, kawasan Pasar Raya Padang, Pantai  Pa­dang, pasar-pasar satelit, tratoar dan drainase pada sejumlah lokasi-lokasi strategis di Kota Padang masih kacau dan belum terbenahi.

Tidak sedikit kritikan dialamatkan ke­pada Walikota Mahyeldi dan Wakil Walikota Emzalmi. Mereka dianggap belum mampu memberikan solusi dari sekian persoalan mendasar yang melilit Kota Padang. Kritik itu adalah salah satu bentuk betapa besarnya ekspektasi warga kota bengkuang terhadap duet Mahyeldi-Emzal­mi. Tentu saja harapan publik yang begitu besar sampai ke telinga keduanya. Demi­kian pula dengan segala kritikan yang dialamatkan kepadanya.

Mahyeldi-Emzalmi tidak merespon berbagai kritikan itu dengan statemen A, B, C atau D. Namun mereka meminta agar diberikan waktu. Dia ingin memberikan solusi bagi banyak pihak. Bukan saja sekedar penertiban apa lagi penggusuran. Tapi lebih cendrung memberikan jalan bagi penyelesaian permasalahan. Jika pedagang kaki lima (PK-5) akan ditertibkan, maka yang dilakukan terlebih dahulu oleh Mahyeldi-Emzalmi adalah mencarikan lokasi baru untuk menam­pung penempatan mereka selanjutnya.

Pola di atas diterapkan oleh Pemko Pa­dang di bawah kepemimpinan Mahyeldi-Em­zalmi dalam menertibkan Pantai Pa­dang yang dulu sempat dikenal dengan is­ti­lah payung ceper. Tak ada  pihak yang me­nyangka Pemko Padang bisa mem­be­baskan kawasan Pantai Padang di sepan­jang Jalan Samudera dari para PK-5 dan pe­dagang lainnya, dalam waktu yang relatif cepat.

Namun faktanya, kini kawasan Pantai Padang sudah bebas dari PK-5 dan peda­gang lainnya. Rahasianya apa? Karena Pemko Padang memberikan solusi terlebih dahulu berupa Lapau Panjang Cimpago alias (LPC) di kawasan Pantai Muaro Lasak. Bangu­nan­nya cukup representatif dan jauh lebih baik ketimbang tempat berdagang lama. De­mikian pula di kawasan Pasar Raya Padang juga sudah mulaiu terbenahi, karena PK-5 yang sudah lebih lima tahun berdagang di badan jalan di kawasan Padang Theater dan Raya Theater sudah bisa menempati tempat berjualan baru di pusat pertokoan Pasar Raya Padang yang sudah selesai dibangun.

Tratoar yang hancur dan selokan atau parit yang selama ini rusak dan tersumbat, sejak satu tahun belakangan juga  sudah dibenahi Pemko Padang. Hasilnya, gena­ngan air saat hujan bisa lebih diminimalisir. Pejalan kaki merasa lebih nyaman dan kota pun terlihat lebih indah. Demikian pula pasar-pasar satelit juga mulai dibenahi. Salah satunya Pasar Lubuk Buaya Padang. Kawasan parkir yang selama 5-6 tahun belakangan dijadikan tempat berdagang  PK-5, sudah terbebaskan kembali. Tanpa ada penolakan yang berarti , PK-5 dengan kesadaran sendiri pindah berjualanke lantai dua. Pada sejumlah titik lainnya di Kota Padang juga mulai dibenahi.

Tentu saja upaya-upaya positif bagi kebaikan Kota Padang perlu mendapat dukungan. Dengan dukungan tersebut pekerjaan rumah (PR) dan bengkalai yang masih banyak di kota bengkuang ini dapat terselesaikan lebih cepat dan lebih baik. Harapan masyarakat yang lebih mendasar lagi adalah peningkatan kesejahteraan. **

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]