PN Koto Baru Sidangkan 6.773 Kasus Tilang


Selasa, 02 Februari 2016 - 03:06:19 WIB

Arosuka, Haluan —Sepanjang tahun 2015, per­kara tilang (pelanggaran lalu lintas) yang disidangkan di pengadilan negeri Koto Baru memiliki angka yang cukup fantastis. Dari data yang dihimpun Haluan di pengadilan setempat, dalam rentang Januari  hingga De­sember 2015 lalu, sebanyak 6.773 berkas perkara yang teregistrasi di pengadilan negeri Koto Baru. Bahkan untuk bulan Januari 2016 ini, sudah 394 perkara tilang yang masuk dan diregistrasi.

“ Banyaknya perkara tilang ini, menunjukkan kesadaran masyarakat ter­ha­dap peraturan dan tata tertib berlalu lintas saat ini masih sangat rendah,” kata Wakil ketua pengadilan negeri Koto Baru Tri Rach­mat Setijanta SH, MH men­jawab Haluan di ruang ker­ja­nya, senin (1/2) kemaren.

Tri menyebutkan, ri­buan berkas  perkara tilang yang dikategorikan sebagai tindak pidana ringan (tipi­ring) itu merupakan kiri­man dari Polres Arosuka Solok, Polres Solok Selatan dan Jembatan Timbang Oto (JTO) yang berada di wi­layah hukum Pengadilan negeri Koto Baru. Namun kendati demikian pihaknya tidak merinci berapa kasus di tiap daerah dalam per­bulannya.”Biasanya kalau ada razia atau operasi besar, dipastikan angkanya me­ningkat,” terang Tri.

Dari fakta persidangan yang ada, kata Tri, keba­nyakan kasus yang ditilang adalah tidak memiliki SIM dan tidak pakai helem pe­nga­man. Padahal, hal itu merupakan sebuah keten­tuan yang wajib dipenuhi bagi seorang pengendara. Pihaknya menegaskan, pe­laksanaan sidang tilang ini sejatinya untuk memberi­kan efek jera dan memini­malisir pelanggaran yang terjadi ditengah masyarakat.

Namun faktanya, setiap kali digelar razia selalu ada banyak warga yang terjaring dengan alasan yang sama. Yakni tidak punya SIM dan bahkan ada pula yang ber­alasan lupa membawa SIM sebelum berkendara. “ Ala­san-alasan klasik ini selalu terdengar ketika pelaksa­naan sidang tilang,” bebernya.

Namun kata Hakim asal Jogjakarta ini, dari sekian banyak kasus yang masuk, paling banyak hanya 50 persen para pelanggar yang mengikuti  sidang yang digelar setiap Jum’at ini. Berbagai alasanpun disam­paikan, mulai dari kesibu­kan pekerjaan dan jarak yang jauh sehingga tidak bisa mengikuti sidang. “Kalau yang ini, biasanya dititip sama polisi. Tugas kita ha­nya menyidangkan sesuai ketentuan hukum yang ada, sementara besaran den­da­nya juga sudah diatur dan langsung diterima oleh jaksa saat pelaksanaan sidang,” pungkasnya.

Sementara itu Rasli (46) salah seorang warga yang pernah mengikuti sidang tilang ini mengaku, bagi warga yang kena tilang, lebih baik mengikuti sidang tilang ini ketimbang menitip kepada polisi.  (h/ndi)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]