Anak Indonesia Wajib Pakai KIA


Selasa, 02 Februari 2016 - 03:20:41 WIB

PADANG, HALUAN — Mulai tahun ini, setiap anak wajib memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). KIA selain sebagai kartu identitas juga dapat digunakan untuk pendaftaran sekolah, pendaftaran layanan kesehatan ke Puskes­mas, pembuatan dokumen keimigrasian, hingga mencegah perdagangan anak.

KIA diberlakukan un­tuk anak usia 0 hingga 5 tahun, dan usia 5 sampai 17 tahun kurang sehari. Layak­nya KTP elektronik, KIA diurus di Kecamatan tempat tinggal masing-masing, tan­pa dipungut biaya.

Kepala Biro Pe­merin­ta­han Setdaprov Sumbar, Ma­r­di kepada awak media di Kantor Gubernur Sumbar mengatakan, untuk me­reali­sasikan program tersebut, saat ini Pemprov Sumbar masih menunggu petunjuk pelak­sanaan dan petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Sebelum KIA di­terap­kan secara penuh, dalam waktu dekat akan dilak­sanakan uji coba penerapan di 50 kabupaten/kota di se­luruh Indonesia termasuk Sumbar,” ujarnya.

Untuk Sumbar ren­cana­nya akan diujicobakan di­dua kabupaten/kota. Na­mun, Mardi belum dapat memastikan daerah dan waktunya sampai petunjuk teknis dan petunjuk pelak­sana dikirim Kemendagri “Kita tunggu dulu arahan Kemendagri. Tahun depan berlaku penuh di seluruh Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Mardi, KIA untuk ank deng­an rentang umur 0 hingga 5 tahun tidak memakai foto anak. Sementara untuk anak genap berusia 5 tahun di­lengkapi dengan foto.

“Selanjutnya kalau su­dah mencapai usia 17, KIA bersangkutan diperbarui dengan KTP elektronik,” terangnya.

Seumur Hidup

Dikatakan Mardi, KTP elektronik yang ada saat ini, sesuai UU Nomor 24 Tahun 2013 masa berlakunya se­umur hidup. Pemberlakuan Ini sesuai dengan arahan Mendagri.

 ”Kita sudah terima eda­­r­an dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait hal ini. Untuk me­nindak­lanjutinya, kita akan surati semua instansi, termasuk perbankan. Jangan sampai nanti ada persoalan ad­minis­trasi karena habisnya masa berlaku KTP,” terang Mardi.

Pada pencetakan KTP elektronik pertama pada 2011, masih tercantum ma­sa berakhirnya. Demikian juga dengan pencetakan KTP elektronik tahun be­rikut­nya pakai masa berak­hirnya. Pada pencetakan KTP elektronik tahun 2015 baru lah dicantumkan masa berlakunya seumur hidup.

“Seharusnya masya­rakat yang mengurus KTP pada 2011 perlu melakukan pem­baruan, tetapi karena telah ditetapkan berlaku seumur hidup, maka hal itu tidak perlu dilakukan,” ujarnya.

Meski tidak harus mem­perbaharui KTP, pada kasus tertentu misalnya pindah domisili atau perobahan status menjadi menikah, maka KTP elektronik bisa diperbarui.

Salah satu alasan diber­lakukannya KTP elektronik seumur hidup untuk mela­kukan efisiensi anggaran, karena selama ini untuk cetak baru KTP setiap pe­riode dibutuhkan anggaran yang cukup besar secara nasional, diper­sila­kani­per­kira­kan menelan anggaran hingga Rp2 triliun. “Dengan berlaku se­um­ur hidup ang­garan itu tentu bisa di­he­mat,” tutup Mardi. (h/isr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]