Virus Zika Mengancam

DBD Renggut Nyawa Siswa SMP


Selasa, 02 Februari 2016 - 03:27:41 WIB

Demam berdarah merenggut nyawa seorang siswa SMP di Bukittinggi. Sementara virus zika yang mewabah di Jambi juga mengancam Sumatera Barat. 

BUKITTINGGI, HALUAN — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bukittinggi  menelan kor­ban jiwa, Senin (1/2). De­ngan adanya  kejadian ini maka kasus DBD selama 2016 di Bukittinggi ber­tambah menjadi 14 kasus dengan korban meninggal dunia 1 orang.

Salah seorang pelajar SMPN 1 Bukittinggi me­ning­gal dunia setelah men­derita penyakit DBD. Kor­ban meninggal setelah sebe­lumnya mendapatkan pera­watan intensif di Rumah sakit Yarsi Bukittinggi sejak Minggu (31/1) kemarin. Siswa yang diketahui ber­nama Angga Maulana Putra kelas VII meninggal dunia  akibat menderita penyakit DBD yang dialaminya se­menjak Rabu (27/1) lalu.

Kepala SMPN 1 Bu­kittinggi, Deswar kepada wartawan membenarkan salah seorang siswanya itu meninggal dunia  akibat penyakit DBD. “Angga se­benarnya  mengalami sakit DBD sejak hari Rabu (27/1) lalu. Akibat sakit DBD yang dialaminya, dirinya tidak masuk  sekolah pada Rabu tersebut hingga Ka­mis. Namun pada  Jumat ia kembali masuk sekolah. Dan pada Sabtu ia kembali sakit sehingga  pada Ming­gu ia men­dapatkan pe­ra­watan intensif di RS Yarsi,” ujar Deswar.

Terpisah, Direktur RS Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi, Zulfa juga membenarkan pasien atas nama Angga Maulana Putra meninggal sekitar pukul 13.00 WIB. Me­nurutnya, pasien ter­sebut masuk ke UGD pada hari Minggu siang, namun saat masuk ke RS kondisi pasien sudah parah.

“Kita sudah melakukan pe­nanganan sesuai dengan Stan­dar Operasional Pro­sedur (SOP) di antaranya me­lakukan perawatan, trans­fusi darah dan infus. Namun karena kondisinya sudah parah saat masuk ke rumah sakit se­hing­ga nya­wanya tidak tertolong la­gi,”  ujarnya.

Jenazah Angga, sebut  Zul­fa langsung dibawa pi­hak keluarga untuk di­ke­bumikan di tempat ting­galnya di kawasan Jangkak, Kelurahan Campago Ipuh, Ke­camatan Mandiangin Ko­to Se­layan (MKS)

Sebelumnya, Kepala Di­nas Ke­sehatan Kota (DKK) Bu­kit­tinggi Syofia Das­mau­li me­ngatakan, dari laporan kasus DBD yang diterima pi­haknya, pada awal tahun 2016 ini,  ter­dapat sebanyak 13 kasus. Dengan kejadian ini maka kasus DBD bertambah satu kasus de­ngan 1 orang korban jiwa.

Kepala DKK mengimbau warga Kota Bukittinggi untuk senantiasa tanggap dan waspada. DBD yang ditularkan Aedes Aegypti bisa saja mengancam di mana-mana. Karena itu, Pem­berantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) salah satu antisipasi yang sangat efektif. “ Istilah mencegah lebih baik daripada mengobati, agaknya memang paling tepat menyikapi keadaan ini,” ungkap Syofia.

Menurutnya, membiasakan hidup bersih dan sehat me­ru­pakan cara efektif, dalam me­ngatasi penyakit DBD. Ke­bia­saan menerapkan program 3M plus di setiap keluarga menjadi kewajiban, jika ingin terhindar dari penyakit yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi ini.

Waspadai Virus Zika

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar mengimbau masyarakat agar mewaspadai Virus Zika yang ditengarai telah mewabah di Jambi. Sama seperti virus dengue yang menyebabkan demam ber­darah, Virus Zika juga ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, se­hingga masyarakat diminta untuk membudayakan pola hi­dup sehat dan menggiatkan 3M Plus.

Kepala Dinkes Sumbar Ros­nini Savitri melalui Kepala Bi­dang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) kepada Haluan me­ngatakan, meskipun belum ada pernyataan resmi dari Ke­men­terian Ke­sehatan RI soal temuan positif virus ini, masyarakat Sum­bar tetap harus meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Zika, terutama sekali bagi ibu hamil.

“Virus ini sekarang memang tengah mewabah di Benua Ame­rika. Tak kurang dari 18 negara di Amerika Latin dan Karibia melaporkan temuan pasien ter­infeksi Virus Zika.  Virus ini memang sangat berbahaya, ter­utama bagi ibu hamil,” jelas Irene, Senin (1/2).

Gejala yang dirasakan oleh orang yang terjangkit Virus Zika, lanjut Irene, hampir sama dengan DBD, serupa sakit kepala, ruam di wajah, lengan atas dan mung­kin juga menyebar ke telapak tangan dan kaki. Selain itu juga dirasakan demam dan nyeri pung­gung.

Sedangkan pada ibu hamil, virus ini dapat beresiko pada janin karena dapat menimbulkan mikrosefali pada bayi, yaitu be­rupa kepala kecil dan per­kem­bangan otak yang tidak sem­purna.

“Meskipun temuan di Sum­bar belum ada, tetap harus kita waspadai sedini mungkin. Maka sebagaimana penyakit berbasis lingkungan lainnya, yang harus dilakukan adalah pencegahan melalui kebersihan lingkungan dan meningkatkan perilaku me­nguras, menutup dan mengubur (3M Plus) untuk menghilangkan tempat perindukan nyamuk,” imbaunya.

“Patut diketahui juga, sampai saat ini penyakit ini belum ada vaksin atau obat untuk mencegah demam Zika ini. Karena itu masyarakat perlu melindungi diri dari gigitan nyamuk dan menjaga kesehatan,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang Eka Lusti menyatakan bahwa saat ini kader-kader Pusat Ke­sehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Padang tengah giat m­e­lakukan pemantauan jentik ber­kala dan penyuluhan ke tempat-tempat umum.

“Banyak media per­kem­ba­ngan jentik nyamuk atau pe­rindukan yang tidak disadari masyarakat, seperti pot bunga hidup, dispenser, botol air mi­neral bekas, gelas bekas berisi air dan lain sebagainya. Nyamuk aedes aegypti suka berkembang di air jernih juga di baju-baju yang tergantung,” jelas Eka.

Untuk menggiatkan pem­basmian jentik nyamuk, lan­jutnya, petugas melalui kader-kader puskesmas hampir tiap hari turun ke sekolah, masjid dan beberapa sarana umum lain untuk melakukan pemantauan jentik berkala.

“Ke sekolah kami lakukan penyuluhan, sedangkan di sarana umum lain seperti mesjid kami la­kukan pengecekan bak man­dinya. Ini sangat penting karena nyamuk senang hidup di sana,” jelasnya lagi.

Ditambahkannya juga, DKK baru saja melaksanakan rakor degan pihak kecamatan se-Kota Padang membahas mekanisme pemberian bubuk abate ke ru­mah-rumah warga. Selain itu penyebaran brosur melalui ka­der-kader serta pemasangan spanduk juga semakin digiatkan.

Osni, warga Muaro Pan­jalinan mengaku cukup resah de­ngan kabar mewabahnya Virus Zika. Untuk itu, ia mengaku terus menggiatkan 3M Plus di rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

“Tentu saja virus ini membuat kami ketakutan, terlebih lagi sangat mengancam ibu-ibu ha­mil. Namun menurut saya yang ter­penting itu adalah menjaga ke­sehatan lingkungan. Petugas ke­sehatan juga telah datang beberapa kali ke rumah untuk me­ngi­ngatkan,” jelasnya. (h/tot/isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 10 Agustus 2020 - 11:19:19 WIB

    Kasus DBD di Pariaman Per Agustus 2020 Turun Dibanding Tahun Lalu

    Kasus DBD di Pariaman Per Agustus 2020 Turun Dibanding Tahun Lalu HARIANHALUAN.COM - Kasus DBD di Kota Pariaman saat ini turun bila dibanding bulan yang sama setahun lalu..
  • Rabu, 25 Maret 2020 - 19:54:33 WIB

    Tak Cuma Perangi Corona, Kegiatan Fogging DBD Gencar di Pasaman

    Tak Cuma Perangi Corona, Kegiatan Fogging DBD Gencar di Pasaman PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Tak hanya gigih mengantisipasi penyebaran virus covid-19, petugas gabungan Dinas Kesehatan Pasaman dan unit Dikyasa Satlantas Res Pasaman juga melakukan kegiatan pengasapan atau fogging guna menceg.
  • Jumat, 11 Oktober 2019 - 20:24:12 WIB

    Dinkes Agam Fogging Lingkungan Lokasi Korban DBD

    Dinkes Agam Fogging Lingkungan Lokasi Korban DBD AGAM, HARIANHALUAN.COM - - Dinas Kesehatan Agam melakukan fogging di lingkungan rumah korban meninggal akibat DBD Surau Kariang, Nagari persiapan Surabayo, Lubuk Basung Jumat, (11/10)..
  • Kamis, 22 Agustus 2019 - 16:25:19 WIB

    Tekan Kasus DBD dengan Aksi Bersih Lingkungan

    PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Wali Kota Pariaman, Genius Umar minta Dinkes, Kades di Kota Pariaman terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga kasus DBD tidak menjadi langganan tiap bulannya..
  • Jumat, 14 Oktober 2016 - 01:26:51 WIB

    Waspada!..410 Kasus DBD Terdeteksi di Agam

    Waspada!..410 Kasus DBD Terdeteksi di Agam AGAM, HALUAN — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Agam men­cemaskan. Dari catatan Puskesmas yang ada di daerah itu kasus DBD tahun 2015 lalu hanya 289, sementara dari Januari sampai September 2016 telah mencapa.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]