Ekonomi Syariah Berpeluang di Pasar Ekonomi

Kampus Perlu Jalin Kerjasama dengan Perguruan LN


Selasa, 02 Februari 2016 - 11:10:02 WIB
Kampus Perlu Jalin Kerjasama dengan Perguruan LN Rektor IAIN Bukittinggi Dr Ridha Ahida menyerahkan cendramata kepada Kepala OJK Perwakilan Sumbar M. Taufik dan disaksikan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Ir H Marwan Cik Asan, MM. (YURSIL )

BUKITTINGGI, HALUAN — Pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia meraih peringkat empat besar di dunia. Dalam lima tahun terakhir per­tum­buhan ekonomi syariah Indo­nesia rata-rata mencapai tiga puluh persen pertahun. Per­tum­buhan ini sangat tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang pertumbuhan ekonomi syariahnya hanya enam persen pertahun. Me­manfaat­kan kesempatan ini, perlu perbaikan kualitas sum­ber daya manusia, termasuk lulusan dari kampus.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Ir H Marwan Cik Asan, MM mengatakan, kam­pus-kampus adalah pencetak kaum intelektual yang handal dan berpola pikir jauh ke de­pan. Untuk menambah wa­wasan mahasiswa, pihak kam­pus perlu menjalin kerjasama pertukaran mahasiswa atau magang dengan perguruan tinggi lain yang ada di luar negeri (LN).

“Ekonomi syariah Indo­nesia lebih ditakuti oleh na­gara-negara barat jika ban­dingkan dengan ekonomi sya­riah di negara timur tengah,” terangnya saat memberikan sambutan pada acara seminar dengan tema Peran OJK Da­lam Meningkatkan Usaha-Usaha Mikro Syariah yang Bersifat Ekonomi Kerakyatan yang digelar Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Bukittinggi bekerjasama dengan Per­wa­kilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sumbar, di Aula Kampus Pascasarjana IAIN Bukittinggi, Senin (1/2).

Seperti yang dilaporkan Ketua Dewa Syariah Indonesia katanya, Negara Indonesia berada diposisi ke empat per­tum­buhan ekonomi syariahnya setelah Iran, Arab Saudi dan Malaysia. Seharusnya kata­nya,  Indonesia berada di posisi pertama, pasalnya Indo­nesia adalah negara penduduk muslim terbesar di dunia.

‘Kita adalah kekuatan mus­lim tersebesar di dunia, dengan tumbuhnya ekonomi syariah tiga puluh persen setahun. Kita tidak perlu berbangga diri dulu, kita seharusnya nomor satu,” kata Marwan Politisi Partai Demo­krat asal Provinsi Lampung.

Ia menjelaskan, ekonomi syariah Indonesia yang me­nguasai perbankkan nasional hanya mencapai lima persen. Kondisi ini sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan per­ban­kkan konvensional yang menguasai perbankkan nasio­nal sebesar sembilan puluh lima persen. Ini merupakan sebuah tantangan besar yang harus dihadapi oleh umat mus­lim Indonesia agar ekonomi syariah Indonesia bisa bangkit dan berkembang.

Sementara itu, Rektor IA­IN Bukittinggi, Dr Ridha Ahi­da dalam sambutannya menga­takan bahwa IAIN Bukittinggi saat ini telah memiliki kajian tentang ekonomi Islam. Ke depannya ia berharap kepada OJK atau lembaga-lembaga syariah lainnya menjadi mitra IAIN Bukittinggi terkait deng­an ekonomi dan perbankkan syariah yang turut dibicarakan di tingkat perguruan tinggi.

Alhamdulillah alumni Fa­kul­tas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bukittinggi, kini sudah mendapat kepercayaan dari lembaga-lembaga ekono­mi syariah lainnya,” ungkap rektor perdana IAIN Bukittinggi.

Hadir sebagai narasumber pada acara seminar itu, Kepala OJK Perwakilan Sumbar M Taufik dan Dekan FEBI IAIN Bukittinggi H Harfandi, SE, MSi dengan moderator Wakil Dekan I FEBI IAIN Bukit­tinggi Dr Miswardi, SH, MH­um dan diikuti mahasiswa FEBI IAIN Bukittinggi serta lembaga-lembaga keuangan syariah di Bukittinggi. (h/ril)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]