DBD Mewabah di Batam


Rabu, 03 Februari 2016 - 02:45:16 WIB

BATAM, HALUAN —Penyakit  Demam Berdarah Dengue (DBD) sedang mewabah Batam. Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, terhitung Januari tahun ini tren penderita DBD meningkat dari tahun sebelumnya 2015. Rata-rata penderitanya anak di bawah umur.

Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Nur Aini mengatakan hingga hari ini pasien DBD yang ditangani di rumah sakit tersebut sudah ada 68 kasus. Ini berbeda dengan tahun 2015 yang hanya 24 kasus saja.

“Pokoknya dalam kurun dua bulan terakhir ini, kasus DBD sangat meningkat dras­tis, naik 100 persen. Rata-rata penderitanya itu anak di ba­wah umur. Dari data pasien yang masuk saat ini 90 persen dari wilayah Batuaji dan Sagu­lung,” ujarnya Nur Aini, di ruang kerjanya, Senin (1/2) siang.

Kata Nur, peningkatan korban DBD sejauh ini karena faktor cuaca. Curah hujan semakin tinggi membuat per­kem­bang biakan nyamuk Ae­des Aegypti semakin mening­kat dalam menyebarkan virus­nya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, RSUD berusaha untuk menjalankan fungsinya sebagai pengobatan. “Paling kamar kita antisipasi dengan penambahan kasur untuk ra­wat inap. Sebab, ruangan Anyelir khusus anak sudah penuh. Sehingga ruangan lain bisa di pakai,” katanya.

Di tempat yang sama, dr Murfariza Herlina, dokter spesialis anak RSUD Embung Fatimah, mengimbau kepada seluruh masyarakat Batam khususnya di wilayah Batuaji dan Sagulung, karena se­bagian besar pasien DBD berasal dari wilayah tersebut agar menjaga kebersihan ling­kungan. Artinya paling tidak menjaga kebersihan di ling­kungan rumah sendiri. Sebab kalau hanya mengandalkan fogging (pengasapan) saja itu tidak cukup.

Kebersihan lingkungan itu katanya dengan cara mela­kukan gerakan 3 M (mengu­ras, menutup, menimbun) di setiap sudut kawasan di tem­pat tinggal masing-masing. Gerakan ini harus dilakukan secara serentak, karena bisa jadi satu rumah bersih dan rumah lainnya tidak bersih, rumah inilah nanti yang rawan menjadi lokasi pengembangan nyamuk aedes agepty, yang menularkan penyakit DBD lewat gigitannya.

Sedangkan kawasan yang sudah terserang DBD, perlu dilakukan fogging (penga­sapan). Fogging dilakukan untuk mematikan nyamuk dewasa. Namun fogging tidak bisa mematikan jentik nya­muk, sehingga ia tetap meng­imbau warga rutin melakukan bersih lingkungan, meskipun lokasi mereka sudah dila­kukan fogging.

“ Kalau hanya dengan penyemprotan fogging saja itu tidak cukup, jika tidak disertai dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” katanya.

Ia mengatakan penyebab DBD ini bisa dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti, yang juga merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue yaitu Demam Dangur (DD). Kemudian, Demam Berdarah Dangue (DBD), dan Dangue Shok (DS), dan itupun tergantung tipe virus­nya dari Dangue 1samapi 4 (Den 1samapi 4).

“Siklus umur nyamuk ini sampai 21 hari dari mulai telur hingga menjadi nyamuk dewa­sa dan umumnya berkem­bangnya nyamuk Aedes Ae­gyp­ti sendiri tanpa kita sadar ada di lingkungan sekitar kita dan di tempat-tempat umum. Contohnya di tempat pen­ampungan-penampungan air, baik itu besar maupun kecil, pot-pot bunga, ban-ban bekas, dan tempat lainnya,” ujarnya.

Dampak dari virus dangue sendiri katanya tentu sangat berbahaya yang bisa me­nye­babkan kematian pada si pen­derita, apabila mengalami kebocoran plasma (kebocoran cairan dari dinding pembuluh darah).

“Harusnya pihak Dinkes Batam itu menekakan khusus bagi Puskesmas dan pihak kecamatan masing-masing agar menggalakan gotong royong untuk kebersihan ling­kungan melalui program-program yang ada,” tegasnya.

Ia pun kembali megimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terjadap DBD. “Kita semua waspada terha­dap kasus-kasus panas yang tidak turun-turun dan diberi obat penurun panas,” katanya.

Ia juga menganjurkan ada tindakan penanganan yang tepat dalam pengobatan. Be­berapa diantaranya seperti parameter demam berdarah agar tidak masuk ke stadium DBD berat.

Virus Zika

Pemerintah Kota Batam  mewaspadai masuknya Virus Zika dari luar negeri, meng­ingat kota itu adalah salah satu pintu masuk inter­nasional terbesar di Indo­nesia.

Kepala Bagian Humas Pemkot Batam Ardiwinata menegaskan hingga saat ini belum ada warga yang ter­deteksi mengidap Virus Zika. Pemerintah juga belum akan memantau ibu-ibu hamil, gu­na antisipasi penyebaran virus yang belum diketemukan pe­nawarnya itu.

“Belum sampai ke sana, karena belum ada indikasi virus sudah menyebar ke Ba­tam,” kata dia.

Ia mengakui saat ini pengi­dap penyakit demam berda­rah melonjak. Dan ciri-ciri orang yang terkena Virus Zika menyerupai demam berdarah. “Tapi tidak usah khawatir. Virus itu belum terdeteksi di Batam,” kata dia. Zika yang dikaitkan dengan cacat lahir akut, termasuk bayi lahir denga­n kepala terlalu kecil, menyebabkan kekisruhan di Brazil dan pemerintah se­tempat mengerahkan lebih dari 200 ribu tentara untuk membasmi nyamuk.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa virus itu “menyebar dengan pesat” dan bisa menginfeksi hingga 4 juta orang di Ame­rika. Virus Zika menyebar melalui nyamuk Aedes aegy­pti -penular penyakit demam berdarah, demam kuning dan penyakit-penyakit tropis lain. (h/ded)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 16 November 2016 - 23:36:36 WIB

    Dalam Sebulan, 24 Warga Sei Langkai Terserang DBD

    Dalam Sebulan, 24 Warga Sei Langkai Terserang DBD SAGULUNG, HALUAN — Musim pancaroba atau musim yang kerap berubah-ubah sewaktu-waktu, membuat Kelurahan Sei Langkai, Sagulung menjadi zona merah terhadap Deman Berdarah Dengue (DBD)..
  • Jumat, 21 Oktober 2016 - 01:31:12 WIB
    JANUARI SAMPAI OKTOBER 2016

    83 Kasus di Pelalawan Positif DBD

    PANGKALANKERINCI, HALUAN — Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pe­la­lawan, Provinsi Riau, cen­derung mengalami penu­runan terhitung sejak bulan Januari sampai Oktober 2016..
  • Rabu, 14 September 2016 - 02:08:43 WIB
    695 ORANG TERJANGKIT, ENAM MENINGGAL

    Kasus DBD di Bengkalis Meningkat

    Kasus DBD di Bengkalis Meningkat BENGKALIS, HALUAN -- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Beng­kalis semakin hari semakin meningkat. Ter­lebih di musim penghujan, dari Januari hingga Agustus 2016 tercatat 695 kasus DBD. Dari jumlah tersebut, ena.
  • Kamis, 28 Juli 2016 - 03:41:10 WIB
    6 ORANG MEREGANG NYAWA

    DBD Mengganas di Batam

    DBD Mengganas di Batam BATUAJI, HALUAN — Musim pancaroba yang rentan membuat penderita penyakit deman berdarah dangue (DBD) semakin hari, semakin meningkat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam..
  • Rabu, 27 Juli 2016 - 03:36:50 WIB

    Jumlah Pasien DBD di RSUD Dumai Meningkat

    DUMAI, HALUAN — Jum­lah pasien DBD (de­mam berdarah dengue) yang dira­wat di RSUD Du­mai mening­kat secara sig­nifikan di bulan Juni 2016. Hinga medio tahun ini, terdapat 196 pede­rita de­mam mematikan itu..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]