Sepanjang Tahun 2015

Lima Hektare Sawah Diserang Hama


Rabu, 03 Februari 2016 - 02:50:45 WIB

PARIAMAN, HALUAN  — Walau hanya sedikit tanaman padi petani yang terserang hama dan mengalami puso pada tahun 2015, cukup menjadi pelajaran untuk bercocok tanam lebih baik pada musim tanam tahun 2016.

“Persentase serangan ti­dak tinggi, namun puso, men­capai 5 hektare,” kata Sek­retaris Dinas pertanian Kota Pariaman, Dewi Sastra ke­pada Haluan, Selasa (2/2).

Puso tanaman padi petani di tahun 2015, itu karena faktor cuaca atau iklim, ketika itu ada kabut asab yang cukup lama, dan kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap tanaman padi, apalagi ketika padi buah mulai muncul.

Ketika buah padi baru muncul, tanaman ini perlu pencahayaan atau sinar mata­hari yang full, jadi kalau ter­gang­gu pencahayaanya dari sinar matahari tersebut, padi bisa puso. Dan itu yang dia­lami sejumlah tanaman padi petani di kota ini, kata Dewi  Sastra.

Namun kalau soal sera­ngan hama, persentasenya hanya sedikit, dari tahun ke tahun terus dapat ditekan, buktinya rata-rata panen per musim tanam terus naik, wa­lau tidak melonjak tajam. Kenaikan rata-rata per panen 5%, dari, 5,5 ton/hektar jadi 6 ton atau lebih /hektar.  

Petani di Kota Pariaman ini dalam bercocok tanam padi sawah tetap beroriantasi pasar. Artinya benih padi yang ditanam, kalau sudah jadi beras laku di pasar. Walau terkadang diseling dengan varitas-atau benbih padi kelu­aran baru.

Tahun 2016 ini, petani masih dibantu benih, tetapi bantuan tersebut hanya 1 kali setahun untuk kelompok tani yang sama.

Bantuan benih untuk peta­ni melalui kelompok, berasal dari kementerian pertanian dan subsidi benih. Semua kelompok tani dapat bantuan dari sumber tersebut.

Tentang bantuan untuk irigasi dari APBN tahun ini tidak adalagi, tetapi melalui dana alokasi khusus ada. Ban­tuan ini bisa buat embung, tergantung persoalan dila­pangan.

Alokasi dana sebesar Rp­4,1 ­Milyar, 70 persen untuk perbaikan irigasi. Contoh, pembuatan dam parit, atau sumur bor. Sementara dana dari APBD tahun 2016, diper­untukan rehab jaringan irigasi usaha tani, dananya sebesar Rp4,1 Milyar, kata Dewi sas­tra.

Di Kota pariaman, sampai sekarang masih ada sawah berbandar langit atau sawah tadah hujan. Sawah tersebut di daerah Maranggi, Simpang Pauah Kurai Taji, dan Sungai Kasai. Jumlah kelompok tani di kota ini sampai sekarang ber­jumlah 225 kelompok. (h/tri)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]