BPPT: Virus Zika Belum Teridentifikasi Jelas


Rabu, 03 Februari 2016 - 02:54:25 WIB

JAKARTA, HALUAN — De­puti Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Eng Eniya Listiana Dewi menyatakan virus zika yang mewabah di Amerika Latin belum jelas identifikasinya di In­donesia.

“Virus Zika kan baru saja muncul, namun belum jelas juga apakah memang dari nyamuk dan bagaimana antisipasinya dan seba­gai­nya,” kata Eniya di sela-sela acara “the Joint Coor­di­nating Committee (JCC) for the SATREPS Project by Utilizing Diversity of Indonesia Bio-resources (SLeCAMA)” di kantor BPPT, Jakarta, Selasa (2/2).

Pihaknya menilai virus zika masih sama seperti dengan gejala-gejala pe­nyakit malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Kami masih me­nya­takan itu seperti dengan malaria dan DBD karena gejalanya sangat mirip, sa­lah satunya demam. Karena identifikasinya belum jelas, untuk saat ini di Indonesia malaria masih berbahaya,” ucap Eniya.

Kementerian Kesehatan menyatakan kiat PSN-3M bermanfaat guna mencegah penyebaran virus zika ken­dati penderita penyakit yang tersebar oleh gigitan nya­muk Aedes ini belum dite­mukan di Indonesia.

Kiat-kiat itu di an­ta­ranya dengan melakukan pemberantasan sarang nya­muk (PSN) ditambah de­ngan menguras, menutup tempat penampungan air dan melakukan daur ulang barang bekas (3M), kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi seperti diku­tip laman www.dep­kes.­go.id yang dipantau dari Jakarta, Senin (1/2).

Selain PSN-3M, perlu juga untuk melakukan ke­giatan pencegahan lain se­perti menghindari kontak dengan nyamuk, menabur bubuk larvasida di pe­nampungan air, meng­guna­kan kelambu terutama saat tidur, serta menggu­nakan obat anti-nyamuk.

Jentik juga harus diawasi agar tidak berkembang se­suai program Kemenkes yaitu Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Terdapat juga spesies nyamuk aedes lain seperti Aedes africanus di Afrika dan juga aedes albopictus pada daerah lain. Nyamuk aedes merupakan jenis nya­muk yang aktif di siang hari dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus zika juga bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janin­nya selama masa kehamilan.

Gejala virus zika di an­taranya demam, kulit ber­bintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan dan ter­jadi peradangan. Pada be­berapa kasus zika dilapor­kan terjadi gangguan saraf dan komplikasi otoimun. Gejala penyakit ini menye­babkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama dua-tujuh hari.

Beberapa negara yang pernah melaporkan keber­adaan kasus penyakit dari virus zika adalah Barbados, Bolivia, Brazil, Cap Verde, Colombia, Republik Do­minika, Ekuador, El Sal­vador, French Guinea, Gua­deloupe, Guatemala, Gu­yana, Haiti, Honduras, Mar­tinique, Meksiko, Pa­nama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, dan Kepulauan Yap. (h/ans)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]