Presiden Minta Golkar dan PPP Akhiri Dualisme


Rabu, 03 Februari 2016 - 02:56:48 WIB

JAKARTA, HALUAN — Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) disarankan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengakhiri dualis­me kepengurusan.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Kabinet Pra­mono Anung. Menurut dia, apabila konflik dualis­me kepengurusan kedua par­tai itu terus berke­pan­ja­ngan maka akan ber­impli­ka­si ke DPR dan peme­rin­tah.

“Ini supaya tidak ber­la­rut-larut dan tidak me­me­nga­ruhi jalannya parlemen. Ka­rena mereka ada di parle­men masuk kemudian pasti lang­sung atau tidak lang­sung ada hubungannya de­ngan pemerintah,” ujar Pra­mo­no di Kompleks Istana Ke­pre­sidenan, Jakarta, Sela­sa (2/2).

Dia mengatakan, me­diasi untuk islah harus dike­but oleh masing-masing partai. Sehingga, dualisme kepengurusan bisa cepat terselesaikan.

“Presiden tentu meng­ha­rap­kan dan sekarang pro­ses mediasi telah dilakukan agar partai-partai yang ada perbedaan itu segera me­nyelesaikan persoalannya. Terma­suk dalam hal ini adalah Golkar dan PPP,” katanya dikutip okezone.

“Bagaimana cara me­nye­­lesaikan itu? Meka­nis­me­­nya harus secara demo­kra­tis. Apakah melalui mu­nas luar biasa (Partai Gol­kar), atau muktamar luar bia­sa (PPP). Itu hal yang di­atur dalam AD/ART par­tai masing-ma­sing,” tam­bah­­nya.

Munaslub Bakal Satukan Golkar

Sementara pengamat po­litik dari Uni­versitas In­donesia Agung Suprio me­man­dang Musyawarah Na­sional Luar Biasa (Mu­nas­­lub) Partai Golkar akan me­nya­tukan faksi-faksi di da­lam partai beringin mela­lui pencalonan ketua umum.

“Munaslub dapat mem­per­satukan fak­si-faksi da­lam tubuh Golkar. Sebab me­lalui Munaslub itu setiap fak­si bisa mencalonkan fi­gur yang dianggap tepat dan kredibel,” ujar Agung Su­prio di Jakarta, Selasa (2/2).

Agung mengatakan me­mang ber­da­sarkan sejarah, selalu ada potensi perpe­cahan pasca-penye­leng­gara­an Munas Gol­kar, yang ber­muara pada pembentukan partai baru. Namun perpe­cahan itu, kata Agung, justru akan menyolidkan internal Golkar.

“Jika menilik sejarah, par­tai-partai baru justru la­hir pasca-munas Golkar, se­per­ti Gerindra atau Nas­dem. Tetapi itu bentuk per­pe­­­cahan yang sudah di luar par­­tai Golkar, dan akan mem­­per­solid internal,” je­las dia seperti dilansir anta­ra.

Munaslub Partai Golkar akan dihelat tahun ini. Ke­dua kubu yang berselisih su­dah menyetujui Munaslub diselenggarakan kepe­ngu­ru­san DPP Golkar hasil Mu­nas Riau. Namun kubu Agung Laksono meng­ingin­kan penyelenggaraan Mu­nas tetap melibatkan Tim Transisi selaku pengawas. (h/yan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]