Ulah Pemilik Lahan

Hutan Rakyat Makin “Sekarat”


Rabu, 03 Februari 2016 - 03:14:28 WIB
Hutan Rakyat Makin “Sekarat”

PADANG, HALUAN— Hutan rakyat atau kawasan budi daya semakin hari semakin ber­kurang dan mengancam eko­sitem alam. Pasalnya, hutan se­makin rusak karena ber­bagai keper­luan pemiliknya.

Luas hutan rakyat di Kota Padang saat ini kurang lebih 6.000 Ha. Pemko sudah me­lakukan sosialisasi kepada pemilik lahan, jika mengelola atau membuka lahan jangan dengan cara dibakar.

Baca Juga : Di Tengah Guyuran Hujan, Wako Hendri Septa Jemput Keluarga Penerima Bedah Rumah

Demikian dikatakan Ka­bid Kehu­tanan Dinas Perta­nian Peternakan Kehutanan dan Perkebunan (Dipernak­hutbun) Kota Padang Mah­muddin kepada Haluan, Sela­sa (2/2)

“Lakukanlah dengan di­cang­kul. Kalau dibakar dita­kutkan akan me­rembes ke tempat lain, apa­lagi pada musim kemarau, rentan me­micu ke­ba­ka­ran,” jelas Mah­muddin.

Baca Juga : Hendri Septa: Masyarakat Langgar Prokes Akan Ditindak Tegas

Ditam­bah­kan­­nya, ka­wa­san budi daya atau area peng­gu­naan sering disebut hu­tan rakyat ini di­kelola langsung oleh masyarakat pemilik la­han. Te­tapi, pengawasan tetap dila­kukan oleh Dispernak­hut­bun.

Sementara itu ada tiga jenis hutan pemerintah yakni hutan lindung men­capai 12.­608 Ha, hutan suaka alam dengan luas 23.655 Ha dan hutan produksi Terbatas selu­as 245,3 Ha.

“Untuk pembudidayaan hutan, Pemko selalu lakukan penghijauan sejak akhir tahun 2013 telah memulai proses pembentukan hutan ke­ma­syara­katan (HKM) di lima lokasi.

Yakni dua lokasi di Ke­camatan Koto Tangah, dua lo­kasi di Ke­ca­matan Pauh, dan satu lokasi di Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Ke­mu­­dian, tahun 2013 Pemkot Pa­dang telah me­nanam po­hon sekitar 465.­000 batang.

Pada tahun 2014 jumlah penana­man pohon meningkat menjadi 521.000 batang. Sete­lah itu ditambah 25.000 ba­tang kebun bibit rakyat dan 125.000 batang untuk reha­bilitasi hutan dan lahan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Padang Dedi Henidal menjelaskan sebagian besar kebakaran hutan di Kota Padang dilakukan de­ngan se­ngaja. Ketika musim panas atau ke­marau keba­karan hutan sering dite­mukan.

“Makanya, kita katakan kalau hutan terbakar itu jelas sengaja di bakar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hampir 90 persen itu terjadi karena ulah manusia juga, khususnya di Kota Pa­dang,” tutup Dedi. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]