Badai, Harga Ikan Mulai Naik


Rabu, 03 Februari 2016 - 03:25:23 WIB

PAINAN, HALUAN — Badai yang terus terjadi sepekan terakhir di Pesisir Selatan berdampak pada hasil tangkapan nelayan dan melambungnya harga ikan di pasaran. Harga ikan basah mencapai Rp26 ribu perkilogram. Hal yang sama juga terjadi pada ikan kering dan bahkan kini ikan kering menjadi primadona bagi ibu rumah tangga. 

Di Pasar Inpres Painan harga tongkol dipatok pedagang Rp26 ribu, sebelumnya hanya berkisar Rp18 ribu. “Naiknya harga ikan dipengaruhi hasil tangkap nelayan rendah,” kata Herman Selasa (2/2) peda­gang ikan di Pasar Painan.

Kemudian terpantau, permintaan dan harga ikan kering di sejumlah pasar di Pesisir Sealatanpun mengalami pening­katan sepekan terakhir. Satu kilogram ikan kering jenis bada (teri tawar) di asal Surantih dijual pedagang seharga Rp37 ribu. 

Meski mulai merangkak naik, untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, ibu rumah tangga tetap membeli ikan kering ketimbang ikan basah yang harganya jauh lebih tinggi.

Isus (44), pedagang ikan kering menyebutkan, penyebab tingginya permintaan ikan kering adalah sedikitnya pasokan ikan basah. Hal ini mungkin pengaruh cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan para nelayan di kabupaten Pesisir Selatan.

Akibatnya menurut Isus, harga ikan kering mengalami peru­bahan yang tidak menentu namun saban hari cenderung naik, sebab stok untuk dua ming­gu ke depan sudah mulai terbatas, terutama pada jenis ikan teri asin dan tawar.

“Saat ini, harga per kilo ikan teri asin mengalami kenaikan Rp2 ribu hingga Rp3 ribu (Rp33 ribu red), padahal satu minggu sebelumnya masih sekitar Rp30 ribu. Demikian pula untuk jenis ikan teri  tawar, yakni  Rp36 ribu hingga Rp37 ribu per kilo. Jenis ini (teri tawar red) satu minggu sebelumnya masih seki­tar Rp32 ribu,” ungkap Isus. 

Untuk jenis ikan kering maco Rp45 ribu dan jenis suaso Rp47 ribu pula per kilonya. Harga ini masih tergolong stabil, sebab untuk jenis ini hanya laris di tingkat masyarakat lokal dengan rata-rata penjualan berbagai jenis berkisar antara 20 hingga 25 kilo per hari. 

Demikian pula dikatakan Sius (47), penjualan ikan kering kini akan lebih dapat untung, bila ada permintaan dari luar daerah, sebab bisa dijual dengan keun­tungan mencapai 10 persen di­ban­ding   pembeli tingkat lokal.

 ”Kondisi ini, memang dipe­ngaruhi oleh kebiasaan masya­rakat yang lebih cendrung pada jenis ikan basah. Kalaupun ada yang membeli ikan kering, paling sebagai stok apa bila nelayan tidak bisa turun ke laut, atau apabila ikan langka,” jelasnya. 

Sementara itu, warga Kabu­paten Sijunjung diminta untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada masa transisi atau pancaroba. Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Sijunjung me­ngingatkan bahwa bulan ini wilayah di Kabupaten Sijunjung sudah memasuki musim transisi.

Kepala BPBD Sijunjung Har­diwan SP mengatakan di wilayah Kabupaten Sijunjung hujan de­ngan intensitas ringan hingga kencang disertai angin kencang berpeluang terjadi.

“Bahaya cuaca ekstrem pada musim pancaroba ini warga juga harus mewaspadai berbagai ma­cam penyakit yang timbul akibat faktor perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim peng­hujan,” ujarnya. (h/har/ogi)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]