Satu Tersangka Masih Diburu

Tiga Perampok Toke Pupuk Alahan Panjang Diringkus


Rabu, 03 Februari 2016 - 03:26:56 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Tiga Perampok Toke Pupuk Alahan Panjang Diringkus DUA dari tiga tersangka perampokan terhadap toke pupuk di Alahan Panjang yang berhasil diringkus, saat diinterogasi oleh Kapolres Solok Arosuka AKBP Reh Ngenana Depari di Mapolres Solok Arosuka, Selasa (2/2). (YUTIS WANDI)

Atas bantuan masyarakat, polisi berhasil meringkus tiga dari empat kawanan rampok di Alahan Panjang. Identitas pelaku diketahui dari rekaman CCTV.

AROSUKA, HALUAN—Sete­lah melakukan pencarian sela­ma 4 hari, tiga dari empat pelaku kawanan rampok toke pupuk, Syahrial alias Mak Uniang (50) warga Jorong Ala­han Panjang, Nagari Ala­han Panjang  Kecamatan Lembah Gumanti berhasil ditangkap. Dua dari tersangka rampok ini saat ini  telah diamankan petugas di sel Mapolres Arosuka Solok. Sedangkan satu pelaku lainnya masih di rawat di RSUD Aro­suka, Selasa (2/2) kemarin.

Masing-masing tersangka yang berhasil ditangkap, Sandi Nugraha (28) asal Jalan Gergaji Sidodali Kisaran Barat Sumsel yang mengaku tinggal di Bukit Canang Nagari Alahan Panjang, Jendri (28), warga Taratak Baru, Nagari Alahan Panjang serta Ijal (23) asal Palembang. Sedangkan pelaku lainnya Andika (26) yang juga asli Palembang masih dalam buruan petugas.

Dari Informasi yang berhasil dihimpun Haluan terungkap, setelah kejadian nahas yang mem­buat korban Syahrial Mak Uniang tersebut mengalami kri­tis, membuat masyarakat yang berada di kawasan Alahan Pan­jang menjadi resah dan berupaya mencari keberadaan para pelaku yang juga bekas anak buah dari korban di toko pupuknya.

Upaya masyarakat pun mem­buahkan hasil, pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB warga berhasil menemukan Sandi Nu­graha di daerah Bukit Rompong yang tengah bersembunyi di semak-semak.

Tak ayal, pemuda berbadan kurus ini pun  tak bisa mengelak dari pukulan massa yang telah geram dengan kejadian yang selama ini tak pernah terjadi di daerah penghasil sayur ini. Ter­sangka pun kemudian diserahkan kepada pihak keamanan Polsek Lembah Gumanti yang datang beberapa saat kemudian. Ter­sangka  diamankan di Mapolres Arosuka. 

“Masyarakat sudah naik pi­tam, karena kejadian seperti ini tak pernah terjadi di daerah ini sebelumnya,” kata tokoh mas­yarakat Alahan Panjang Arlon Sutan Sati.

Terkait itu, Kapolres Arosuka Solok AKBP Reh Ngenana me­lalui Kasat Intel Polres Arosuka Iptu Sosmedya menyebutkan, identitas para pelaku ini dike­tahui setelah melihat rekaman CCTV yang ada di rumah seka­ligus toko yang dihuni korban. Setelah melakukan pengintaian, tersangka Sandi berhasil diciduk saat duduk di semak-semak. Sandi mengaku kelelahan karena 2 hari bersembunyi di rimba. “Masyarakat bersama petugas sudah mengintai keberadaan tersangka sejak malam Senin, (1/2),” kata  Somedya di Arosuka.

Sementara itu, Kasat Res­krim Polres Arosuka AKP Budi Satria mengatakan, dari penang­kapan tersangka Sandi inilah pihaknya mengetahui kebera­daan tersangka Jendri. Petugas bersama-sama dengan masya­rakat juga mengamankan Jendri yang tengah berada kediamannya di daerah Kubang, Nagari Alahan Panjang dalam waktu berdekatan.

Selang beberapa jam kemu­dian, sekitar pukul 14.15 WIB, Jajaran Mapolres bersama jajaran Polsek Lembah Gumanti di­bantu puluhan masyarakat kem­bali menangkap tersangka Ijal yang tengah bersembunyi dalam semak di kawasan Bukit Canang, Nagari Alahan Panjang. Mas­yarakat yang sudah naik pitam langsung bersama-sama petugas mengejar tersangka Ijal. Sehingga, saat pelaku berhasil diciduk, massa yang geram tak mampu mengendalikan emosi dan lang­sung menghajar pelaku beramai-ramai hingga babak belur. Berun­tung, petugas mampu menahan emosi warga yang sudah tidak terbendung, Sehingga pelaku Ijal berhasil diamankan untuk di­larikan ke RSUD Kayuaro.

Dari pengakuannya saat diin­terogasi Kapolres Arosuka didam­pingi Kasat Reskrim dan Kapolsek Lembah Gumanti, tersangka Jendri yang mengaku putra Alahan Panjang bertugas memantau keberadaan rumah korban sambil mencari jalan untuk kabur. Sekitar 4 hari lamanya, Jendri dan tiga kawan­nya menyusun strategi untuk melancarkan aksinya. “Semua­nya disusun di rumah saya,” beber Jendri sembari tertunduk di depan Kapolres Arosuka.

Sedangkan tersangka Sandi menusuk korban dengan sebilan pisau dapur. “ Pisau itu saya ambil di dapur korban,” ucap Sandi yang pernah bekerja sebagai karyawan di kios pupuk milik korban.

Perihal uang korban sekitar Rp30 juta lebih, tersangka Sandi mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, kawannya yang masuk ke kamar korban. “Kalau yang ma­suk ke kamar, Ijal bukan saya. Makanya saya tidak tau kebera­daan uang itu,” terang pemuda berdarah Medan-Jawa itu.

Terkait kejadian ini, Kapolres menerangkan dari keterangan dua tersangka meringkuk di sel tahana Polres itu tergambar, motifnya  perampokan beren­cana. Apalagi, dari tangan pelaku juga didapati palu dan kayu yang sudah disiapkan sebelum me­ram­pok. “ Ini perampokan beren­cana, karena semuanya sudah disiapkan dan direncanakan,” tegasnya.

Perihal uang korban, Ka­polres mengaku pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, tersang­ka Ijal yang disebut Sandi telah me­ngambil uang korban, saat ini ma­sih dirawat di RSUD Kayu Aro. Sementara itu, pelaku lain­nya Andika, hingga saat ini masih diincar petugas bersama masya­ra­kat di kawasan Alahan Panjang. 

Terhadap penangkapan ini, Kapolres juga mengapresiasi antusias masyarakat untuk turun tangan dan peduli terhadap pelaku rampok ini. “Kita juga berterima kasih pada masyarakat yang ikut membantu petugas sampai  sampai para pelaku ini ditangkap,” kata AKBP Reh Ngenana menyudahi. (h/ndi/nus)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 08 Maret 2019 - 12:57:24 WIB

    Ada Tiga WNA di Sumbar Jadi Pemilih, KPU Langsung Coret DPT-nya

    Ada Tiga WNA di Sumbar Jadi Pemilih, KPU Langsung Coret DPT-nya PADANG, HARIANHALUAN.COM—Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan pengecekan data terhadap 103 KTP Elektronik (KTP-el/e-KTP) milik Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu serentak 17 A.
  • Jumat, 15 Februari 2019 - 12:27:26 WIB

    Mitigasi Bencana Jangan Setengah-Setengah

    Mitigasi Bencana Jangan Setengah-Setengah PADANG, HARIANHALUAN.COM—Untuk mewujudkan upaya mitigasi bencana yang maksimal, pemerintah harus merogoh kocek yang dalam. Anggaran yang ditetapkan “setengah-setengah” dinilai hanya akan menimbulkan potensi jumlah korba.
  • Selasa, 05 Februari 2019 - 19:06:41 WIB

    Maksimalkan Mitigasi Bencana, Pindah Ibu Kota Bukan Solusi

    Maksimalkan Mitigasi Bencana, Pindah Ibu Kota Bukan Solusi Upaya memaksimalkan mitigasi kebencanaan menjadi satu-satunya jalan yang harus dilakukan oleh pemerintah saat ini. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah, pemerintah harus menyiapkan sarana mitigasi yang.
  • Selasa, 22 Januari 2019 - 12:06:04 WIB

    Tiga Wajah Baru di Komisi Informasi Sumbar

    Tiga Wajah Baru di Komisi Informasi Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM – DPRD Sumbar mengumumkan lima nama yang terpilih sebagai komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumbar periode 2019-2023. Dari lima nama, dua orang merupakan petahana. Tiga lainnya merupakan waj.
  • Rabu, 16 Januari 2019 - 13:42:00 WIB

    Cek Kondisi Sarana-Prasarana Mitigasi di Sumbar!

    Cek Kondisi Sarana-Prasarana Mitigasi di Sumbar! PADANG, HARIANHALUAN.COM – Terkait hilangnya sejumlah aset penunjang di dua Tempat Evakuasi Sementara (TES) atau shelter utama di Tabing dan Ulak Karang, Kapolsek Padang Utara, Kompol Zulkafde melalui Kanit Reskrim Iptu SH..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM