Gunung Medan Dharmasraya

Nagari Unggulan Tanaman Pangan


Rabu, 03 Februari 2016 - 12:01:05 WIB

DHARMASRAYA, HALUAN - Dengan potensi besar dimiliki dan sumber daya yang tersedia, Nagari Gunung Medan siap menjadi sentra pertumbuhan pertanian tanaman pangan dan perkebunan. Apa lagi pemerintah pusat sedang mencurahkan perhatian pada sektor unggulan ini.

Walinagari Gunung Me­dan Kecamatan Sitiung, Dhar­masraya bahkan ber­tekad untuk mendukung program pertanian pangan di kenagarian yang ia pim­pin.”Saya bertekad bersama perangkat nagari dan stake­holder untuk terus men­dukung program pertanian pangan, karena program tersebut merupakan salah satu program unggulan pe­me­rintah pusat,”ungkap Wa­linagari Gunung Medan, Ya­kub, kepada haluan di Gu­nung Medan, Senin (1/2).

Dikatakannya, program tersebut seperti pertanian perkebunan maupun per­tanian tanaman pangan atau persawahan, karena pe­me­rintah pusat sangat men­curahkan perhatiannya ter­hadap bidang pertanian tanaman pangan khususnya.

Tekad itu katanya bukan hanya mimpi, tetapi pada umumnya masyarakat Gu­nung Medan adalah ber­gantung hidup pada perta­nian dan perkebunan, ter­utama komoditi sawit dan karet.

Ia sudah membuktikan berhasil mencetak 100 Hek­tar sawah baru untuk 100 kepala keluarga (KK), dan juga memberdayakan warga untuk mengembangkan per­tanian palawija dan sayur-mayur.”Masyarakat saya sebahagian besar berkebun dan bercocok tanam pa­di,”imbuhnya.

Dalam urusan per­kebu­nan, pekerjaan rumah ter­besar dia adalah bagaimana minat warganya tidak ber­alih ke profesi yang lain serta memikirkan bagaimana sta­bilitas harga komoditas itu tetap stabil,’’Semua orang pasti menginginkan usaha sampingan, mengolah lahan kosong menjadi usaha untuk kehidupan, kalau dengan hanya menjabat sebagai walinagari saja tidak cukup bagi saya, untuk itu saya lebih memilih usaha sam­pingan dengan berke­bun,’’ katanya.

Hal itu dibuktikannya pada diri sendiri yang mana selain menjadi pemimpin di Kenagarian Gunung Medan ini, ia juga punya kebun karet sebagai penghasilan tam­bahan, karena dengan ber­kebunlah ia mencukupi ke­bu­tuhan hidup keluar­ga­nya.”Sepulang dari kantor kalau tidak ada kegiatan lain, saya pergi ke kebun. Bertani dan berkebun ada­lah pekerjaan mualia,” pung­kasnya. (h/mdi)

 

 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 21 September 2019 - 01:17:45 WIB

    Kecamatan Koto Baru Akan Gelar Shalat Istisqa Serentak Seluruh Nagari

    Kecamatan Koto Baru Akan Gelar Shalat Istisqa Serentak Seluruh Nagari DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM –Camat Koto Baru Berlian Oemar dimana wilayahnya merupakan salah satu wilayah terdekat dengan Provinsi Jambi, tanggap dengan mengadakan rapat koordinasi bersama Forkopimcam, terkait kebakaran h.
  • Ahad, 21 Juli 2019 - 21:38:50 WIB

    Opitimisme Pengelolaan Bersama Hutan Nagari di Sumpur Kudus

    Opitimisme Pengelolaan Bersama Hutan Nagari di Sumpur Kudus SIJUNJUNG,HARIANHALUAN.COM-Pasca ditanda tanganinya kesepahaman bersama enam nagari di kluster Sumpur Kudus untuk Pengelolaan Hutan secara bersama pada bulan Maret lalu, dinamika dalam pengelolaan bersama hutan memasuki tahap.
  • Selasa, 11 Juli 2017 - 10:41:52 WIB

    Menjadikan Nagari sebagai Lembaga Koperasi Syariah

    Menjadikan Nagari sebagai Lembaga Koperasi Syariah Dalam mempersiapkan masa depan yang penuh tantangan, di mana kelompok konglomerat dan kapitalis asing lainnya makin menguasai ekonomi Indonesia di semua bidang dan lapisan usaha, dari hulu sampai ke muara, baik di darat, laut.
  • Sabtu, 12 November 2016 - 19:57:30 WIB

    Mengujungi Nagari yang Pernah Menjadi Pusat Negara Masa PDRI

    Mengujungi Nagari yang Pernah Menjadi Pusat Negara Masa PDRI Hawa dingin dan sejuk begitulah yang terasa pertama kali ketika akan memasuki Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh. Suhu di utara Kabupaten Limapuluh Kota itu, berbeda dengan suhu di kecamatan lainnya didaerah penghasil.
  • Selasa, 27 September 2016 - 02:39:08 WIB

    Membangun Ekonomi Desa/Nagari

    Masyarakat desa yang selalu diper­sep­sikan sebagai masyarakat yang udik, miskin, kolot dan tidak maju harus segera dihapus. Desa memiliki potensi ekonomi, terutama di sektor pertanian. Desa harus kita bangun. Masyarakat de.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]