DBD Mewabah di Kabupaten Agam


Rabu, 03 Februari 2016 - 15:21:28 WIB

AGAM, HALUAN — Sepanjang Januari 2016, ditemu­kan puluhan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Agam. Jumlah tersebut berdasarkan data yang dicatat dari sejumlah Puskesmas. Masyarakat diminta untuk menjaga lingkungan sehingga tidak tarjangkit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Indra, di Lubuk Basung, Selasa (2/2) mengatakan, bedasarkan data yang masuk melalui puskesmas ditemukana lebih kurang 51 kasus demam bedarah pada awal tahun ini. Penderita  demam bedarah yang terjangkit berasal dari smua usia.

Jumlah itu kasus demam berdarah tersebar antara lain di Puskesmas Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung sebanyak 22 kasus, Puskesmas Manggopoh, di Kecamatan Lubuk Basung sebanyak delapan kasus. Kemudian, Puskesmas Padang Tarok, Kecamatan Baso seba­nyak 7 kasus. Puskesmas Padang Lua, Kecamatan Banuhampu sebanyak 6 kasus.

Kemudian, di Puskesmas Pakan Kamih di Kecamatan Tilatang Kamang sebanyak dela­pan kasus. Secara keseluruhan Kasus DBD di daerah itu me­ngalami peningkatan. Pada tahun 2011 sebanyak 50 kasus, 2012 sebanyak 80 kasus, 2013 seba­nyak 225 kasus, pada 2014 seba­nyak 161 kasus dan pada 2015 sebanyak 280 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Ka­bu­paten Agam, Indra Rusli me­nga­takan, secara umum pening­katakan kasus demam berdarah tersebut terjadi hampir pada seluruh daerah, tidak di Kabu­paten Agam saja. Dinas kesehatan senantiasa berupaya seoptimal mungkin menekan hal tersebut. 

Penyuluhan terhadap kese­hatan terus ditingkatkan, kemu­dian foging pada tempat-tempat yang riskan. Namun cara yang paling efektif adalah melakukan hidup bersih serta melakukan tiga M yaitu, pertama Menutup, tutup dengan rapat bak mandi agar nyamuk tidak masuk dan bersarang, karena nyamuk senang menetas di air bersih yang me­nggenang.

Kemudian kedua Menguras, kuraslah bak mandi, minimal 1 minggu sekali, agar nyamuk tidak masuk dan bersarang didalam­nya. Ketiga Menimbun, Timbun kaleng atau wadah kosong yang berisi air ke dalam tanah, agar nyamuk tidak menemukan tem­pat untuk bertelur.

“Dalam menyebaran demam berdarah menjaga kebersihan tempat tinggal sangat penting. Oleh sebab itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk mela­kukan pencegahan mulai dari lingkungan terdekat,” ungkapnya.

Dikatakan Indra, banyak tem­pat tempat bersarang serta berkembangnya nyamuk demam berdarah yang luput dari per­hatian masyarakat, seperti dis­penser, tempat penampungan air di kulkas, pot-pot bunga. Biasa­nya jentik nyamuk bemam berda­rah berkembang pada air yang jernih. Selain itu ada baiknya memelihara ikan sehingga bisa memakan jentik-jentik nyamuk.

Sebelumnya, seorang siswa SMP Negeri 1 Bukittinggi me­ning­gal akibat demam berdarah. Penyakit DBD ini juga mewa­bah di Kabupaten Dharmasraya. Pj Bupati Syafrizal memerin­tahkan  Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan penyemprotan atau foging di wilayah yang terindikasi.

Perintah dikeluarkan orang nomor satu di Dharmasraya itu, atas laporan dari Kepala UPTD Pen­didikan Koto Baru, Lubis, bahwa DBD berjangkit meng­akibatkan meninggalnya salah seorang murid SD 31 Koto Baru. Untuk itu ia minta kepada bupati agar segera melakukan penyem­protan.

Hingga saat ini sudah enam jiwa melayang di Dharmasraya akibat DBD.

Pasbar Aman

Meski sejumlah daerah Sum­bar berjangkit demam berdarah, namun di Pasaman Barat masih aman. saat ini hanya terdapat beberapa kasus yang terindikasi DBD. Padahal saat ini wilayah Pasbar sudah memasuki masa pancaroba dan cuaca ekstrim yang mempercepat pertumbuhan nyamuk.

Sejak awal tahun ini, RSUD Pasbar hanya menerima bebe­rapa orang pasien yang terserang nyamuk penyebab DBD tersebut. Namun status pasien hanya de­mam dengue yang membuat pasien tersebut harus dirawat hampir satu minggu.

Dr. Lazwardi, Kepala Dinas Kesehatan Pemda Pasbar kepada Haluan Selasa, (2/2) menga­takan, dilihat dari tahun sebelum­nya kasus DBD di Pasbar me­mang sering terjadi, sedikitnya terdapat dua sampai sepuluh kasus dalam satu bulan, namun jumlah tersebut masih terbilang standar,”katanya.

“Untuk mengantisipasi kasus DBD di Pasbar, kita telah terjun ke beberapa kecamatan untuk melakukan pengecekan dan me­ngimbau masyarakat agar mem­bersihkan rumah dan lingkungan sekitar,”imbuhnya.

RSUP M Djamil Rujukan

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M Djamil Padang menegaskan komitmen pena­nganan pasien DBD sesuai de­ngan aturan dalam era jaminan kesehatan nasional (JKN). Da­lam hal ini, rumah sakit tersebut mengutamakan penanganan pa­da pasien yang dirujuk dari pemberi pelayanan kesehatan tingkat pertama (PPK 1) serupa Klinik, Puskesmas dan rumah sakit tipe D.

“Aturan yang berlaku me­mang demikian, jadi masyarakat yang terkena gejala DBD harus memeriksakan terlebih dulu ke PPK Satu. Jika masih tidak ada perkembangan positif, baru diru­juk ke M. Djamil. Pasien DBD memang diupayakan sembuh di PPK satu itu,” jelas Pejabat Pemberi Informasi dan Doku­mentasi  (PPID) RSUP Dr M Djamil, Gustavianof, kepada Haluan, Selasa (2/2).

Ditambahkannya, pember­lakuan aturan untuk pasien terse­but didasari tingkat keparahan DBD yang diderita yang diten­tukan melalui grade (tingkatan). “Untuk dirawat di M Djamil, adalah pasien DBD Grade dua ke atas,” ucapnya lagi.

Meskipun demikian, Gusta­vianof menggaransi akan mem­berikan penanganan kompre­hensif untuk pasien DBD yang telah dirujuk ke rumah sakit tersebut. Namun ia berharap agar pasien telah lebih dahulu dita­nga­ni di PPK I. “Tim medis untuk DBD di rumah sakit ini sudah sangat baik dan siap mem­beri penanganan berkala,” katanya.

Selain itu, komitmen serupa dituturkannya jika sewaktu-waktu ada pasien yang menderita dema Zika yang saat ini tengah merebak di benua Amerika dan ditengarai telah ditemukan di Jambi. “Untuk Zika ini kan belum ditemukan di Sumbar, dan semoga tidak ditemukan,” kata­nya. (h/yat/mdi/fad/isq)

 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 10 Agustus 2020 - 11:19:19 WIB

    Kasus DBD di Pariaman Per Agustus 2020 Turun Dibanding Tahun Lalu

    Kasus DBD di Pariaman Per Agustus 2020 Turun Dibanding Tahun Lalu HARIANHALUAN.COM - Kasus DBD di Kota Pariaman saat ini turun bila dibanding bulan yang sama setahun lalu..
  • Rabu, 25 Maret 2020 - 19:54:33 WIB

    Tak Cuma Perangi Corona, Kegiatan Fogging DBD Gencar di Pasaman

    Tak Cuma Perangi Corona, Kegiatan Fogging DBD Gencar di Pasaman PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Tak hanya gigih mengantisipasi penyebaran virus covid-19, petugas gabungan Dinas Kesehatan Pasaman dan unit Dikyasa Satlantas Res Pasaman juga melakukan kegiatan pengasapan atau fogging guna menceg.
  • Jumat, 11 Oktober 2019 - 20:24:12 WIB

    Dinkes Agam Fogging Lingkungan Lokasi Korban DBD

    Dinkes Agam Fogging Lingkungan Lokasi Korban DBD AGAM, HARIANHALUAN.COM - - Dinas Kesehatan Agam melakukan fogging di lingkungan rumah korban meninggal akibat DBD Surau Kariang, Nagari persiapan Surabayo, Lubuk Basung Jumat, (11/10)..
  • Kamis, 22 Agustus 2019 - 16:25:19 WIB

    Tekan Kasus DBD dengan Aksi Bersih Lingkungan

    PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Wali Kota Pariaman, Genius Umar minta Dinkes, Kades di Kota Pariaman terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga kasus DBD tidak menjadi langganan tiap bulannya..
  • Jumat, 14 Oktober 2016 - 01:26:51 WIB

    Waspada!..410 Kasus DBD Terdeteksi di Agam

    Waspada!..410 Kasus DBD Terdeteksi di Agam AGAM, HALUAN — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Agam men­cemaskan. Dari catatan Puskesmas yang ada di daerah itu kasus DBD tahun 2015 lalu hanya 289, sementara dari Januari sampai September 2016 telah mencapa.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]