Faktor Ekonomi Tertinggi

Kasus Perceraian di Bukittinggi Meningkat


Kamis, 04 Februari 2016 - 03:10:22 WIB

BUKITTINGGI, HALUAN — Berdasarkan data Pengadilan Agama Bukittinggi, jumlah perkara yang diterima dari tahun 2014 hingga 2015 mengalami peningkatan. Pada tahun 2014 tecatat sebanyak 698 perkara yang masuk. Jumlah ini kemudian meningkat di tahun 2015 dengan jumlah 731kasus.

Perkara paling dominan yang diterima Pengadilan Agama Bukittinggi adalah perkara cerai gugat, dimana pada tahun 2014, tecatat se­banyak 393 cerai dan me­ningkat di tahun 2015 men­jadi 400 kasus cerai.

Panitera Muda (Pan­mud) Hukum Pengadilan Agama Bukittinggi, Dra. Elzawarti, saat ditemui Ha­luan di ruang kerjanya, Se­lasa (2/2) me­ngatakan, per­kara cerai gugat (perkara cerai yang diajukan oleh istri) lebih tinggi diban­dingkan dengan cerai talak (perkara cerai yang diajukan oleh suami). Hal tersebut terlihat dari jumlah perkara yang masuk pada tahun 2014 yakni 393 perkara cerai gugat dan 169 perkara cerai talak. Sedangkan pada ta­hun 2015, terjadi sebanyak 400 perkara cerai gugat dan 188 cerai talak.

“Faktor utama penyebab perceraian secara kese­luru­han hampir sama, yakni hubungan yang mulai tidak harmonis. Ini dipicu oleh beberapa factor antara lain, faktor ekonomi, poligami tidak sehat, krisis akhlak, cemburu, selingkuh, Keke­rasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan masih banyak lagi,” ujar Elzawarti atau yang akrab dipanggil An.

An menambahkan, se­lain perkara cerai, masih banyak jenis perkara yang masuk ke Pe­ngadilan Aga­ma Bu­kit­ting­gi. Perkara tersebut meli­puti perkara izin poligami, pen­cegahan perkawinan, pe­no­­la­kan per­kawinan oleh PPN, pem­batalan perka­wi­nan, kela­laian atas kewajiban suami atau istri, harta bersa­ma, pe­nguasaan anak, nafkah anak oleh ibu, hak-hak be­kas is­­tri, pengesehan anak dan pen­­cabutan kekuasaan orang­tua.

Selain itu, lanjutnya, juga ada perkara perwalian, pen­cabutan kekuasaan wali, pe­nunjukan orang lain seba­gai wali, ganti rugi terhadap wali, asal usul anak atau pengang­katan anak, peno­lakan kawin campur, istbath nikah, izin kawin, dispensasi kawin, wali adhal, ekonomi syariah, ke­warisan, wasiat, hibah, waqaf, zakat/infak/sedekah, P3HP atau pene­tapan ahli waris dan lain-lain. (h/wet)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]