Siswa Kelas Unggul SMAN 1 Terancam tak Bisa Ikuti PBM


Kamis, 04 Februari 2016 - 03:28:38 WIB

PASAMAN BARAT, HALUAN — Sebanyak 90 orang siswa SMAN I Pasaman Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) yang masuk dalam kelas unggul terancam tidak bisa mengikuti proses pembelajaran dan kegiatan asrama seperti biasanya.

Hal tersebut seiring dengan penghentian dana operasional dan biaya makan siswa kelas unggul yang pada tahun ini oleh Dinas Pendidikan Pasbar.

Selain menghentikan dana operasional dan makan siswa, Pemda Pasbar juga tidak lagi menganggarkan dana honorium guru yang terlibat dalam kelas unggul SMAN I Pasaman.

Akibatnya sebanyak 90 orang siswa yang tergabung dalam kelas unggul tersebut terancam tidak lagi bisa melakukan kegiatan asrama dan harus menanggung biaya makan sendiri.

Hal itu membuat puluhan orang tua murid yang berasal dari keluarga kurang mampu me­nyayangkan pemutusan aliran dana untuk kelas unggul tersebut, padahal semua siswa/i kelas ung­gul tersebut merupakan putra/i asli daerah.

Mensiasati tidak tersedianya angaran tersebut, para orang tua dan guru mengambil kebijakan dengan membiarkan siswa mema­sak nasi di asrama, sementara sambalnya diantarkan oleh kelu­arga. Bahkan beberapa dari siswa asrama terpaksa di pulangkan dan tinggal dirumah masing-masing.

Kepala sekolah SMAN I Pasa­man, Mastudiar kepada haluan mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak awal tahun, akibatnya para santri dan pihak sekolah kebingungan.

“Padahal sejak generasi per­tama hingga generasi kesepuluh saat ini belum pernah ada pemu­tusan dana tersebut oleh dinas pendidikan, namun entah apa penyebabnya tahun 2016 ini terja­di pemutusan anggaran,”katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, akibat pemutusan tersebut sejum­lah orang tua dan siswa merasa sangat kecewa atas kelangsungan pendidikan mereka. Sementara beberapa kegiatan asrama ter­paksa dihentikan karena tidak tersedianya dana operasional.

“Padahal siswa kelas unggul merupakan merupakan langkah pemerintah dalam memfasilitasi siswa berprestasi serta diha­rapkan mampu mengharumkan nama Pasbar kedepannya,”lanjut Mastudiar.

Ia berharap agar pemerintah bisa kembali menganggarkan kegiatan dan biaya makan kelas unggul tersebut dalam anggaran perubahan mendatang. Karena setelah melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan Provinsi untuk tahun ini, dana operasional SMA masih dalam tanggungan daerah karena masih masa tran­sisi.

Terpisah, Kepala dinas pen­didikan pemda Pasbar, Luthfi kepada Haluan, Rabu (3/3) me­nga­takan, saat ini adalah masa transisi.

Selama ini untuk sekolah lanjutan tingkat SLTA sederajat pengelolaannya berada di tangan kabupaten/kota, namun untuk tahun ini pengelolaannya akan ditarik dan dikelola oleh Provinsi. Yang rencananya akan dise­rah­kan langsung oleh Bupati terpilih Pasbar kepada pihak provinsi pada tanggal 1 Mei mendatang.

“Untuk kaitannya, urusan bidang kelembagaan, pem­biaya­an, sarana dan prasarana akan menjadi tanggung jawab provinsi termasuk dengan guru akan men­jadi pegawai provinsi,” ungkap­nya.

Lebih jauh, besar harapan dan keinginannya agar sekolah unggul tersebut kembali mendapatkan anggaran untuk biaya makan dan kegiatan sebagaimana biasanya. Namun sampai saat ini belum ada aturan hukum yang jelas yang mengatur baik itu perda maupun perbub yang mengatur untuk penganggaran kembali dana ter­se­but.

Ia berharap kepada siswa/i, majelis guru maupun wali murid agar bersabar sampai adanya kebijakan pemerintah yang me­ng­atur, karena sebelumnya per­ma­salahan ini juga telah kita lakukan pembahasan panjang dengan DPRD Pasbar, namaun sampai saat ini belum kita da­patkan titik temunya,” ha­rap­nya. (h/mg-fad)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]