MUI Keluarkan Fatwa

Pengikut Gafatar Wajib Bertaubat


Kamis, 04 Februari 2016 - 03:44:55 WIB
Pengikut Gafatar Wajib Bertaubat Petugas dari Departemen Sosial RI dan Tagana bermain dengan anak dari mantan anggota Gafatar asal kota Yogyakarta di Gedung Transito, Yogyakarta, Rabu (3/2). (ANTARA FOTO)

JAKARTA, HALUAN — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, akhirnya mengeluarkan fatwa sesat bagi organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), karena terbukti melakukan pencampuradukan atau sinkretisme tiga agama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi. Sementara bagi pengikutnya, adalah keluar dari agama Islam (murtad).

“Bagi yang meyakini paham dan ajaran ke­aga­maan Gafatar adalah mur­tad, wajib bertaubat dan segera kembali kepada aja­ran Islam,” kata Ketua Umum MUI Pusat Ma’ruf Amin dalam jumpa persnya di Jakarta, Rabu (3/2).

Ma’ruf mengatakan bagi eks anggota Gafatar yang tidak sepenuhnya me­ngi­kuti ajaran dan paham Gafa­tar, bukan termasuk keluar dari agama Islam. Bagi golongan ini, MUI meminta mereka agar meninggalkan ajaran Gafatar.

“Kepada para pengikut yang sekedar ikut-ikutan, terbawa saja, agar mereka tidak bercampur lagi de­ngan komunitas Gafatar. Mereka tidak murtad, tapi harus menjauh dari Gafatar itu,” katanya seperti diwar­takan antara.

Gafatar, kata dia, ter­bukti melakukan pen­cam­puradukan atau sinkretisme tiga agama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi. MUI Pusat sendiri telah mem­fatwa sesat bagi Gafatar.

Putusan MUI Pusat, ka­ta dia, telah melalui tahap ka­jian yang cukup lama dan me­nyeluruh. MUI melihat Ga­fatar merupakan meta­mor­fosis dari aliran agama ben­tukan Ahmad Mussa­deq yai­tu dari Al qiyadah Al is­lamiyah menjadi Ko­mu­ni­tas Millah Abraham (Ko­mar).

Ahmad Mussadeq, kata dia, merupakan figur pen­ting dalam Gafatar yaitu sebagai guru spiritual ang­gota organisasi. Mussadeq pada 2007 juga telah difatwa sesat lantaran mengaku sebagai nabi setelah Mu­ham­mad SAW lewat ajaran­nya Al qiyadah Al isla­miyah. (h/yan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 10 Oktober 2016 - 02:07:05 WIB

    Kemensos Data Pengikut Dimas Kanjeng

    Jakarta, HALUAN—Tim dari Kementerian Sosial (Kemensos) masih mendata pengikut Padepokan Dimas Kanjeng pimpinan Taat Pribadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, untuk proses pemulangan mereka ke daerah asal masing-masing..
  • Rabu, 24 Agustus 2016 - 04:03:45 WIB

    Abu Sayyaf Dilumpuhkan, Hanya 115 Pengikut Tersisa

    Abu Sayyaf Dilumpuhkan, Hanya 115 Pengikut Tersisa JAKARTA, HALUAN — Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Pemerintah Fili­pina terkait upaya pembebasan warga negara Indonesia yang masih disandera oleh ke­lompok Abu Sayyaf..
  • Senin, 25 Januari 2016 - 04:04:13 WIB
    Ratusan Personil Gabungan Disiagakan

    1.500 Eks Pengikut Gafatar Terserang ISPA

    1.500 Eks Pengikut Gafatar Terserang ISPA JATENG, HALUAN — Belasan warga eks anggota organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mulai terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]