Tuan Rumah MotoGP

Indonesia Diberi Kelonggaran


Kamis, 04 Februari 2016 - 03:48:44 WIB

Jakarta, Haluan — Meski sudah melewati tenggat yang diberikan, Indonesia masih diberi kesempatan oleh Dorna untuk menggelar MotoGP. Jika batal di 2017, Indonesia bisa jadi tuan rumah di 2018.

 Setelah Letter of Intent (LOI) dengan pihak Dorna ditandatangani pada akhir tahun lalu, Indonesia ditenggat sampai 31 Januari untuk menuntaskan masalah ad­ministrasi seperti masterplan dan kon­trak.

Namun hingga kemarin syarat tersebut belum terpenuhi, dan bahkan belum ada kejelasan di mana balapan akan digelar lantaran rencana awal menggunakan Sirkuit Sentul kini mentah.

Pada Rabu (3/2) Kemenpora kembali bertemu perwakilan Dorna untuk mem­bahas persolan tersebut. Hasilnya, In­donesia diberi tenggat waktu tambahan untuk menuntaskan semua persyaratan. Dengan catatan, pemerintah Indonesia harus melakukan pe­nan­da­tanganan ulang Letter of Intent (LOI) dengan pihak Dorna.

“Prinsipnya mereka memahami permasalahan yang ada di Indonesia dan MotoGP tetap lanjut 2017. Itu dulu yang kami pegang, dan LOI yang kemarin ditandatangani pak Menteri (Imam Nahrawi) sudah otomatis tidak berlaku lagi, harus ada LOI baru,” terang Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, usai melakukan pertemuan dengan Manajer Direktur Even Area Dorna Sport, Javier Alonso, di Jakarta.

Kabar baik untuk Indonesia tak berhenti sampai di situ. Indonesia malah dipersilakan untuk memundurkan jadwal menjadi tuan rumah, dari yang sebelumnya tahun 2017 ke 2018.”Sampai saat ini kami masih tetap usahakan sesuai jadwal 2017.

Kalaupun mundur dipersilakan, misalnya mau gelar 2018, itu kan paket tiga musim,” lanjut Gatot.

Memundurkan rencana menjadi tuan rumah MotoGP ke 2018 bukannya tanpa masalah. Indonesia di tahun itu sudah punya hajatan besar Asian Games. Menurut Gatot, Dorna tidak mempermasalahkan gelaran Asian Games tersebut.”Mereka sudah tahu kok soal Asian Games. Itu dikembalikan ke kemampuan Indonesia, asal informasinya mundur jangan mendadak,”sambungnya.

Bicara soal lokasi sirkuit yang ditawarkan Indonesia sebagai pengganti Sentul, Gatot belum bisa mengungkap sebab sampai saat ini pihaknya juga masih mengkaji lahan mana yang akan digunakan. Sebelumnya, sempat mencuat kawasan Gelora Bung Karno, Palembang, dan satu tempat lain yang diperkirakan adalah Jawa Barat, untuk menjadi venue MotoGP 2017.

“Tadi pembahasannya belum detail soal sirkuit. Kami cuma menjelaskan kalau sirkuit Sentul memang tidak bisa dipakai. Ini akan ada pembahasan lebih lanjut lagi. terpenting sudah ada green light dari Dorna,” katanya.

Rencananya, setelah pertemuan d­e­ngan Dorna nanti, Menpora Imam Nahrawi akan melaporkan ini kepada Kementerian Koordinator Bidang Pem­bangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani. Sebelum akhirnya di­laporkan juga kepada Presiden RI Joko Widodo. (h/dtc)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]