Di Sumbar

Payakumbuh Terbaik Penyerapan Belanja


Kamis, 04 Februari 2016 - 03:59:47 WIB
Payakumbuh Terbaik Penyerapan Belanja Pengedaman Sungai Batang Sikali di Jalan M. Yamin Payakumbuh, salah satu kegiatan percepatan serapan APBD 2015 untuk mengendalikan banjir di kota itu. (ZUL)

Payakumbuh, Haluan — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, H. Ali Asmar, mengapresiasi Pemko Payakumbuh. Pasalnya, Payakumbuh dinilai sukses memanfaatkan APBD 2015 untuk kepentingan masyarakat setempat.

Serapan dana (keuangan) APBD Payakumbuh 2015, ter­tinggi di Sumatera Barat, men­capai 93,19% dengan realisasi fisik mencapai 98,­15%.

Pemko Payakumbuh sen­diri dinilai mampu mengap­likasikan percepatan pem­bangunan seperti yang di­harapkan Presiden Joko Wi­dodo. Berdasarkan surat Sek­daprov No. 130/126/PIII/BA­PKR-20­16 ter­tang­gal 29 Januari 2016, pri­hal hasil laporan Tim Eva­luasi dan Penga­wasan Re­alisasi Ang­garan (TE­PRA), Paya­kumbuh meru­pakan dae­rah tercepat dalam menye­rahkan laporan rea­lisasi ke­giatan bulanan ke provinsi.

Dalam kesempatan ini Sekdaprov juga mendorong seluruh kota/kabupaten di Sumatera Barat untuk me­la­ku­kan serapan realisasi ke­uangan dan fisik APBD 2016 ini. Total da­na yang dibelanjakan Pem­ko Payakumbuh dengan sera­pan keuangan 93,19% itu ber­jum­lah Rp361.093.559.578 da­ri target Rp381.­682.915.­758. Kegiatan fisik yang dibe­lan­jakan dengan serapan dana itu, tercatat 124 paket kegi­a­tan yang dilelang lewat LPSE dan ratusan lebih lewat peng­ada­an langsung pada setiap SKPD.

Di antara kegiatan stra­tegis yang dikerjakan, lanjutan pelebaran Jalan Sudirman Payakumbuh, pembangunan gedung operasi, ICCU/NICU/loundri RSUD dr. Adnaan WD, serta revitalisasi Pasar  Ibuah, drainase dan peme­liharaan jalan. Urutan selan­jutnya di bawah Payakumbuh, tercatat Kabupaten Dhar­masraya yang mere­alisasi serapan AP­BD cukup ba­ik, yaitu 92,77% keuangan dan 93,67% realisasi fi­sik. Di urutan ketiga, Ka­bu­paten Padang Pariaman, dengan serapan keuangan 90,59% dan fisik 95%.

Walikota Payakumbuh, H. Riza Falepi, ketika dihubungi Haluan Rabu (3/2), mem­benarkan, jika serapan keu­angan dan fisik APBD Paya­kumbuh 2015, paling tinggi di Sumatera Barat. Namun, wali­kota tak mau euforia dengan data yang dikeluarkan TEP­RA Sumatera Barat itu. Ka­rena, seluruh kegiatan yang dibelanjakan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, setelah hasil pemeriksaan BPK.

“Saya berharap, seluruh serapan dana yang dilakukan seluruh SKPD di Paya­kum­buh, dapat diper­tanggung­jawabkan kepada masyarakat melalui DPRD, setelah hasil pemeriksaan BPK. Saat ini, pihak BPK Sumatera Barat, juga sudah memulai peme­riksaannya di Payakumbuh. Mudah-mu­dahan, hasil de­ngan opini Wajar Tanpa Pe­nge­cualian (WTP),” sebut walikota.

Sementara Sekdako Paya­kumbuh, H. Benni Warlis, di dampingi Kabag Dalminbang, Maizon Satria, ketika dihu­bungi mengatakan, dalam memacu serapan APBD 20­15, pihaknya selalu mela­kukan intervensi SKPD dalam rapat monitoring dan evaluasi bulanan. Bagi SKPD yang lamban geraknya, langsung ditegur kepala daerah.

“Walikota pun tak segan-segan mempermalukan pim­pinan SKPD yang bersang­kutan dalam rapat koordinasi pe­merintahan daerah. Ma­kanya, seluruh pimpinan SK­PD ter­pacu untuk mela­kukan per­cepatan pembangunan. Tahun 2016 ini, Pemko Paya­kumbuh juga ingin menjadi yang terbaik lagi,” ha­rapnya. (h/zkf/hel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]