Cegah Serangan Hama di Pessel

Lima Nagari Tanam Serentak


Kamis, 04 Februari 2016 - 04:01:02 WIB
Lima Nagari Tanam Serentak Para petani pada lima kenagarian di kecamatan Bayang Pessel, mulai turun ke sawah dengan sistem pola tanam serentak dalam menghindari serangan hama perusak tanaman padi. (M. JONI)

PAINAN, HALUAN — Setidaknya sekitar 1.500 hektar lahan persawahan milik masyarakat di Kenegarian dalam kecamatan Bayang Pessel, tengah ditanami secara serentak sehamparan, guna mengatasi bahaya serangan hama perusak tanaman padi.

Nagari yang melakukan pola tanam serentak tersebut antara lain, Nagari Koto Baru, Kapujan, Kapelgam, Kubang dan Nagari Koto Berapak. Kondsi saat ini para petani tengah turun ke sawah me­lakukan penanaman padi se­cara berkelompok maupun pero­rangan, dalam pe­nga­rapan sawah masyarakat sa­ling berkoordinasi tentang masa turun ke sawah.

Seperti dikatakan Misna­wati 51 warga Nagari Kapel­gam kepada haluan, Rabu (3/2), pola tanam serentak ter­sebut cukup mendapat respon positif dari masyarakat petani. “Dengan adanya tanam padi serentak diperdiksi hasil pe­nen akan meningkat secara dratis,sesuai dengan harapan petani, selama ini masyarakat sering gagal mendapatkan hasil panen padi akibat dise­rang oleh hama perusak tana­man, bahkan para petani me­ngalami kerugian yang cukup besar,akibat tidak se­imbang­nya biaya pengarapan dengan pendapatan,” jelasnya.

Sementara Walinagari Ka­pel­gam Darusman men­jelaskan, pola tanam serentak terse­but sangat mengun­tung­kan bagi petani karena ter­hindari dari hama perusak tanaman. Penanaman padi tumpang-tindih sangat rawan terhadap serangan hama peru­sak tanaman, masyarakat li­ma kenagarian tersebut sepakat turun ke sawah dengan Sistim Usaha Tani Terpadu ( SUTT), guna mengatasi kerugian yang tidak diharapkan akibat se­rangan hama perusak tana­man seperti wereng, hama tikus,” jelasnya.

selain itu,pola tanam se­ren­tak tersebut mampu me­ningkatan silaturahmi antar petani yang daerahnya ber­tetangga. Apalagi pada saat petani mulai turun ke sawah, bagi petani penerima upah tidak saja di daerahnya bahkan tenaganya juga dibutuhkan oleh masyarakat tetatangga, melalui sistem ini terbuka lapangan pekerjaan bagi para petani untuk bercocok tanam, bersiang padi dan lainnya.

Menurutnya,para petani juga mendapat pembinaan oleh Penyuluh Pertanian La­pangan ( PPL) tentang cara pengolahan sawah yang baik. Keberhasilan para petani sangat tergantung dari hasil usahanya, bila lahan digarap dengan baik tentu akan mem­buahan hasil yang baik pula. “Untuk mencapai hasil pro­duksi yang maksimal juga sangat dibutuhkan pengairan yang cukup dan lingkungan areal persawahan harus bersih agar hama perusak tanaman seperti, tikus, hama wereng tidak bersarang,” ujar pak Wali. (h/mjn)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]