KPN Unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar

Mampu Berikan Pinjaman Maksimal Rp150 Juta


Kamis, 04 Februari 2016 - 04:07:58 WIB
Mampu Berikan Pinjaman Maksimal Rp150 Juta Drs. H. Marzuki Onmar

Menyamakan persepsi banyak orang bahkan ribuan orang  dengan beragam tingkat pendidikan, jabatan  dan pendapatan bukanlah pekerjaan  gampang. Tetapi, melalui wadah koperasi ternyata banyak yang berjaya, bila pengurus mampu menjalankan amanah dengan baik dan terpercaya, anggota pun semangat mendukung

Paling tidak, hal ini telah di­buktikan oleh Koperasi Pe­ga­wai Negeri (KPN) Unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar. Hasil­nya, sungguh sangat menga­gumkan; anggota menik­mati berbagai kemudahan dan keuntungan, terutama dalam hal ekonomi. Maka, tidak mengherankan, pujian datang dari berbagai pihak, PNS di lingkungan Pem­prov Sumbar berminat  jadi anggota terus meningkat.

Seperti dijelaskan Ketua KPN Unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar Drs. H. Marzuki Onmar dalam rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2015 di aula gubernuran Jl. Sudirman Padang, Senin (01/02/2016), jumlah ang­gota mencapai 2.951 orang atau meningkat dibandingkan dengan tahun 2014 hanya 2.818 orang. Menjalankan usaha simpan pin­jam dan pinjaman pembelian barang kebutuhan anggota.

RAT yang dibuka Sekdaprov Ali Asmar,juga dihadiri Direktur Utama Bank Kesejahteraan Sas­maya Tuhuleley, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Ir. Zirma Yusri,  mendapat sam­butan luar biasa dari  anggota, sehingga ruang pertemuan penuh sesak dan membludak hingga ke luar aula. Lalu ditandai dengan undian door price  dengan menye­diakan berbagai hadiah menarik dan pengumuman simpanan su­ka­rela berprestasi, yang hadiah­nya diserahkan pada peringatan hari Koperasi tingkat Sumbar tahun 2016 mendatang.

Pada kesempatan itu, Mar­zuki Onmar memaparkan bahwa  selama tahun buku 2015, ko­perasi ini telah mengucurkan pinjaman  kepada 1.684 orang anggota senilai Rp15,39 miliar.  Sementara tahun 2014 pinjaman diberikan kepada anggota men­capai Rp24,3 miliar lebih kepada 1.777 orang. Pinjaman masimal tahun 2015 sebesar Rp100 juta dengan bunga 10 persen dilunasi dalam jangka waktu enam tahun. Tahun buku 2016 disepakati, pinjaman maksimal naik menjadi Rp150 juta dengan bunga 10 persen, jangka waktu pelunasan 10 tahun.

Penurunan nilai pinjaman kepada anggota jelas Marzuki Onmar akibat kebijakan BKE tidak menyalurkan dana lagi ke koperasi sejak November 2014 dan menaikkan suku bunga ko­perasi yang sudah ada, berlaku efektif 1 Februari 2015. Namun begitu, pendapatan dari usaha simpan pinjam tetap meningkat dari Rp3,828 miliar pada 2014 menjadi Rp3,873 miliar pada 2015.

Sementara unit usaha pinja­man pembelian barang kebutu­han anggota,  menyediakan ber­macam barang kebutuhan de­ngan sistem pembayaran tunai dan kredit atas barang konsinyasi, selama 2015 nilai penjualan Rp351 juta, dan koperasi  mem­peroleh pendapatan sebesar Rp62,9 juta. Sedangkan tahun 2014 nilai penjualan Rp462 juta lebih, mendatangkan pemasukan koperasi sebesar Rp57,8 juta lebih. Total pendapatan selama 2015 mencapai Rp4 miliar lebih atau melebihi dari yang ditarget­kan sebesar Rp3,82 miliar.

Melancarkan kegiatan sehari-hari, pengurus dibantu tujuh orang karyawan. Selama tahun 2015, koperasi memberikan paket lebaran kepada anggota senilai Rp411 juta lebih, bea­siswa anak berprestasi Rp49,6 juta dan biaya pendidikan anak seluruh anggota sebesar Rp600 juta serta hadiah point simpanan sukarela Rp50,9 juta. Sementara SHU tahun 2015 tercatat sebesar Rp346,3 juta lebih, sehingga total hasil usaha koperasi untuk ang­gota selama tahun 2015 mencapai Rp1,45 miliar lebih.

Dalam wawancara di kantor­nya Selasa lalu, didampingi Se­kre­taris Drs. H. Muharlis Kasim,  Marzuki Onmar mengatakan kemajuan koperasi ini tak ter­lepas dukungan dari berbagai pihak terutama anggota. Kesa­daran anggota berkoperasi se­makin mantap, mereka tidak hanya meminjam tetapi juga giat menyimpan dalam berbagai ben­tuk simpanan dalam upaya mem­perkuat modal sendiri.

Muharlis menjelaskan, total simpanan anggota tahun 2014 sebesar Rp12,9 miliar, sebanyak Rp5 miliar lebih berupa simpa­nan sukarela dan Tabungan ang­gota khusus berjangka (TAKB) sebesar Rp444 juta lebih. Pada akhir 2015  meningkat menjadi Rp16,5 miliar lebih, dimana simpanan sukarela mencapai Rp6,1 miliar lebih, TAKB  men­capai Rp710 juta lebih. “TAKB seperti deposito di perbankan. Bunga tabungan 7,2 persen per tahun. Ternyata mendapat sam­butan dari anggota,” ujar Marzuki Onmar.

Karena masa kepengurusan koperasi ini telah berakhir, maka akan dibentuk pengurus baru periode 2016-2019. Tim for­matur yang sudah terbentuk berjumlah tujuh orang masing-masing Sekdaprov, Asiten II Sekdaprov, Zirma Yusri, Hasben Hendri, Wasda Rusman, Mar­zuki Onmar dan Muharlis Kasim.  Susunan pengurus menurut ren­cana akan diputuskan sepekan kemudian. ***

 

Laporan:
RUSDI BAIS

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 09 September 2016 - 15:16:49 WIB

    Siswa dari 15 SLTA se Sumbar Unjuk Kemampuan di Festival Musik Karawitan

    .
  • Sabtu, 09 April 2016 - 01:50:05 WIB
    Peserta Ujian Nasional Paket C 2016

    'Homeschooling Karena Tak Mampu'

    'Homeschooling Karena Tak Mampu' PADANG, HALUAN — Ho­­me­­schooling atau se­ko­lah rumah memang belum familiar di Kota Padang. Akan tetapi program pe­merintah yang ditetapkan berdasarkan Per­men­dik­bud No 129/2014 ini, telah menghasilkan beber.
  • Rabu, 16 Desember 2015 - 04:06:37 WIB

    Jokowi Tak Mampu Marahi Rupiah

    Jokowi Tak Mampu Marahi Rupiah Mata pelaku bisnis tentu tak pernah lepas menyoroti rupiah yang kem­bali terjerembab ke posisi 14.000. Dengan fluktuasi mata uang yang ada, mau tak mau, dunia bisnis harus kembali memasang target konservatif dalam agenda bis.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]