Adik Ipar 'Bobol' ATM Kakak Ipar


Kamis, 04 Februari 2016 - 04:17:51 WIB

PASAMAN, HALUAN — Jajaran Polres Pasaman mengungkap kasus pembobolan kartu ATM (Automatic Transfer Machine) Bank BRI milik Gusneli. Pelakunya berjumlah tiga orang. Satu dari ketiga pelaku ternyata adik ipar korban yang berinisial “Z”, panggilan I.

Kapolres Pasaman AKBP Agoeng Suryonegoro mengaku pihaknya baru mengungkap kasus ini ke publik Rabu (3/2) setelah ketiga pelaku mereka amankan dari sejumlah tempat di Pasaman. Selain Z, dua pelaku lain adalah “AR” dan “EH” yang merupakan rekan “Z”.

“Kami berhasil mengungkap setelah melakukan penyelidikan yang cukup panjang sejak korban melapor. Pihak-pihak terkait juga dimintai keterangan,”kata Agoeng lagi.

Dikatakannya, kunci keberhasilan pihaknya mengungkap kasus pembobolan ATM Gusnelli setelah melaku­kan koordinasi dengan pihak terkait. Salah satunya adalah dengan jalan mengorek dan me­nyak­sikan langsung rekaman CCTV di ATM. Rekaman ini dicocokkan dengan waktu tran­saksi pelaku di ATM tersebut.

“Begitu laporan kami terima, pihak penyidik langsung mela­kukan koordinasi dan penyidi­kan terhadap video CCTV. Dari rekaman tersebut, terungkap AR yang terakhir kali bertransaksi e-banking itu,”katanya.

Petunjuk dari rekaman terse­but akhirnya memudahkan Polri mengungkap laporan korban. Hingga berita ini diturunkan, kata Agoeng lagi, ketiga tersangka masih ditahan di Mapolres Pasa­man untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,”tambahnya.

Lalu, dari mana Z mengetahui Personal Identity Number (PIN) ATM korban? Perwira bermelati dua ini menjelaskan, dari penga­kuan tersangka “Z”, korban Gusneli pernah meminta tolong kepada tersangka “Z” untuk mengambil uangnya di ATM.

Kemudian Gusneli kemu­dian memberikan nomor PIN-nya. Dimintai tolong justru mem­buat “Z” tergiur dengan isi ATM milik si kakak ipar.  Ia kemudian me­ngajak dua temannya AR dan EH untuk membobol ATM korban.

Dalam cetak buku tabungan (rekening koran), tertera dua kali penarikan (debet) dilakukan pada 27 Juli 2015 sebesar Rp1,5 juta dan Rp2 juta.

Selanjutnya, penarikan pada 28 Juli 2015 ditarik lagi dua kali sebesar Rp4 juta. Terakhir, pena­rikan pada  31 Juli 2015 seba­nyak 2 kali yaitu sebesar Rp4 juta. Maka, total penarikan tabungan nasabah atas nama Gusneli ter­sebut sebesar Rp21,5 juta.

Korban Gusneli, mengatakan kejadian itu dia ketahui pada 10 Agustus 2015 sekitar pukul 09.00 WIB. Warga Simpang Rumbai Kecamatan Rao itu terdaftar pada BRI unit Rao Kabupaten Pasaman.

Namun, saat itu korban bu­kannya melaporkan kejadian ini ke polisi, tapi malah mendatangi bank tempat ia menabung. Ia berharap ada itikad baik dari bank. Namun, manajemen bank “bertahan” karena tarik tunai ATM sejak awal memang di­ingat­kan untuk tidak membe­rikan nomor PIN ke pihak lain, seperti pemberitaan Haluan sebe­lumnya.

Akibatnya, istri pensiunan TNI itu dirugikan Rp21,5 juta. Karena merasa belum ada per­kem­bangan, korban akhirnya melaporkan kejadian ini, bebe­rapa bulan kemudian ke Polres Pasaman dengan nomor laporan, LP/ 01/ 1/ 2016 SPKT Res- Psm tertanggal 4 Januari 2016.(h/col)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]