Kapolda Sumbar: Jangan Segan Mengkritik Polisi


Jumat, 05 Februari 2016 - 03:06:22 WIB

SOLOK, HALUAN — Kapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Ba­sarudin meminta pada masya­rakat agar tidak segan-segan mengkritik polisi kalau memang dia bersalah, jangan menyam­paikan yang baik-baik saja namun yang jelek harus disampaikan juga agar polisi bisa intropeksi diri.

Polisi dalam tugasnya sehari-hari sebagi pelindung dan penga­yom masyarakat, kalau ada polisi melanggar peraturan, misalnya menkonsumsi Narkoba, memeras dan judi sampaikan keatasannya, jangan takut-takut, terang Basa­rudin dalam tatap muka dengan Pj Walikota Solok, unsur Mus­pida, tokoh masyarakat, ninik mamak dan tokoh agama di aula Mapolres Solok Kota Selasa (2/2).

Kalau zaman dulu memang banyak yang takut pada polisi, itu zaman Belanda dan Jepang tapi di era sekarang tidak lagi de­mikian, zaman sudah berubah, polisi yang tidak bekerja dan berjalan direlnya tiada ampun, pasti diberi sanksi yang tegas sesuai tingkat kesalahan, terang Jendral bintang satu itu sebagai awal perkenalan di wilayah hu­kum Polres Solok Kota.

Apa yang disampaikan tokoh masyarakat Kota Solok Rusli Khatib Sulaiman tentang kondisi Kota Solok aman dan kondusif sangat diberi apresiasi Basarudin, ini menunjukan Kapolres Solok Kota  memiliki teknik dalam memimpin, walau demikian, masyarakat dan polisi di Kota Solok jangan percaya dan terlena dengan kondisi yang aman itu. Setiap saat dituntut kewaspadaan karena bisa saja terjadi kekacau­an dan tindakan kriminil dalam skala besar.

Polisi sendiri juga tidak bisa bekerja tanpa bantuan masya­rakat, oleh karenanya hubungan silaturahim yang sudah dibina selama ini terus diperkuat untuk menangkal tindakan-tindakan yang bisa munculnya kekacauan di tengah-tenah masyarakat. Jika terjadi kekacauan yang lebih populer dengan darurat sipil, merupakan tanggung jawab polisi mengamankan. Diminta tidak diminta polisi wajib menga­man­kan karena amanah UU dan TNI berada dibelakang memback up.

Sebaliknya jika terjadi darurat militer, maka TNI berada dide­pan dan polisi dibelakang, maka­nya antara polisis dan TNI harus solid dan bahu membahu dalam menjaga keamanan. Jika disuatu daerah terjadi kesalahpahaman antara polisis dan TNI maka yang rugi masyarakat sendiri. Kepala siapa lagi masyarakat minta perlindungan.

Dewasa ini yang sangat gen­car melakukan kegiatan yang bisa merusak ketentraman masya­rakat adanya gerakan ISIS dan Gafatar, embrio itu selalu  dilirik Detasemen khusus (Densus) 88 agar tidak berkembang. Bahkan beberapa hari lalu ada anggota ISIS di Sijunjung dan Bukittinggi, orang itu sudah ditangkap Densus 88 dan dibawa ke Jakarta untuk diinterogasi. Aliran sesat itu memang perlu diwaspadai agar tidak berkembang di Ranah Mi­nang ini, harap Kapolda Sum­bar. (h/alf)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]