Bisnis Teh Daun Gambir, Keuntungan Senikmat Rasanya


Jumat, 05 Februari 2016 - 03:09:32 WIB

Tak ada yang menyangka daun gambir yang selama ini dijual oleh petani Indonesia dalam bentuk komoditas setengah olahan, menjadi minuman semacam teh bernilai bisnis yang menjanjikan keuntungan cukup besar. Adalah Nela Hari Zona (24), pengusaha muda asal Kabupaten Limapuluh Kota, yang mengolah sendiri daun gambir menjadi minuman semacam teh.

Nela menjual teh daun gambir dalam bentuk teh kotak, dengan merek Lamaza Teh Daun Gambir. Satu ko­tak teh yang memiliki berat lebih kurang 15 gram ini dijualnya seharga Rp5.000. Dalam sehari, rata-rata ia memproduksi 3 kilogram (kg) teh daun gambir atau sekitar 30 kotak. Untuk sa­tuan bulanan, rata-rata ia memproduksi 500 kotak teh atau sekitar 7,5 kg, dengan rata-rata keuntungan lebih dari Rp2 juta.

“Saya belum mem­fo­kus­kan penjualan produk. Oleh karena itulah saya baru Me­lakukan produksi dalam jumlah kecil. Untuk tahun ini, saya memfokuskan pe­nge­na­lan produk kepada ma­sya­rakat,” ujarnya di Pangkalan, Limapuluh Kota, saat dihu­bungi Haluan dari Padang, Kamis (4/2) malam. 

Sejauh ini, Nela me­ma­sarkan produknya melalui jaringan internet (online), dengan memanfaatkan ber­bagai media sosial seperti Facebook, Twitter, Bbm, dan sebagainya. Pembelinya pun ma­sih didominasi oleh pe­mesan, walau ia juga me­ma­sarkan produknya di su­per­market, apotek, dan kedai-ke­dai kecil di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. 

“Lamaza Teh Daun Gam­bir memiliki konsep teh her­bal dengan harga terjangkau. Biasanya harga teh herbal cukup mahal, yakni Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kotak,” kata Nela. 

Meski telah merintis usa­hanya sejak kuliah di Uni­ver­sitas Sumatera Utara (USU), namun Nela baru me­lun­curkan dan memasarkan pro­duknya pada Maret 2015.

Sejak mulai melemparkan pro­duknya ke pasaran, pem­beli teh Nela datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Sumbar.

Ia menceritakan, ide mem­­buat teh daun gambir ber­awal dari penelitian se­niornya di USU. Dalam pene­litian tersebut, seniornya me­nemukan bahwa daun gambir bisa diolah menjadi teh, te­patnya teh herbal. Ber­da­sarkan hal itu, ia teringat Pangkalan, kampung ha­la­mannya, dan berniat mem­pro­duksi teh dari daun tan­a­man bernama latin Uncaria Gambir Roxb ini.

“Di kampung saya banyak ladang gambir. Tapi gambir di sini dijual dalam bentuk pro­duk setengah olahan. 1 kg daun gambir, menjadi seper­empat kg setelah diolah men­jadi produk setengah olahan, dengan harga sekitar Rp20 ribu per kg. Sedangkan apa­bila dijadikan teh, 1 kg daun gam­bir menghasilkan 30 ko­tak. Artinya, keuntungan yang didapat dari produk olahan jadi seperti ini, lebih besar daripada keuntungan menjual daun gambir dalam bentuk produk setengah jadi,” jelas perempuan yang masih lajang ini.

“Saat saya pulang kam­pung, saya coba membuat teh daun gambir. Awalnya ra­sanya pahit. Setelah Nelalui beberapa percobaan, barulah saya mendapatkan formula ra­sa yang pas, sehingga rasanya enak dan nikmat,” katanya lagi.

Setelah mendapatkan for­mula rasa, Nela kemudian mengurus izin produknya ke Departemen Kesehatan (Depkes) pada akhir 2014. Izin tersebut keluar pada Feb­ruari 2015. Sebulan ke­mudian, ia meluncurkan produknya.

Untuk memproduksi teh daun gambir, Nela masih menggunakan cara manual, yakni merajang (mengiris kecil-kecil) daun gambir sam­pai berbentuk seperti serbuk teh, dengan menggunakan pisau potong.

“Usaha saya masih ber­bentuk UKM, jadi masih pakai cara manual. Ke depan saya punya keinginan untuk  meningkatkan usaha ini ke skala yang lebih besar. Ins­ya­allah, pada tahun depan, saya menggunakan mesin sebagai alat produksi dan memakai sistem manajemen untuk memasarkan produk,” sebut alumnus Jurusan Sosiologi, Fakultas Fisipol, USU lu­lusan tahun 2013 Ini. Ia ber­tekad menjadi pengusaha se­jak menjadi mahasiswa ka­rena di USU banyak program wirausaha. 

Saat ini, Nela mem­pro­duksi produknya dan men­ja­lan­kan bisnisnya di rumahnya di Jalan Lintas Pangkalan-Kapur IX, Jorong Bencah Lumpur, Kenagarian Gu­nuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

Manfaat kesehatan teh daun gambir

Nela menjelaskan, ta­na­man gambir kaya akan zat an­tiok­sidan, bahkan jauh lebih baik dari teh biasa. Khasiat teh daun gambir di anta­ranya, da­pat mengobati mag, me­lan­carkan pencernaan sehingga bagus untuk yang sedang men­­jalankan program diet, dapat menetralisir kadar gula sehingga bisa menu­runkan ri­siko terkena pe­nyakit dia­betes, juga dapat menurunkan re­siko terkena pe­nyakit kan­ker, dapat me­netralkan ni­kotin sehingga sa­ngat d­i­anjurkan untuk di­konsumsi oleh para perokok.

“Jika rutin mengonsumsi Lamaza Teh Daun Gambir dua kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum beraktivitas dan sore hari setelah ber­aktivitas, akan dapat me­lindungi tubuh dari serangan ra­dikal bebas penyebab pe­nyakit. Jadi, kita akan jarang terkena sakit karena asupan zat antioksidan yang masuk ke dalam tubuh,” jelasnya. (*)

 

Laporan:
HOLY ADIB
 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]