BPJS Kesehatan Bukittingi

Buka Posko Pengaduan Distribusi KIS-PBI


Jumat, 05 Februari 2016 - 03:21:51 WIB

BUKITTINGGI, HALUAN — Ba­dan Penyelenggara Ja­mi­nan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bukittinggi, mem­buka Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan dis­tri­­busi Kartu Indonesia Sehat - Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI).

Pembukaan posko terse­but berfungsi untuk memas­ti­kan pendistribusian KIS ber­jalan optimal dan sampai kesasaran. Sekaligus berfungsi untuk memantau pendis­tribu­siannya yang sudah seratus parsen diserahkan oleh BPJS Kesehatan ke pihak ketiga yakni PT JNE selaku mitra BPJS Kesehatan dalam pen­distribusian KIS.

“Pada awal Januari 2016 lalu, BPJS Kesehatan sudah membentuk Posko Peman­tauan dan Penanganan Penga­duan Distribusi KIS-PBI, baik ditingkat Kantor Pusat, Kan­tor Devisi Regional ataupun Kantor Cabang dan Kantor Layanan Operasional diting­kat Kabupaten/kota,” kata Kepala BPJS Kesehatan Ca­bang Bukittinggi MB Sjahjadi kepada wartawan dalam Kon­fe­rensi Pers, Rabu (3/2).

Sedangkan untuk jumlah pe­serta tahun 2015 yang tidak la­gi masuk dalam data tahun 2016 adalah sebayak 4.088 pe­serta, dengan rincian untuk Ko­ta Bukittinggi 514 peserta, Ka­bupaten Agam 939, Kota Pa­dang Panjang 412, Kabu­pa­ten Pasaman 491, dan Ka­bu­pa­ten Pasaman Barat 1.732 pe­serta.

“Bagi peserta yang nama­nya sudah dinonaktifkan seba­gai peserta KIS-PBI tersebit, kita mengimbau agar untuk dapat mendaftarkan diri lagi kembali ke Kantor BPJS Ke­se­hatan setempat dan mem­bayar iuran secara rutin setiap bulannya, mengingat kepe­sertaan JKN-KIS bersifat wajib,” harap Sjahjadi.

Terpisah Kepala Dinas Sos­naker yang diwakili Kabid So­sial Nurhasanah yang juga ha­dir dalam kegiatan tersebut mengatakan, terkaid dengan ada­nya sebanyak 514 peserta di Kota Bukittingi yang tidak la­gi masuk dalam data 2016, pi­haknya akan melakukan ve­rif­ikasi dan validasi data ulang ter­hadap peserta terse­but. Ji­ka mereka masih meme­nu­­hi sya­rat maka meraka akan di­usul­kan kembali kepeser­ta­an­nya.

“Peserta yang tidak ter­daf­tar pada 2016 tersebut di­se­babkan oleh beberapa faktor, seperti mereka pindah do­mi­sili, meninggal dan mere­ka ju­ga tidak layak lagi sebagai pe­ser­ta karena telah mampu. Un­tuk itu kita akan lakukan pen­dataan ulang kembali,” je­las Nur­hasanah. Dalam ke­gia­tan ini selain dihadiri oleh pi­hak Sos­naker juga dihadiri Ke­pala Dinas Kesehatan dan pi­hak dari Disdukcapil Bukit­ti­ngi. (h/tot)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]