Ical: Tak ada Lagi Kubu-kubuan


Jumat, 05 Februari 2016 - 03:45:43 WIB

JAKARTA, HALUAN - Ketum Golkar hasil Munas Riau Aburizal Bakrie memimpin rapat DPP perdana usai lebih dari setahun berkonflik. Ical pun mene­gaskan bahwa kini tidak ada lagi kubu Agung Laksono dan kubu Ical di Golkar. “Jangan ada lagi sebut kubu Agung dan kubu Aburizal,” kata Ical di sela-sela memimpin rapat di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (4/2).

Dalam rapat itu, Ical memberikan kesempatan kepada sejumlah pengurus untuk bicara soal kon­solidasi. Beberapa di antara mereka menyampaikan uneg-unegnya, salah satunya adalah Wasekjen Leo Nababan.

Leo menyambut pernyataan Ical soal sudah tidak ada lagi kubu di internal Golkar. Dia juga ingin keakraban Golkar di rapat ini berlanjut.

“Jangan ada lagi tim-timan. Saya siap dipimpin Aburizal Bakrie,” ujar Leo.

“Jangan ada dusta di antara kita,” tambahnya.

Saat berbicara di rapat, Agung yang menjabat sebagai waketum juga meluapkan kegembiraannya karena bisa berkumpul lagi. Menurutnya, ini bagaikan melepas rindu. “Akhirnya kita bisa kangen-kangenan. Seperti sudah sepuluh tahun tidak bertemu,” ucap Agung.

Sejak awal rapat, suasana akrab dan penuh gelak tawa memang sudah terjadi. Rapat sendiri hanya berlangsung selama 1 jam dan dihadiri sederet pengu­rus Golkar seperti Theo Sam­buaga, Sharif Cicip, Setya No­vanto, Nurdin Halid, Yorrys Raweyai, Bambang Soesatyo, Tantowi Yahya, Ahmadi Noor Supit, Priyo Budi Santoso, Agus Gu­miwang Kartasasmita, Air­langga Hartarto, dan lain-lain.

Soal perpanjangan SK Golkar hasil yang Munas Riau menyi­sakan persoalan soal kepesertaan pengurus daerah Golkar di Mu­nas mendatang, Ketum Golkar Aburizal Bakrie menawarkan solusi berupa Musyawarah Dae­rah (Musda).

Pengurus DPD Golkar ting­kat I dan II memang memiliki peran penting di Munas yang menjadi ajang pemilihan ketum. Tiap DPD I dan II memiliki satu suara.

Saat Golkar pecah, pengurus di beberapa daerah pun ikut pecah. Kini, setelah ada SK Menkum HAM, maka kepe­ngurusan Golkar di daerah kem­bali ke hasil Munas Riau.

“Kembali ke Riau. Kalau sudah selesai (masa kepenguru­san), musda saja. Kalau waktunya belum habis, ya boleh,” kata Ical lagi.Dia menegaskan bahwa pe­ngurus Golkar di daerah pun tidak boleh lagi terbagi menjadi kubu Agung dan Ical.

“Kalau sudah habis, musda. Tapi tidak boleh kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie,” tegasnya.

Golkar hari ini mengadakan rapat DPP perdana setelah seta­hun lebih berkonflik. Di rapat ini, mereka hanya membahas konso­lidasi dan belum soal soal panitia, jadwal, dan peserta Munas..

Rapat DPP Golkar hasil Munas Riau sore kemarin hanya berjalan selama 1 jam. Jadwal dan panitia Munas baru akan dibahas oleh ketum, waketum, dan para ketua di kesempatan selanjutnya.

“Panitia akhir bulan ini. Kita bahas dulu bersama waketum dan ketua,” kata Ical.

Salah satu waketum Golkar hasil Munas Riau adalah Agung Laksono. Saat rapat, usulan agar rapat tidak membahas panitia munas juga salah satunya muncul dari Agung.

Sebelumnya, Ical dan sederet elite Golkar sempat nonton tenis bersama di Australia. Namun, dia membantah acara jalan-jalan itu diselingi pembicaraan soal pa­nitia munas Golkar.

“Cuma ngomongin tenis, ngo­mongin Djokovic,” ujarnya.

Soal duet dengan Nurdin Halid sebagai SC dan OC munas ini memang sudah diungkap oleh Yorrys. Namun Yorrys menyebut duet itu baru wacana yang dibi­carakan di sela nonton tenis di Australia.

Kebetulan saja habis nonton tenis, jadi sambil ngobrol-ngo­brol bicara persiapan Munaslub. Nggak ada rapat formal di sini,” ujar politikus Golkar Yorrys Raweyai saat dihubungi detik­com, Selasa (2/2) lalu. (h/dtc)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]