Pengaktifan Kembali Gafatar Dipidana

Pengaktifan Kembali Gafatar Dipidana


Jumat, 05 Februari 2016 - 03:46:35 WIB

Tim Pakem segera merekomendasikan kepada Jaksa Agung, Menag dan Mendagri untuk melarang Gafatar. Setelah SKB keluar, bila ada lagi eks anggota Gafatar atau pengurusnya melakukan hal yang sama bisa dipidana.

JAKARTA, HALUAN —Tim Pengawas Aliran Ke­per­cayaan Masyarakat (Pa­kem) merespon fatwa MUI yang mengatakan ajaran Gafatar menyimpang dan sesat, karena mencam­pur­adukkan ajaran Islam, Kris­ten, dan Yahudi.

Tim Pakem akan mem­be­rikan rekomendasi kepa­da Jaksa Agung, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri yang akan me­nge­luarkan Surat Keputusan Bersama, untuk melarang Gafatar.

“Telah diputuskan seca­ra bersama-sama bahwa penganut anggota atau pe­ngu­rus eks Gafatar itu me­mang dilarang atau diminta menghentikan kegiatan ke­aga­mannya yang menyim­pang dari ajaran agama Islam,” kata Jaksa Agung Muda lnteligen (Jamintel) Kejagung Adi Toe­garisman, di kantornya, Keba­yoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/2/2016).

Adi dalam kapasitasnya seba­gai Jamintel juga sekaligus men­jabat sebagai Wakil Ketua Tim Pakem. Tim ini sendiri diketuai oleh Jaksa Agung.

Kegiatan Tim Pakem menin­daklanjuti fatwa MUI yang me­nyebut ajaran eks Gafatar ini dinilai menyimpang dan sesat dari ajaran agama pokoknya, yaitu Islam.  “Ajaran yang dimaksud adalah ajaran keagamaan misal­nya menganut milah Abraham, tidak salat, tidak zakat,” kata Adi.

Oleh karena itu, bila ada lagi eks anggota Gafatar atau pe­ngurusnya melakukan hal yang sama bisa dipidana setelah SKB tersebut keluar. Demikian salah satu poin rekomendasi tim pa­kem kepada Jaksa Agung, Men­dagri dan Menag.

“Tentu akan dituangkan da­lam produk hukum. Maka peri­ngatan akan dituangkan dalam SKB antara Jaksa Agung, Men­dagri dan Menag. Setelah di­tuang­kan dalam pelarangan maka ketentuan akan berlaku secara efektif,” ucap Jamintel Adi.

“Setelah pelarangan, ada siapa orang yang masih menye­leng­garakan kegiatan pengikut atau mantan pengikut Gafatar ysng sudah jelas menurut fatwa MUI menyimpang dari ajaran agama Islam itu bisa dikenakan sanksi,” imbuh Adi. “Maksimal pidana 5 tahun kalau setelah pelarangan ada eks anggota, mantan pengurus, dan sebagainya menyeleng­gara­kan ajaran keagamaan seperti yang diajarkan Gafatar selama ini akan kena sanksi,” ungkap Adi.

Selain itu jika masih ada yang melakukan kegiatan serupa, organisasinya atau kelompoknya bisa dibubarkan. Sementara itu, SKB sendiri masih dalam proses perumusan dari hasil rapat.

Dengan adanya fatwa MUI tersebut, Wakil Ketua DPR Tau­fik Kurniawan mendorong Pe­me­rintah menindak para pengu­rus Gafatar. “Sesuai fatwa MUI, Gafatar itu sesat dan menye­satkan. Harapan saya, saudara Menteri Agama menjadikan fat­wa itu pedoman untuk bersikap secara arif dan bijak,” kata Taufik saat dihubungi, Kamis (4/1/2016).

Taufik setuju jika para pe­ngikut Gafatar dibina, karena dianggap sebagai korban. Namun untuk para pengurus Gafatar, dia berharap ada proses hukum.

Urus Eks Gafatar

Sementara itu, Menteri Koor­dinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan soal fatwa adalah kewenangan MUI.

Menurut Luhut, pemerintah menyikapi fatwa tersebut dengan arif dan bijaksana. “Itu kan fatwa MUI, tanya saja dia (MUI).

Kami menyikapi dengan arif itu semua. Karena bagaimana pun anggota Gafatar (adalah) bangsa Indo­nesia juga,” kata Luhut kepada wartawan di sela acara CIMB Economic Forum, di Hotel Ritz-Carlton, SCBD Sudirman, Ja­karta, Kamis (4/2/2016).

Pemerintah, kata Luhut, akan mengurus eks anggota Gafatar tersebut. Dia mencontohkan selama ini eks anggota Gafatar di Jawa Tengah, di Makassar semua terurus dengan baik. “Yang pen­ting, kalau memang mereka sesat kita beri penerangan supaya mereka kembali ke jalan yang benar,” katanya.

Fatwa MUI yang menyatakan bahwa Gafatar merupakan aliran sesat dikeluarkan pada Rabu kemarin. Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin mengatakan Gafa­tar merupakan metamorfosis dari ajaran Al Qiyadah Islamiyah dengan Ahmad Musadeq sebagai guru spiritualnya.

“Setelah dilakukan pengka­jian dari daerah-daerah, MUI memutuskan aliran Gafatar itu sesat, menyesatkan. Karena dia, yang pertama reinkarnasi, me­tamorfosis dari Alqiyadah Islamiyah. Menjadikan Ahmad Musadeq itu sebagai guru spiritualnya,” ujar Ma’ruf dalam jumpa pers di Gedung MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2016).

Ketua Fatwa MUI Hasanudin AF menambahkan bagi umat muslim yang menjalankan pa­ham Gafatar maka diwajibkan kembali ke ajaran Islam. Dia menekankan MUI akan ber­koordinasi dengan pemerintah terkait upaya pencegahan paham ini kepada eks Gafatar maupun kepada masyarakat lain.(dtc/met)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]