World Cancer Day

KAMMI Serukan Pola Hidup Sehat


Sabtu, 06 Februari 2016 - 03:41:39 WIB

JAKARTA — Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menyeru kader-kader KAMMI dan seluruh masyarakat Indonesia untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini kanker

Ketua Bidang Perem­puan PP KAMMI, dr. Ni Nyoman Indirawati Ku­suma, menjelaskan bahwa kanker payudara menjadi jenis kanker terbanyak pada perempuan dan kanker  paru menjadi jenis kanker terbanyak pada laki-laki. Kedua jenis kanker ini se­benarnya bisa dicegah de­ngan pola hidup sehat dan deteksi dini kanker.

“Walaupun kanker dise­babkan oleh banyak faktor, tapi penyakit ini dapat dice­gah dengan membiasakan pola hidup sehat sedari kecil”, papar dr.Indi, Kamis (04/02).

Menurut data Kemen­trian Kesehatan, ditam­bahkan dr.Indi pola hidup yang tidak sehat seperti kurang mengonsumsi sayur dan buah, aktivitas fisik yang minim, merokok, dan seringnya mengonsumsi makanan berlemak menjadi factor risiko kanker yang paling tinggi. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menerapkan pola hidup sehat sedari kecil untuk mencegah kanker, karena kanker merupakan penyakit kronis yang timbul salah satunya akibat dari aku­mulasi pola hidup yang tidak sehat.

Selain menerapkan pola hidup sehat, dr. Indi ber­harap masyarakat juga mela­kukan cek kesehatan ber­kala sebagai upaya deteksi dini kanker agar dapat se­gera ditangani jika terdapat gejala atau tanda yang me­ngarah pada penyakit kan­ker.

“Banyak kasus di Indo­nesia dimana pasien kanker datang berobat dengan kon­disi kanker sudah stadium lanjut. Hal ini bisa dicegah dengan melakukan deteksi dini.  Bagi kaum perem­puan, kita bisa melakukan ‘Sadari’ (pemeriksaan pa­yudara sendiri) untuk me­meriksa kondisi payudara kita. Selain ‘Sadari’, di be­berapa fasilitas kesehatan pun sudah ada pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim, seperti Pap Smear Test dan IVA Test” te­rang­nya.

Namun, kesadaran ma­sya­rakat mengenai penyakit kanker dan bagaimana men­cegahnya sangat berp­e­nga­ruh terhadap upaya mene­kan angka penderita kanker di Indonesia.

“Dari sisi pasien sering ditemukan adanya faktor penghambat deteksi dini kanker, salah satunya ku­rangnya pengetahuan dan takut didiagnosis kanker. Padahal, penyakit kanker, semakin cepat diketahui atau terdiagnosis, maka angka prediksi kesembuhan penyakit ini menjadi me­ningkat” pungkasnya.  (h/rel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]