Hasron Effendi

“Guru Itu Laksana Tukang Jahit”


Sabtu, 06 Februari 2016 - 03:46:54 WIB
“Guru Itu Laksana Tukang Jahit” H. Hasron Effendi, S.Pd

Secara teoritis, pen­di­di­kan karakter sangat men­jan­jikan untuk menjawab per­soalan pendidikan yang ada saat ini. Namun dalam prak­tik­nya, seringkali ter­jadi bias dalam penera­pan­nya. Te­tapi sebagai sebuah upa­ya, pendidikan karakter ha­ruslah sebuah program yang terukur penca­paian­nya.

Membentuk siswa yang berkarakter bukan suatu upaya mudah dan cepat, karena tak cukup hanya dengan mengandalkan atu­ran semata. Yang terpenting ada­lah adanya pendekatan dan komunikasi dua arah antara guru dan siswa.

“Hal tersebut memer­lukan upaya terus menerus yang harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata, sehingga menjadi hal yang praktis dan reflektif,” kata kepala SM­PN 2 Kubung H. Hasron Effendi, S.Pd, saat bincang pagi dengan Haluan di ru­ang kerjanya, Kamis (4/2).

Menurut guru yang per­nah menjadi tukang ja­hit (penjahit) ini, peran penting seorang guru dalam proses membangun karakter siswa merupakan sesuatu yang urgen. Sebagai seorang pen­­­didik, guru menjadi sosok figur dalam pan­da­ngan anak, guru harus mam­pu menjadi teladan bagi anak didik, tak hanya di sekolah, namun juga di luar sekolah.

“Guru itu laksana tu­kang jahit, kain perca pun bisa dibuatnya menjadi kar­ya yang bernilai tinggi. Ar­tinya siswa yang terdiri dari beragam karakter dan kure­nahnya, bisa dididik men­jadi generasi yang berguna,” katanya.

Di lingkungan sekolah, kata pria kelahiran 29 De­sem­ber 1956 ini, pihaknya bersama guru yang ada di sekolah itu tak melulu mem­berikan sangsi dan hu­ku­man ter­­­ha­dap sis­wa yang me­lang­gar atu­ran se­ko­lah. Se­perti hal­­­nya ba­gi sis­wa yang terlam­bat ke se­kolah, me­re­ka tak lagi dihu­kum beru­pa den­da atau mem­ber­sih­kan sampah dan se­macamnya.

“Bagi siswa yang ter­lam­bat, kita minta mere­ka untuk melakukan sa­lat duha di lapangan se­kolah,” kata Hasron yang juga seorang ustadz itu.

Sejak diangkat men­jadi Kepsek SMPN 2 Ku­bung mulai dari ta­hun 2011 si­lam, Hasron terus mem­bangun ke­mitraan dan jeja­ring pen­didikan yang keliha­tannya mulai terputus di­antara ketiga stakeholders terdekat dalam lingkungan sekolah, yaitu guru, keluar­ga dan ma­syarakat. “Peran ketiga un­sur ini merupakan kunci sukses dalam men­didik karakter siswa,” kata putra nagari Paninjauan Kec. X Koto Diatas ini. (h/ndi)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]