65 Persen Masjid Bersejarah Dipugar


Sabtu, 06 Februari 2016 - 03:49:31 WIB

KARIMUN, HALUAN—Sekitar 65 persen masjid bersejarah di Kabupaten Karimun telah berubah wujud dan bentuk. Masyarakat yang akan berwisata religi bakal kebingungan melihat bukti sejarah yang dapat dijadikan sebagai patokan.

Didalam buku Kha­za­nah Masjid Bersejarah di Bumi Berazam yang ten­tunya dapat dijadikan re­ferensi atau rujukan, disitu penulis menjelaskan letak-letak masjid yang dianggap bersejarah dan memiliki cerita sejarah Melayu.

“Masjid bersejarah yang belum berubah bentuk dan masih dapat kita jumpai ada di Desa Lubuk Kecamatan Kundur, namanya Masjid Nurrahman yang berdiri tahun 1945. Bangunan mas­jid ini masih berbentuk pa­pan meski sudah berlantai semen. Namun sampai seka­rang masih menyimpan ce­rita sejarah dan masih dapat dijumpai,” kata Irwanto, penulis buku Khazanah Mas­jid Bersejarah di Bumi Berazam, Rabu (3/2).

Sementara, masjid-mas­jid lainnya, kata Irwanto, kebanyakan sudah berubah bentuk bahkan ada yang 100 persen direhab total.

Ba­gaimana jika pengunjung akan melihat bangunan sa­lah satu masjid itu berse­jarah atau tidak, Irwanto mencontohkan jika struktur bangunannya terbuat dari beton maka akan ada merek Alexandria, kemudian atap genteng yang didatangkan dari Perancis.

Struktur bangunan mas­jid ini dapat di jumpai di Masjid Al-Aqsho Keca­ma­tan Moro, meski sudah di rehab namun sisa-sisa puing bersejarahnya masih ada dan dapat dibaca. Ke­mu­dian Masjid Al-Mubarak di Kecamatan Meral yang ma­sih dapat dijumpai meski sudah dipugar dan berubah bentuk beberapa persen.

Sedangkan yang masih hampir lengkap sesuai wu­jud aslinya adalah Masjid Raja Haji Abdul Ghani di Pulau Buru.

Ada lagi satu Masjid yang masih berkaitan dengan negara tetangga Singapura, yakni Masjid Baiturrahman di Desa Pe­narah Kecamatan Belat. Semua bahan bangunannya didatangkan dari Singapura pada tahun 1953.

“Kalau masjid tertua di Kundur biasanya orang tua-tua dulu mengatakan ada­nya di Desa Kobel Ke­ca­matan Kundur Barat ber­nama Masjid Nurul Iman yang berdiri tahun 1830. Disekitaran masjid terdapat makam penyebar agama Islam serta alim ulama yang dulunya sebagai pen­dak­wah,” tuturnya.

Sampai saat ini, masjid itu masih tetap aktif dan digunakan sebagai tempat beribadah. Makam-makam yang ada masih dapat di­jumpai di sekitaran Masjid. Tentunya sangat menarik untuk kita jelajahi sejarah penyebaran agama Islam di Kabupaten Karimun ini.

Ia pun mengatakan, da­hulu cerita penyebaran aga­ma Islam di Kabupaten Ka­rimun hampir sama dengan yang ada di Tanjungpinang. Dimana kedua-duanya sa­ma-sama bergelora dan se­mangat penyebaran agama Islam  betul-betul mem­bahana dari masjid ke mas­jid tepatnya pada abad ke 19.(gan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 12 Maret 2016 - 03:36:30 WIB
    Pemko Tanjung Pinang

    2016, Bantu 650 RTS

    TANJUNGPINANG, HALUAN—Pemerintah Ko­ta (Pemko) Tanjung­pinang melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Din­sosnaker) Kota Tan­jung­pinang akan melan­jutkan penyaluran bantuan kepada 650 rumah tangga sasaran (RTS) pada t.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]