Indeks Tendensi Konsumen di Sumbar Turun


Sabtu, 06 Februari 2016 - 03:51:42 WIB

Padang, Haluan — Ba­dan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, indeks tendensi konsumen Sumbar pada tri­wulan IV 2015 mencapai 99,10 atau turun di­ban­ding­kan triwulan sebelumnya yang mencapai 100,61.

“Artinya kondisi ekonomi konsumen di Sumbar turun dan kurang optimis dari tri­wulan sebelumnya,” kata Kepala BPS, Sumbar Dody Herlando di Padang, Jumat (5/2).

Ia menjelaskan, indeks ten­densi konsumen adalah in­dikator perkembangan eko­­nomi terkini yang diha­sil­kan BPS melalui survei ten­den­si konsumen yang meng­gam­barkan kondisi ekonomi kon­sumen pada triwulan ber­ja­lan.

Dalam melaksanakan sur­vei, kata Dody, dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi kon­su­men antar waktu.

Pelaksanaan survei dila­kukan di Kabupaten Agam, Kota Padang, Kota Solok dan Kota Bukittinggi dengan jum­lah sampel 28 blok sensus, ujar dia.

Ia menyampaikan, turun­nya indeks tendensi konsu­men disebabkan dua variabel pembentuk yaitu pengaruh inflasi terhadap total penge­luaran rumah tangga dan variabel volume atau frekuen­si konsumsi rumah tangga.

Sementara Indeks Ten­densi Konsumen Sumbar pada triwulan I 2016 di­per­kirakan sebesar 98,14 yang bermakna kondisi ekonomi masih mengalami penurunan dan tingkat optimistis kon­sumen diperkirakan juga tu­run dibandingkan triwulan IV 2015.

Ia mengatakan, indeks tendensi konsumen triwulan IV berada di bawah indeks nasional yang berada pada posisi 102,46 menempati urutan kedelapan diantara provinsi lain di Sumatera.

Sementara, Bank In­done­sia (BI) perwakilan Sumbar mencatat angka konsumsi rumah tangga di daerah itu pada triwulan III 2015 me­ning­kat mencapai 4,2 persen yang pada periode sebe­lum­nya hanya 4,1 persen.

“Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang per­tumbuhan Sumbar karena andilnya mencapai 52,4 per­sen terhadap total pendapatan domestik regional bruto (PD­RB),” kata Kepala Perwakilan BI Sumbar, Puji Atmoko.

Menurut dia membaiknya daya beli masyarakat seiring terjadinya deflasi sepanjang triwulan I 2015 mendorong penguatan konsumsi rumah tangga.

“Turunnya harga-harga barang dan jasa selama tiga bulan pertama di awal 2015 mendorong optimisme ma­sya­rakat terhadap pere­ko­nomian Sumbar,” ujarnya.

BI perwakilan Sumbar mencatat pertumbuhan kon­sumsi rumah tangga di wila­yah itu pada triwulan III 2015 turun dibandingkan triwulan sebelumnya karena rendahnya daya beli dan pendapatan masyarakat.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga Sumbar tri­wulan III 2015 4,3 persen, sementara pada triwulan II 2015 mencapai 4,4 persen.

Menurutnya, hal tersebut juga merupakan dampak dari melemahnya nilai tukar ru­piah serta rendahnya per­mintaan dunia terhadap ko­moditas Sumbar.

Ia melanjutkan, penu­ru­nan konsumsi tersebut ber­dampak signifikan terhadap perlambatan kinerja ekonomi Sumbar karena kontribusinya mencapai 51,6 persen ter­hadap pendapatan domestik bruto Sumbar.

Melemahnya konsumsi rumah tangga, kata Dody, tercermin dari menurunnya optimistis masyarakat ter­hadap kondisi perekonomian. (h/ans)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]