Selama 2015

204.126 Akte Kelahiran Diterbitkan


Sabtu, 06 Februari 2016 - 04:21:54 WIB

PADANG, HALUAN— Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Padang (Disdukcapil) selama tahun 2015 telah mengeluarkan sebanyak sebanyak 204.126 akte kelahiran.

“Pada umumnya masya­rakat mengurus dalam waktu 60 hari kelahiran,” ujar Kasi Pengolahan Data Evaluasi dan Pelaporan Disdukcapil Padang Syafrida pada Haluan, kemarin.

Adapun syarat untuk me­ng­urus akta kelahiran, setiap warga terlebih dahulu mem­perbaharui Kartu Keluarga (KK). Prosedurnya, membawa KK asli dan surat tanda kenal lahir lalu mengisi Form I-16 di kantor lurah tempat domisili.

“Form I-16 ini setelah ditandatangani pejabat ber­wenang di lurah, dibawa ke kantor camat untuk kemudian diterbitkan nomor induk ke­pendudukan (NIK) bagi ang­gota keluarga yang baru terse­but,” tambahnya.

Jika proses menerbitkan KK baru ini diproses petugas kantor camat, maka waktu penyelesaiannya selama 10 hari kerja. Jika warga me­ngurus sendiri ke kantor Dis­dukcapil, maka waktu pener­bitan KK baru ini selama 7 hari kerja.

Nantinya, petugas di loket penerbitan KK baru di Kantor Disdukcapil di Jl Sudirman, bekas gedung SMAN 1 Pa­dang lama, akan memberikan secarik kertas sebagai bukti pengambilan nanti.

“Begitu KK baru selesai, warga bisa langsung mengurus akta kelahiran sang anak de­ngan persyaratan sebagai be­rikut. Foto copy surat nikah/akta perkawinan orang tua (membawa asli).

Foto copy dan asli surat keterangan kelahiran dari dokter/bidan bersalin. Foto copy kartu keluarga (KK), foto copy KTP kedua orang tua,” terangnya lebih jauh.

Ditambahkannya lagi, bagi anggota keluarga yang telah menamatkan salah satu ting­kat pendidikan (SD/SMP/SMA) agar melampirkan foto copy ijazahnya.

Atau bagi PNS/ASN agar melampirkan foto copy SK pengangkatan sebagai CPNS. Surat kuasa bagi orang yang mewakili pengurusan tapi tidak tercantum dalam KK (bermaterai Rp6.000).

“Semua proses pengu­ru­san tidak dipungut biaya apa­pun alias gratis, kecuali karena kelalaian terlambat mengurus akta kelahiran melebihi 60 hari setelah kelahiran,” pung­kasnya.

Dikatakan dia lagi, selama ini yang terjadi, banyak pen­duduk baru mengurus do­kumen kependudukan ketika saat akan dibutuhkan, dalam waktu terdesak.

Lalu berbagai upaya dila­kukan agar kebutuhan untuk kepemilikan dokumen ter­penuhi. Terkadang malah permohonan belum bisa dila­yani disebabkan lantaran jari­ngan yang tidak koneksi, listrik mati.

“Maka pada saat terdesak itu pulalah muncul komplen kepada petugas, tingkat ke­puasan pelayanan tidak dira­sakannya, akibat terdesak dan terkendala. Cara ini kurang baik dilakukan masyarakat.

Padahal sebenarnya, akan lebih baik jauh hari diper­siapkan dokumen dasar ke­pendudukan.Agar kondisi tersebut tidak terjadi maka dihimbau kepada seluruh ma­syarakat uruslah segera do­kumen kependudukan sece­patnya.

Pelayanan dokumen ke­pen­dudukan dan pencatatan sipil gratis, kecuali terlambat, maka didenda sesuai Perwako No 88 tahun 2012. Jangan berurusan dengan calo, urus­lah dengan petugas yang telah ditunjuk, berpakaian Dinas.

“Kami tidak melayani ber­u­rusan dengan calo, kalau ada segera laporkan. Aparatur Sipil Negara hanya melayani masyarakat yang berurusan sesuai dengan kepentingan dan yang diuru­sinya,” tu­tupnya.(h/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]