PHK dan Restrukturisasi Campur Aduk


Sabtu, 06 Februari 2016 - 04:27:26 WIB

JAKARTA, HALUAN — Isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah perusa­haan makin santer. Namun Menteri Koordinator Pereko­nomian Darmin Nasution menganggap banyak pembe­ritaan yang mencampur­adu­kan antara berita perusahaan yang melakukan pemutusan hak kerja dan restrukturisasi perusahaan.

“Sebetulnya banyak di­cam­puradukkan semua di berita antara yang benar PHK dan restrukturisasi,” kata Darmin di kantornya, di Ja­karta, Jumat (5/2) kemarin.

Dalam situasi Cina yang melambatkan pertumbuhan ekonomi, menurut Darmin, wajar apabila Cina mela­kukan penjualan produk me­reka sebanyak-banyaknya. “Persaingan jadi tajam. Maka tidak heran ada perusahaan yang kalah bersaing.”

Darmin berujar, saat ini, ada beberapa perusahaan  yang melakukan restruk­turi­sasi. “Memang ada yang tutup, ada juga yang bertambah,” ucapnya.

Sebelumnya Deputi Koor­dinasi Perniagan dan Industri Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Eddy Putra Irawady mengatakan, PHK  yang terjadi adalah dampak perlambatan ekono­mi global yang membuat permintan ekspor dari Indo­nesia ke semua negara menu­run. “Penurunan permintaan menimbulkan berbagai risik­o,” katanya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Menurut Eddy, untuk me­ngatasai gelombang PHK, pemerintah mempercepat kegiatan lain untuk menyerap tenaga kerja. “Misalnya wira­usaha baru dan usaha kecil menengah per tahun bisa tum­buh di atas satu juta,” kata dia.

Kepala Badan Pusat Sta­tistik Suryamin memperhi­tungkan dengan asumsi jum­lah industri mikro kecil yang berjumlah 3,5 juta jauh lebih besar dari peru­sahaan besar yang jumlahnya hanya 24.000 usaha. “Artinya yang 3,5 juta itu kalau, satu usahanya me­nyerap tiga orang saja sudah 9 juta pekerja terserap,” kata Suryamin.

Suryamin mengatakan pemerintah terus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan penye­derhanaan serta pemberian insentif, salah satunya Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Menurut Suryamin, bila berhasil didorong, kekuatan UMKM mampu menyerap tenaga kerja dan akan men­jadi kompensasi pekerja yang diputus hak kerja oleh peru­sahaan. “Apakah (UMKM) bisa menyamai beberapa pe­ru­sahaan besar yang akan me-lay off, nanti kita lihat,” katanya.

Sementara itu, Pengelola Kawasan Industri Ter­inte­grasi MM2100 Cikarang Ja­wa Barat, Darwoto, menga­takan pekerja atau buruh harus membangun pemikiran lebih maju dengan juga me­mikirkan keberlangsungan perusahaan. Saat ini pemi­kiran buruh masih pada prin­sipnya, baru pada kenaikan gaji.

“Seharusnya punya prin­sip gaji naik, produknya naik. Tapi mereka (pekerja) lupa ada cost of money, bunga bank yang tinggi dibanding negara lain, dan pola konsumsi mas­yarakat yang meningkat,” kata Darwoto.

Menurut dia, esensi me­ngenai upah minimum saat ini menjadi melenceng ketika buruh menganggapnya seba­gai upah terendah. Darwoto men­contohkan kebutuhan hidup layak yang saat ini terdapat 60 item, buruh me­nuntut menjadi 84 item. “Ada nonton film, sampai minyak wangi, jadi sudah melenceng dari esensi.” 

Kenaikan gaji yang terjadi selama 5 tahun terakhir, menurut perhitungan Dar­woto, terjadi kenaikan ham­pir 100 persen. Income peru­sahan belum tentu mengalami kenaikan sebesar itu. “Inilah yang perlu pemahaman utuh, jangan hanya pikirkan gaji naik, tanpa memikirkan sus­tai­nable perusahaan,” ujarnya.

Darwoto berujar prinsip persaingan ada pada efisiensi masing-masing perusahaan. Ini diikuti dengan produk­tivitas tenaga kerja. “Perusa­haan yang punya produk­tivitas tinggi yang mampu bersaing,” katanya.

Menurut dia, dalam situa­si ekonomi yang melambat, upah pekerja tidak menga­lami kenaikan. “Seharusnya kalau kondisi saat ini, gaji tidak naik atau naik berkisar angka inflasi,” katanya. Inflasi tahun 2015 tercatat 3,35 persen.

Apabila perekonomian sudah membaik, kata Dar­woto, baru para pekerja dapat menuntut kenaikan. Jika kenaikan gaji terjadi saat perekonomian melambat, akibat ketidakseimbangan, membuat perusahaan harus melakukan efisiensi. “Itu hal biasa dalam bisnis, jualan cendol tidak laku, kita tutup ganti jualan yang lain.”

Di kawasan MM2100 Ci­karang, bahkan PHK terjadi karena pekerja melanggar aturan perusahaan. Di ka­wasan MM2100 saja, tidak kurang dari 300 di-PHK aki­bat demo dan ada di beberapa perusahaan manufaktur. “Ta­pi belum tentu seandainya saham diambil alih, atau merger, perusahaan bisa kem­bali normal,” ujar Darwoto.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penana­man Modal Franky Sibrani mengatakan akan mengirim surat kepada PT Panasonic Lighting dan PT Toshiba In­donesia terkait dengan aksi korporasinya. Kedua peru­sahaan asal Jepang ini akan merelokasi pabrik dan meru­mah­kan sejumlah karya­wannya.

Franky mengatakan isi surat tersebut akan berisi poin-poin yang dapat dilaku­kan pemerintah dalam rang­ka restrukturisasi. Kedua, menurut Franky, BKPM juga bisa memberikan usulan ter­kait dengan tenaga kerja.

Upaya ini, menurut Fran­ky, merupakan usaha untuk mempertahankan investasi yang telah ada. “Memper­tahankan existing itu bukan berarti pemerintah intervensi aksi korporasi,” kata Franky. (tmp/met)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 12 Juli 2020 - 07:45:43 WIB

    3 Oknum Pilot Tertangkap Nyabu, Dirut Garuda: Sanksi PHK Menanti

    3 Oknum Pilot Tertangkap Nyabu, Dirut Garuda: Sanksi PHK Menanti JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Maskapai penerbangan akan menindak tegas oknum pilot yang kedapatan menyalahgunakan narkoba. Hal ini dilakukan menyusul ada tiga oknum pilot yang tertangkap akibat mengonsumsi sabu. Ketiga pilot te.
  • Jumat, 26 Juni 2020 - 07:25:12 WIB

    Awas, Pekerjaan Ini Paling Rawan Terdampak Gelombang PHK

    Awas, Pekerjaan Ini Paling Rawan Terdampak Gelombang PHK HARIANHALUAN.COM - Ada dua sektor paling parah terkena dampak pandemi covid-19 yang dilihat dari jumlah tenaga kerja dirumahkan dan PHK. Sektor yang terparah adalah transportasi dan tekstil..
  • Selasa, 23 Juni 2020 - 21:28:00 WIB

    Seramnya Tsunami PHK, Kemiskinan Ekstrem, & Ancaman Resesi RI

    Seramnya Tsunami PHK, Kemiskinan Ekstrem, & Ancaman Resesi RI HARIANHALUAN.COM - Pandemi Virus Corona alias Covid-19 sudah melumpuhkan ekonomi dunia. Kontraksi parah terjadi bahkan menurut Bank Dunia terparah sejak Perang Dunia II..
  • Selasa, 23 Juni 2020 - 18:19:47 WIB

    Gojek Mau PHK Karyawan

    Gojek Mau PHK Karyawan HARIANHALUAN.COM - Perusahaan ride-hailing raksasa Asia Tenggara, Gojek berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Rencana itu akan diumumkan minggu ini..
  • Selasa, 16 Juni 2020 - 21:09:01 WIB

    Berikut Deretan Pesangon Buat Karyawan Grab yang Kena PHK

    Berikut Deretan Pesangon Buat Karyawan Grab yang Kena PHK HARIANHALUAN.COM - Meskipun terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 360 karyawannya, namun Grab memberikan pesangon dengan berbagai pilihan, mulai dari uang pesangon, hingga laptop kerja. Total pekerj.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]