Korban Keracunan Capai 276 Orang

Biaya Pengobatan Ditanggung Daerah


Sabtu, 06 Februari 2016 - 04:29:56 WIB

LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Hari keempat  pasca keracunan yang menimpa ratusan warga di Kecamatan Lareh Sago Halaban, seluruh korban yang dirawat di sejumlah rumah sakit sudah mulai membaik dan diperbolehkan pulang . Pada Jumat (5/2) kemarin, dari 276 korban, tinggal satu yang masih  dirawat di RSUD Adnan WD Payakumbuh.

“Kemarin total korban seba­nyak 272. Hari ini ber­tambah 4 orang jadi 276. Tetapi semua korban sudah diperbolehkan pulang. Ting­gal 1 korban yang ma­sih dirawat,”terang Ardel Kepala Dinas Kesehatan Kabu­paten Limapuluh Ko­ta pada Jumat (5/2) sore.

Dari seluruh korban ke­ra­­cu­nan,  mengalami mual dan keku­rangan cairan pas­ca me­nyantap makanan saat pesta di salah satu rumah warga di Nagari Balai Pan­jang, Kecamatan Lareh Sago Ha­laban pada Senin  (1/2) sore.

“Seluruh sampel makan saat pesta sudah dibawa oleh BPOM untuk di­perik­sa. Sampai saat ini, hasil peme­riksaan terhadap ma­ka­nan tersebut, belum keluar dan masih dalam penelitian BPOM,”terangnya.

Sampel makanan yang di­ambil tersebut, seperti gulai daging, tahu kecap dan gorengan telur. “Seluruh korban, kondisi­nya sudah membaik. Seluruh biaya pengobatan terhadap kor­ban keracunan ini, ditang­gung oleh Pemkab Kabu­paten Lima­puluh Kota,” ucap Ke­pala Dinas Kabu­paten Limapuluh Kota ter­sebut.

Meski korban sudah mem­­baik, tetapi Dinas Ke­se­hatan  Kabupaten Lima­puluh Kota te­rus memantau kondisi ratusan korban kera­cunan tersebut. “Kita harap, seluruh korban be­nar-benar pulih. Kita terus memantau kondisi korban ini,”ucapnya.

Kejadian keracunan ter­sebut, berawal dari santap warga terha­dap makan di salah satu rumah warga setempat pada Senin (1/2) lalu. Sehari setelah itu, tamu undangan yang turut me­nyantap makanan di kendu­ri salah seorang rumah war­ga tersebut, menga­lami mu­al dan muntah hingga pingsan.

Elis (55) yang merupa­kan salah seorang orang tua dari korban keracunan men­ceritakan, pada Senin (1/2) sore, anaknya bernama Fitri (19) menghadiri hajatan di rumah tetangga. Pada haja­tan adat  naiki rumah dan akikah tersebut, Fitri sem­pat mencicipi makanan di sana.

”Fitri ikut makan sam­bal daging, gorengan cam­pu­ran tahu tempe dan keri­pik ubi. Pada malamnya, Fitri mulai merasa­kan mual dan sakit perut,” terang Elis.

Keesokan paginya, kata Elis,  gejala keracunan yang dialami korban malah men­jadi-jadi. Fitri sempat pu­sing hingga merintih sakit perut. “Fitri sem­pat dilari­kan ke puskesmas. Tetapi tidak ada perubahan. Siang­nya Fitri dilarikan ke bidan yang ada di kampung. Tetapi tidak ada perubahannya.  Malahan sakit perut yang diderita semakin menjadi-menjadi. Hingga malam harinya , Fitri dilarikan ke RSUD Adnan WD Paya­kum­buh,”ucap orang tua korban.

 Fitri dirawat ke rumah sakit sekitar pukul 19.00 Wib pada Selasa (2/2) . Tak hanya Fitri, hal serupa juga dirasakan oleh sepu­punya bernama  Anggraini. Kor­ban mengalami kelelahan dan pusing setelah santap makanan di tempat hajat tetanganya itu.

Sementara Kapolres Pa­ya­­kumbuh AKBP Yuliani menje­laskan, masih me­nyelidiki pe­nyebab keracu­nan tersebut. “Sampel ma­ka­nan sudah kita ambil untuk diperiksa. Ini masih dalam penyelidikan,” te­rangnya. (h/ddg)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]