Dapat Proyek Strategis

Agam dan Bukittinggi Kerja Keras Bebaskan Lahan


Sabtu, 06 Februari 2016 - 04:35:25 WIB

BUKITTINGGI, HALUAN — Dua pemerintah daerah, Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi kecipratan proyek strategis yang nilainya sangat fantastis. Hanya saja, pelaksanaan proyek ini tak serta merta menjadi mudah, karena pemerintah dihadapkan pada fase ganti rugi tanah masyarakat yang kerap jadi batu sandungan.

Dari program yang telah disiapkan pemerintah provinsi, Kota Bukittinggi akan mendapatkan proyek terowongan Balingka dan jembatan Ngarai Sianok. Sementara di wilayah Agam, akan ada pelebaran jalan di Padang Luar, Kecamatan Banu Hampu.

Dari catatan Haluan, pengerjaan terowongan Sianok yang menghubungkan Balingka ke Batang Sianok , terganjal dengan masalah harga lahan yang terlalu tinggi dari dinilai tim appraisal. Padahal Pemprov Sumbar telah menganggarkan dana Rp60 miliar lebih untuk pembebasan lahan mega proyek tersebut.

Kepala Disprasjatarkim Sum­­bar Suprapto beberapa wak­tu lalu mengatakan, pengerjaan proyek terowongan Sianok masih terganjal mahalnya harga lahan dari masyarakat. Dimana masya­rakat mematok harga Rp300 ribu per meternya, sementara tim appraisal menakar harga diangka Rp30 ribu per meter.

Menanggapi ini, Walikota Bukittinggi terpilih, Ramlan Nurmatias, akan malakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak mempersulit proses pembebasan lahan untuk kelan­caran proyek tersebut. “Kita akan pelajari bagaimana prosesnya nanti, tapi untuk proyek ini kita di Bukittinggi akan siap,” kata Ramlan saat menerima kunju­ngan Haluan ke kediamannya Kamis (4/2) pagi.

Ia meyakini proyek ini akan berimbas positif terhadap eko­nomi masyarakat dan menjadi icon baru bagi Bukittinggi di sektor wisata. “Bisa dibayangkan nanti kalau proyek ini jadi, tentu yang merasakan dampaknya masyarakat. Apalagi nanti bisa terealisasi jembatan di Ngarai Sianok tentu akan menarik wisa­ta­wan ke Kota Bukittinggi ini,” terangnya di depan Pemred Ha­luan, Yon Erizon, Kepala Perwa­kilan Haluan di Bukittinggi, Yursil dan Kabag Iklan, Yunasbi.

Untuk dana awal pekerjaan terowongan Balingka - Sianok dikucurkan Rp 40 miliar. Total dana keseluruhan untuk mem­bangun terowongan dengan pan­jang 1 kilometer dan jalan 7 kilometer ini menelan biaya Rp2,5 triliun.

Pengerjaan proyek ini di­lakukan multiyears dan menjadi prioritas pemerintah di tahun ini. Anggaran proyek ini lang­sung dikuncurkan dari pusat melalui dana Anggaran Penda­patan dan Belanja Negara (APBN). Proyek ini merupakan lanjutan proyek yang telah diren­canakan tahun sebelumnya.

Pembangunan ini dimu­lai dari Balingka menuju Batang Sianok dan Batang Sianok mele­wati wilayah Kota Bukittinggi ke Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang dengan total pem­ba­ngunan jalan ditam­bah tero­wongan sepanjang 7 Km.

Sementara itu, Kabag Perta­nahan Sekretariat Daerah Kabu­paten Agam, Rahmad Lasmono mengatakan, terkait dengan pem­bebasan lahan untuk pelebaran jalan di Padang Luar Kecamatan Banu Hampu sudah dilakukan berulang kali pertemuan dengan masyarakat.

Dikatakannya, tentang pele­baran jalan di Padang Luar terkait dengan banyak hal. Selain dila­kukan pembebasan tanah masya­rakat, ganti rugi bangunan mas­yarakat yang terdiri dari rumah, kios toko dan sejenisnya, juga tidak lepas dari pemindahan Pasar Padang Luar. Selain itu di sana juga ada aset PT KAI. “ Kami sudah melakukan invetaris lahan, bangunan yang terkena, jumlah­nya mencapai ratusan,” katanya.

Sementara itu Asisten II Bidang Perekonomian dan Pem­ba­ngunan Setkab Agam, Isman Imaran, mengatakan, kebutuhan pelebaran jalan di kawasan Pa­dang Luar memang sangat diper­lukan. Ia juga meminta Camat, Wali nagari untuk beperan aktif dalam hal ini. “ Pihak keca­matan, maupun nagari adalah pemerintah yang lebih menge­tahui masyarakatnya. Sejauh ini perkebangannnya cukup baik,” katanya.(h/isr/yat)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]