Rekonstruksi Pembunuhan Anak Pemilik Toko Bangunan

17 Adegan Diperankan Tersangka


Sabtu, 06 Februari 2016 - 04:39:55 WIB
17 Adegan Diperankan Tersangka Mardiansyah Zaluhu (26) mengikuti rangkaian adegan pada rekonstruksi pembunuhan terhadap majikannya pada Selasa (19/1) lalu di Toko Bangunan Semarang Jaya, di Jalan Pemuda Kecamatan Padang Barat. (MUHAMMAD AIDIL)

PADANG, HALUAN – Proses rekonstruksi pembunuhan anak pemilik Toko Bangunan Semarang Jaya di Jalan Pemuda, Keca­matan Padang Barat, Jumat (5/2) sekitar pukul 10.00 WIB sempat menarik perhatian pengguna lalu lintas. Tak ingin ambil resiko, polisi menutup jalan di dua TKP, yakni di toko bangunan dan Pos Polisi Olo.

Untuk melakukan pengamanan, seba­nyak 20 personil Polri dari Polsekta Padang Barat ditempatkan agar proses reka ulang berjalan lancer, plus empat orang JPU (Jaksa Penuntut Umum).

“Ada 17 adegan yang dilakukan ter­sangka Mardiansyah Zaluhu (26). Satu persatu adegan di perankan langsung oleh tersangka dan sejumlah saksi, termasuk sejumlah polisi,” kata Kapolsekta Padang Barat, Kompol Sumintak kepada sejumlah awak media.

Mantan Kabag Ops Polres Sawahlunto ini juga menyebut reka ulang itu dilakukan untuk melengkapi berkas perkara ter­sangka. Dalam reka ulang tersebut, korban Rita Mulyap diperankan oleh salah seorang saksi.

“Saksinya merupakan pekerja di toko bangunan milik ayah korban. Dalam reka ulang ini, empat orang jaksa penuntut umum juga kami undang untuk menyaksikannya, termasuk pengacara tersangka,” ungkap Sumintak. Sementara itu, pengacara ter­sangka Mendrofa SH, me­ngata­kan, kliennya sangat jujur dan dalam kondisi stabil.

“Saya melihat klien saya da­lam keadaan stabil dan dia mela­kukan rekonstruksi seperti apa yang dilakukannya saat ia mem­bunuh majikannya,” katanya.

Tambahnya, ia sangat ber­harap kliennya bisa diberikan keringanan hukuman mengingat setelah ia melakukan aksinya tersebut, ia langsung menyerah­kan diri ke polisi.

“Saya melihat, bahwa yang bersangkutan bisa diberi keri­nganan oleh hakim. Melalui rekonstruksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dihadirkan, bisa melihat bahwa yang ber­sangkutan (Mardiansyah Zaluhu, red) langsung menyerahkan diri ke Pos Polisi yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Tentu kita bisa lihat nanti bagaimana per­kembangannya di pengadilan,” tuturnya.

Tersang­ka pembunuhan anak pengusaha Toko Bangunan Se­marang Jaya, Mardiansyah Zalu­hu (26), sebelumnya sempat buka suara kepada Haluan. Ia mengaku membunuh Rita Mulyap (26) Selasa (19/1) karena tak kuasa menahan uca­pan korban.

Kepada Haluan, dengan gam­blang ia menceritakan runut kejadian tersebut. Menurut ter­sangka, awalnya ia dimintai oleh Rita Mulyap (26), bosnya di tempat ia bekerja tersebut untuk memasukkan mobil ke dalam ruko. Namun ketika hendak me­ma­sukkan mobil ada motor yang terletak di dalam ruko tersebut.

Korban lalu meminta agar Mardiansyah juga menggeser motornya tersebut, tapi tak dilak­sanakan tersangka. Ia beralasan sedang lelah karena bekerja seharian.

“Saya memang tidak mengin­dahkan permintaan dia (Rita Mulyap, red) ketika dia meminta tolong kepada saya. Namun, setelah itu terlontar dari mulut­nya dengan kata-kata, ‘kamu ini memang kurang ajar yah’, begitu katanya bang. Kejadian ini terjadi pada Senin (18/1) malam, setelah itu saya langsung pergi untuk pulang. Saya masih sabar saat itu,” ungkapnya.

Lanjutnya, ketika keesokan harinya pada Selasa (19/1) ia masuk kembali kerja seperti biasanya. Ketika ia hendak me­minta uang makannya, Rita malah tidak memberikannya.

“Saya tanya alasannya apa, ia tidak bisa menjelaskan dengan jelas. Selain itu, ia masih me­ngatakan saya dengan sebutan kurang ajar. Sabar saya sudah habis pada saat itu. Akhirnya saya ambil sebilah pisau dalam tas yang selalu saya simpan untuk jaga-jaga. Setelah itu, saya lang­sung menusuk lengan dan le­hernya,” tuturnya.

Setelah menusuk Rita, kata Zaluhu lagi, ia sempat ingin dihajar oleh suami korban. Keja­dian ini tak sempat berlanjut setelah dilerai oleh seorang warga yang tidak kenalnya.

“Setelah itu saya menye­rahkan diri sendiri ke Pos Polisi yang tak jauh dari tempat saya bekerja dengan tangan masih berlumuran darah,” lanjutnya.

Ia mengakui, perbuatannya tersebut salah. Tapi dia tidak tahan dengan ucapan yang dilon­tarkan oleh majikannya tersebut dan ditambah dengan uang ma­kan yang tak kunjung dibayarkan.

“Sebenarnya bukan karena masa­lah gaji, namun lebih kepada uang makan sebesar Rp. 60 ribu yang tak dibayarkan oleh korban bang,” akuinya kepada Haluan. (h/mg-adl)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 13 Mei 2020 - 06:06:54 WIB

    17 Ribu Warga Padang Dapat BLT Kemensos, Penerima Diwajibkan Datang ke Pos

    17 Ribu Warga Padang Dapat BLT Kemensos, Penerima Diwajibkan Datang ke Pos Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) mulai dibagikan. Karena Kantor Pos Pusat Kota Padang sudah mengagendakan pembagian BLT sebesar Rp600 ribu kepada 17.303 warga di Kota Bingkuang. Jadi warga yang .
  • Selasa, 31 Desember 2019 - 23:54:08 WIB

    Tingkatkan Kinerja, Masuki Tahun 2020 Wako Padang Mahyeldi Lantik 172 Pejabat

    Tingkatkan Kinerja, Masuki Tahun 2020  Wako Padang  Mahyeldi  Lantik 172 Pejabat PADANG,HARIANHALUAN.COM-- Bertepatan di momen penghujung tahun 2019 menuju awal tahun baru 2020, Pemerintah Kota Padang melakukan penyegaran besar-besaran dengan melakukan pelantikan ke sejumlah pejabat untuk jabatan eselon I.
  • Kamis, 09 Agustus 2018 - 15:16:09 WIB

    617 PNS Pemko Padang Pensiun, Pengajuan 658 CPNS Masih Menunggu

    617 PNS Pemko Padang Pensiun, Pengajuan 658 CPNS Masih Menunggu PADANG, HARIANHALUAN.COM—Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengajukan permintaan 658 formasi umum Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tahun ini. .
  • Selasa, 02 Januari 2018 - 10:22:30 WIB

    Persentase Penyelesaian Kasus 2017 Lebih Rendah

    Persentase Penyelesaian Kasus 2017 Lebih Rendah PADANG, HARIANHALUAN.COM – Angka kejahatan di Padang sepanjang tahun 2017 menurun dibanding tahun sebelumnya. Hanya saja tingkat penyelesaian perkara yang masuk ke jajaran Polresta Padang justru lebih rendah dibanding tahun.
  • Rabu, 22 November 2017 - 04:02:08 WIB

    Bus Rebah Kuda di Bypass KM 17

    Bus Rebah Kuda di Bypass KM 17 PADANG, HALUAN--Sebuah bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) jurusan Padang-Pasaman mengalami rebah kuda dan terperosok ke dalam saluran air di Jalan Bypass KM 17, Padang, Selasa (21/11). Bus yang tengah melaju dari arah Pad.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]