Pengembang Perumahan di Sumbar Minta Kemudahan Pemda


Selasa, 09 Februari 2016 - 03:35:56 WIB

PADANG, HALUAN  — Ke­naikan jumlah penjualan pe­rumahan di sejumlah wilayah di Tanah Air merupakan sinyal positif pada awal 2016 bagi kebangkitan sektor pro­perti khususnya untuk pasar pe­rumahan di berbagai da­erah.

Terkait hal itu, sejumlah pengembang perumahan di Sumbar menginginkan ke­mudahan dari pihak pe­me­rintah, seperti perizinan dan sertifikat tanah.

Kepala Pemasaran PT Menara Ventura Utama, Zico Azazi berharap pemerintah daerah di Sumbar untuk mem­fasilitasi segala ke­bu­tuhan pengembang untuk mem­bangun perumahan. Fa­silitas tersebut seperti ke­mu­dahan mendapatkan Izin Men­dirikan Bangunan (IMB) dari dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) dan men­dapatkan sertifikat tanah dari Badan Pertahanan Nasional (BPN).

“Kendala yang kami ra­sakan selama ini adalah per­izinan. Kami pengembang swas­ta, membei tanah, mem­bangun rumah dan men­jual­nya kembali. Kami mem­butuhkan kemudahan itu. Padahal kami mendukung program pemerintah pusat untuk menyediakan peru­mahan bagi masyarakat. Jika program pemerintah pusat tak didukung oleh pemerintah daerah, program itu sulit ter­wujud di daerah,” sebutnya saat dihubungi Haluan di Padang, Senin (8/2) malam. PT Menara Ventura Utama adalah pengembang pe­ru­mahan cluster Menra Ventura Residance di kawasan Am­pang Kawali, Kota Padang.

Ia juga berharap kepada pihak bank di Sumbar untuk mempermudah masyarakat da­lam proses mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Hal yang sama dikatakan oleh Erick Irwan, Direktur Utama CV Irwan Askara, yang mengelola Perumahan Air Pacah Permai di Jalan Bandes Air Pacah di Kota Padang. Erick menuturkan, selama ini, birokrasi di pe­merintah daerah di Padang khususnya, agak sulit, ter­utama dalam hal perizinan seperti mendapatkan IMB. Sedangkan kendala yang di­hadapinya di BPN adalah pemecahan sertifikat. Ia ber­harap hal-hal demikian di­per­mudah selanjutnya.

Untuk pihak bank, sejauh ini ia tidak memiliki kendala. Hanya saja ia berharap, pihak bank di Sumbar mem­per­mudah proses KPR bagi ma­syarakat yang membeli rumah secara kredit.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda di Jakarta beberapa waktu lalu mengatakan, riset yang dila­kukan Indonesia Property Watch memperlihatkan nilai penjualan triwulan IV/2015 di Bodetabek-Banten me­nunjukkan kenaikan per­tum­buhan penjualan sebesar 16,6 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

ia mengakui bahwa per­tumbuhan tersebut belum dapat dipastikan sebagai pola yang berlanjut, namun paling tidak merupakan sinyal po­sitif untuk pasar perumahan.

Apalagi, dia me­ngi­ngat­kan bahwa secara tahunan angka penjualan untuk tri­wulan IV/2015 itu masih lebih rendah 10,87 persen dibandingkan dengan tri­wu­lan yang sama pada tahun sebelumnya.

Selain itu, ujar dia, pre­diksi yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch de­ngan analisis terhadap wilayah yang cukup berpotensi di wilayah Bekasi, terbukti naik­nya tingkat penjualan di wi­layah ini cukup signifikan men­capai 72,01 persen di­ban­dingkan triwulan sebelumnya.

Sedangkan untuk wilayah di sekitar Jakarta lainnya seperti Bogor mencatat per­tumbuhan 15,44 persen, lan­jutnya, se­dangkan Tangerang turun 8,52 persen. “Bekasi, Bogor, Depok diperkirakan akan memberikan kontribusi positif di tengah kenaikan harga yang sudah tinggi di wilayah Jakarta dan Ta­­nge­rang,” katanya.

Ia juga mengingatkan bah­wa proyek transportasi mas­sal publik seperti MRT dan LRT dinilai bakal membuat wilayah-wilayah tersebut me­miliki nilai tambah.

Sebelumnya, konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle (JLL) me­nya­takan tahun 2016 ini di­per­kirakan bakal merupakan kebangkitan optimisme bagi pelaku sektor properti, tetapi juga perlu disertai dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

“Minat para klien investor dan penghuni kami tetap ting­gi, dan kami memandang 2016 dengan penuh opti­mis­me disertai kewaspadaan,” kata Country Head JLL In­donesia, Todd Lauchlan. Menurut dia, tahun 2015 lalu untuk sektor properti di Indonesia dapat dinilai se­bagai tahun yang penuh tan­tangan, antara lain karena pertumbuhan ekonomi be­rada dibawah perkiraan.

Selain itu, lanjut dia, fak­tor lainnya adalah pergerakan rupiah yang bersama dengan mata uang lainnya melemah secara signifikan terhadap dólar AS, dan rendahnya harga komoditas me­nim­bul­kan kekhawatiran di Jakarta.

“Akan tetapi, pada tahun yang akan datang permintaan akan meningkat bagi pasar perkantoran dan residensial sementara bagi sektor ritel, diperkirakan tetap stabil,” ucapnya. (h/dib/ans)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 10 Maret 2020 - 10:24:11 WIB

    Kejar Target, Begini Jurus ESDM Dalam Pengembangan EBT

    Kejar Target, Begini Jurus ESDM Dalam Pengembangan EBT JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Kedutaan Besar Norwegia menyelenggarakan "Indonesia-Norwegia Renewable Energy Workshop 2020" yang berfokus untuk pengembangan Energi Baru .
  • Jumat, 14 Desember 2018 - 13:24:39 WIB

    Pengembangan Singkong di Padang Pariaman Terkendala Lahan

    Pengembangan Singkong di Padang Pariaman Terkendala Lahan PADANG, PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Luas panen ubi kayu di Kabupaten Padang Pariaman tercatat seluas 338 hektare, Batang Anai menjadi Kecamatan yang paling luas tanaman ubi kayu di antara 17 Kecamatan di Padang Pariaman. Me.
  • Sabtu, 21 Juli 2018 - 14:21:09 WIB

    OSO Dukung Pengembangan Gebu Minang Mart

    OSO Dukung Pengembangan Gebu Minang Mart PADANG, HARIANHALUAN.COM— Ketua DPP Gebu Minang Oesman Sapta Odang, mendukung rencana pengembangan Gebu Minang Mart yang digagas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gebu Minang Sumbar yang bekerja sama dengan Lembaga Ekonomi Umat..
  • Sabtu, 30 Juni 2018 - 17:33:15 WIB

    JNE Dorong Pengembangan UMKM di Sumatra Barat

    JNE Dorong Pengembangan UMKM di Sumatra Barat Sebagai perusahaan yang beroperasi di Sumatra Barat (Sumbar), JNE tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga berupaya mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. Perusahaan ekspedisi itu memiliki beberapa program untuk memb.
  • Jumat, 09 Februari 2018 - 13:57:10 WIB

    XL Axiata dan Sleekr Hadirkan Solusi Pengembangan Bisnis UKM

    XL Axiata dan Sleekr Hadirkan Solusi Pengembangan Bisnis UKM JAKARTA, HARIANHALUAN.COM--Jumlah pelaku usaha industri Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terus meningkat setiap tahunnya, berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, saat ini terdapat sekitar 59 juta UK.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]