Direktur Consumer Telkom Jelaskan Soal FUP di IndiHome


Selasa, 09 Februari 2016 - 03:40:00 WIB
Direktur Consumer Telkom Jelaskan Soal FUP di IndiHome

JAKARTA, Haluan —  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mulai 1 Februari 2016 lalu mene­rapkan skema Fair Usage Policy (FUP) bagi pelanggan Triple Play IndiHome.

IndiHome adalah layanan yang bertopang  pada infrastruktur Fiber To The Home (FTTH) agar pengguna mampu mena­warkan kecepatan akses internet hingga 100 Mbps, konten UseeTV yang sudah didukung gambar High Definition (HD), dan  gratis telepon dalam menit terten­tu untuk jangkauan lokal atau interlokal.

Telkom membagi paket FUP mulai 10 Mbps hingga 100 Mbps. Simulasinya, jika peng­guna IndiHome de­ngan paket 10 Mbps, kece­pa­tannya hanya mencapai 75 persen dari 10 Mbps jika meng­gunakan kuota in­ter­net lebih dari batas Fair Usage sebesar 300 GB. Se­andainya telah mencapai kuota internet melebihi 400 GB, akan men­dapatkan ke­ce­patan 40 persen dari 10 Mbps.

Direktur Consumer Tel­kom, Dian Rachmawan men­jelaskan, FUP adalah skema yang lumrah dite­rap­kan penyedia jasa internet untuk melindungi pelang­gannya.

“FUP merupakan kebi­jakan pemakaian yang me­lin­dungi pengguna yang wajar (normal user) dari pemanfaatan pemakaian berlebihan (tidak wajar) oleh pengguna berat (heavy user). Negara-negara lain seperti Amerika, Jepang, dan Malaysia, serta di operator di Indonesia telah menerapkan FUP,” tutur Dian kepada kepada Haluan, Senin (8/2).

Ia menerangkan, konsep FUP muncul karena adanya perilaku dari heavy user yang menyalahgunakan fasilitas unlimited yang diberikan untuk bisnis warnet atau unduh  film/games bajakan, sehingga pemakaian mereka menjadi tidak wajar dan ber­akibat mengganggu rasa ke­adilan bagi pengguna lain yang membayar dengan tarif sama.

“Bahkan ada juga pe­lang­gan yang menjual kem­bali layanan Internet ke tetangga-tetangganya,” ungkapnya.

Menurutnya, FUP yang disediakan Telkom melalui IndiHome sudah sangat leluasa untuk pemakaian rumah tangga.

Sebagai contoh, untuk layanan 10 Mbps, IndiHome memberikan fair usage 300 GB atau setara untuk me­nik­mati film kualitas SD selama 1800 jam atau ku­rang lebih 1200 film. Setelah itu kecepatan akses masih cukup bagus pada 7.5 Mbps.

“Dari hasil trial yang di­la­ku­kan, tidak ada pe­langgan yang komplain karena terkena FUP. Kalau ada yang komplain, ternyata yang melakukan resell seperti warnet dan mini operator tanpa lisensi. Kalau peng­gunaan wajar,  tidak perlu khawatir dengan batasan FUP ini karena sangat longgar dan hampir tidak pernah melampaui batasan FUP tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke­bi­jakan FUP juga tidak me­masung pelanggan m­e­nga­k­ses streaming video melalui internet. Streaming berbayar Video On Demand seperti iFlix, CatchPlay dan HOOQ di samping free streaming seperti YouTube, akan berada pada platform video UseeTV, dan menjadi partner content yang mem­perkaya UseeTV Indihome.

“Kalau untuk streaming, kami akan mewadahinya dalam platform Video OTT (Over-The-Top), sehingga sama sekali tak akan meng­gunakan batasan  FUP pelanggan. Saat ini Telkom se­dang mengembangkan plat­form hybrid OTT di samping eksisting IPTV. Layanan ini direncanakan akan diim­plementasikan pada semester kedua tahun ini,” pungkasnya. (h/dj-id)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 13 Juni 2020 - 11:57:47 WIB

    Urang Awak, Direktur BRI Syariah Berbagi Ilmu Secara Online

    Urang Awak, Direktur BRI Syariah Berbagi Ilmu Secara Online HARIANHALUAN.COM - Fidri Arnaldy Direktur Bisnis Ritel BRI Syariah menjadi nara sumber dalam webinar online memakai fasilitas zoom yang diselenggarakan oleh Sempurna Strategic Consulting dengan tema Kiat - Kiat Mempertahankan.
  • Ahad, 07 Juni 2020 - 08:17:43 WIB

    Tak Hanya Dialami Pelanggan Biasa, Direktur PLN Ini juga Mengaku Tagihan Listrik di Rumahnya Melonjak 100 Persen

    Tak Hanya Dialami Pelanggan Biasa, Direktur PLN Ini juga Mengaku Tagihan Listrik di Rumahnya Melonjak 100 Persen HARIANHALUAN.COM - Melonjaknya tagihan listrik ternyata tidak hanya dialami sejumlah pelanggan biasa. Hal ini pun dialami oleh salah satu direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). .
  • Jumat, 09 Februari 2018 - 13:45:55 WIB

    Direktur PLN Kunjungi Sumatera Barat

    Direktur PLN Kunjungi Sumatera Barat PADANG, HARIANHALUAN.COM – Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto, kembali berkunjung ke Sumatera Barat pada Kamis (08/2). Pada kunjungan kali ini, Wiluyo dijadwalkan mengikuti serangkaian k.
  • Sabtu, 09 April 2016 - 04:23:50 WIB

    Presiden Direktur JNE Menjadi Ketua Asperindo

    JAKARTA, HALUAN — Pre­siden Direktur JNE, Moha­mad Feriadi, terpilih menjadi Ketua Umum Asperindo (Aso­siasi Perusahaan Jasa Pe­ngi­riman Ekspres, Pos dan Lo­gistik Indonesia) masa jaba­tan 2016 – 2020, dalam pelak.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]