Liburan dan Imlek

Tingkat Hunian Hotel di Padang Capai 100 Persen


Selasa, 09 Februari 2016 - 03:40:27 WIB

PADANG, HALUAN — Libur sejak Sabtu (6/2) hingga Senin (8/2) yang bertepatan dengan Imlek ini, hotel di Padang, mulai dari hotel berbintang hingga penginapan kelas menengah, mencapai 100 persen.

Hasil pantauan Per­him­punan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) wilayah Sumbar, rentang libur tiga hari itu, tingkat hunian kamar hotel yang ada di Padang lebih dari 90 persen, bahkan banyak yang mencapai 100 persen. Hal itu berakibat pada ba­nyak­nya wisatawan yang sulit mencari kamar hotel yang kosong atau tidak mendapat kamar sama sekali.

Ketua PHRI Sumbar, Mau­­lana Yusran mengatakan, hal itu terjadi karena wisa­tawan domestik dari provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi, me­manfaatkan waktu libur untuk berlibur ke Pa­dang.

“Wisatawan paling banyak berlibur ke Padang adalah Riau. Oleh karena itu, tidak hanya hotel di Padang yang penuh. Hal yang sama juga terjadi di hotel yang ada di Bu­kittinggi dan Padang Pan­jang,” ujarnya saat dihubungi Haluan, Senin (8/2) malam.

Tingginya frekuensi ting­kat hunian hotel di Pa­dang, kata Maulana Yusran, berarti Pa­dang atau Sumbar pada umum­nya, masih menjadi daerah tujuan wisata yang diminati oleh wisatawan di Sumatera. 

Menurutnya, Sumbar dan Sumatera Utara merupakan dua provinsi yang objek wi­satanya paling diminati dan paling banyak dikunjungi di Pulau Sumatera. Namun de­mikian, sejumlah objek wi­sata di Sumbar, perlu di­benahi.

Terkait Tingginya fre­kuen­si tingkat hunian hotel di Padang selama libur tiga hari ini, menurut Maulana Yusran, tidak serta merta bisa menjadi tolak ukur bahwa Padang, membutuhkan banyak hotel dari jumlah yang ada se­karang.

Ia menjelaskan, hari libur, terutama libur panjang, me­mang menjadi momen mem­bahagiakan bagi pengusaha hotel karena hotel penuh. Akan tetapi, hotel tidak bisa hi­dup dengan hanya meng­gantungkan pada penuhnya kamar saat hari libur. Se­mentara data dari Badan Pu­sat Statistik (BPS) Sumbar menyatakan, bahwa tingkat hunian hotel masih 40 hingga 50 persen. Artinya, 50 persen kamar hotel masih kosong. Padahal, hotel membutuhkan biaya operasional setiap hari.

Berdasarkan data ter­se­but, kata Maulana Yusran, hotel di Padang atau Sumbar pada umumnya, tak bisa me­ngan­dalkan hari libur saja.

“Hotel membutuhkan ba­nyak iven, seperti iven pe­merintah dan perusahaan swas­ta yang besar. Business trip istilahnya. Sementara di Sum­bar, yang banyak adalah iven pemerintah, sementara pe­rusahaan swasta yang besar jumlahnya sedikit. Yang ba­nyak di Sumbar adalah pe­rusahaan BUMN. Iven-iven dari pemerintah seperti Tour de Singkarak (TdS) sangat di­butuhkan oleh hot­el,” tu­turnya.

Selain berharap pe­me­rintah daerah menggelar ba­nyak iven untuk men­da­tang­kan orang atau wisatawan ke Sumbar, Maulana Yusran juga berharap pemerintah daerah untuk mensinergikan jadwal iven tersebut dengan hari libur.

Ia berpendapat, apabila iven pemerintah bersamaan waktunya dengan hari libur, maka kamar hotel penuh dan banyak orang sulit me­n­da­pat­kan kamar hotel, bahkan ti­dak mendapatkan kamar sama sekali. Akhirnya, Pen­dapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini tidka mak­simal.

Pantauan Haluan di se­jumlah hotel dan penginapa di kawasan Ulak Karang pada Minggu (7/2), banyak wisa­tawan yang kesulitan men­dapatkan kamar karena se­mua hotel penuh. Sampai pukul 00.00 WIB, hotel di kawasan Ulak Karang seperti ION, Nabawi, Prima, Takana Juo, penuh semua. Akhirnya wisa­tawan mengeluh dan pergi mencari hotel lain. (h/dib)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]