Guru Nyabu, Guru Kencing Berlari


Selasa, 09 Februari 2016 - 03:53:34 WIB

Inilah prolema dan wajah pen­di­di­kan kita saat ini.  Seorang guru pada sa­­lah satu Sekolah Dasar (SD) di Ka­bu­paten Pesisir Selatan, Syafri (41) di­tang­kap anggota Satnarkoba Polresta Pa­dang, Minggu (7/2) sekitar pukul 22.15 WIB.  Diduga kuat warga Jalan Kapuk RT 04 RW 04 Kelurahan Kalumbuk Keca­ma­tan Kuranji Kota Padang itu pemakai dan pe­ngedar sabu-sabu .

Penangkapan dipimpin Kasat Res Narkoba Polresta Padang, Kompol Daeng Rahman dan berhasil mengamankan dua orang pelaku pengguna dan pengedar barang haram tersebut yang lainnya. Saat petugas menggeledah rumah tersangka, ditemukan  dua paket kecil sabu-sabu yang diselipkan di balik plastik bungkus rokok.

Berikutnya, Syafri dan rekannya Toni As­­­ri Jaya (46) warga Jalan Perdana Air Pa­­cah Nomor 3 RT 03 RW 01 Kelurahan Air Pa­­cah Kecamatan Koto Tangah juga ikut di­­gelandang ke Mapolresta Padang. Dari pe­la­ku, petugas juga menyita barang bukti (bb) be­­ru­pa dua paket sabu-sabu seharga Rp 1,5 ju­­­ta, satu set alat hisap sabu-sabu (bong), tu­­­juh unit korek api mencis, satu unit tele­pon genggam jenis Samsung, dua unit pipet yang diduga untuk alat hisap sabu-sabu, dan dua unit sendok sabu-sabu yang terbuat dari pi­­pet.

Tertangkapnya Syafril yang berprofesi se­bagai guru SD di Siguntur, Pessel meng­kon­firmasi kepada  kita bahwa yang menjadi kor­ban keganasan narkoba bisa siapa saja, tak terkecuali guru. Ketika seseorang men­coba-coba narkoba dalam hal ini sabu-sabu, ma­ka efek negatif dari barang haram itu akan menggelayutinya. Dia akan sangat ter­gantung dan susah lepas dari efek serta pe­nga­ruh buruk.

Problema yang terjadi pada Syafril, tidak ubahnya ibarat  guru kencing berdiri dan murid  kencing berlari. Jikalah perupam­pa­maan itu juga terjadi pada fakta penya­lah­gunaan narkoba oleh Syafril, tentu tidak dapat kita membayangkan pengaruh buruk seperti apa yang ditimbulkan pada si murid. Karena itu, tentu kita sangat sepakat bahwa perangai Syafril adalah wajah suram pen­didikan di ranah Minangkabau.

Sebagaimana diambil dari portal www.­halosehat­.­com  sabu – sabu merupakan salah satu jenis narkotika yang mungkin lebih mudah untuk dinikmati oleh para pecandu narkoba. Sabu – sabu sendiri berbentuk seperti Kristal, yang mana cara mengkonsumsinya dengan membakar kristal tersebut yang dibungkus alumunium dalam sebuah pipa, lalu menghisap uap hasil pembakaran melalui sebuah alat yang dinamakan bong. Kegiatan ini lebih sering disebut dengan istilah ‘ nyabu ‘.

Sabu–sabu dapat ‘dinikmati‘ beramai – ra­­mai, maupun sendirian. Hal ini disebab­kan karena bong yang digunakan untuk meng­­hisap dapat memiliki beberapa lu­bang, sehingga bisa digunakan beramai – ra­­mai, mirip seperti menghisap rokok shisha.

Sama seperti narkotika jenis lain, kegiatan nyabu ini memiliki banyak sekali efek yang dapat diperoleh. Tentunya efek yang sifatnya negatif. Efek ini sama seperti efek narkotika lainnya. Efek – efek tersebut dapat dilihat dari 3 dimensi umum, yaitu dimensi psikologis dan neurologis, dimensi kesehatan, dan dimensi sosial.

Ketika guru seperti Syafril yang tertang­kap karena terlibat dalam kasus sabu-sabu, ten­­tu saja penananganannya tidak sese­der­ha­na pelaku/tersangka dengan profesi lain. Per­lu pelacakan terhadap orang-orang di se­ki­tar Syafril, jangan-jangan ada guru lain yang juga terpapar oleh kebiasaan yang de­mikian. Bicara sanksi hukum, tentu perlu ki­ranya mendapat perhatian khusus pula da­ri majelis hakim. Bisa jadi hukuman maksimal akan berefek positif dan member efek jera. **

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 17 Juni 2020 - 07:58:32 WIB

    109 Tahun Perguruan Thawalib dalam Mencetak Tafaquh Fiddin

    109 Tahun Perguruan Thawalib dalam Mencetak Tafaquh Fiddin Mulanya adalah pengajian tradisional di Surau Jembatan Besi Padang Panjang di akhir abad 19. Pengajian surau yang sekarang dikenal sebagai Masjid Jembes, Masjid Jembatan Besi, para murid berkumpul mengelilingi guru nya. Tidak.
  • Jumat, 22 Juni 2018 - 01:13:18 WIB
    Selembar Uang Pemanggil Jamaah

    Kisah Bang Dul, Pakar Seksologi yang Memilih Jalan Sebagai Pengurus Masjid

    Kisah Bang Dul, Pakar Seksologi yang Memilih Jalan Sebagai Pengurus Masjid Kegusaran Bang Dul bukan karena iri atau tidak bahagia dengan dibangunnya masjid yang megah di sskitar pemukimannya, hanya saja ia takut masjid yang sudah lama dihidupkannya akan kehilangan jamaah dan menjadi bangunan tua yan.
  • Jumat, 09 Juni 2017 - 19:32:10 WIB

    Sikap Negatif Perguruan Tinggi terhadap Bahasa Indonesia

    Sikap Negatif Perguruan Tinggi terhadap Bahasa Indonesia Baru-baru ini Universitas Negeri Padang (UNP) menamai salah satu gedung barunya dengan bahasa Inggris, yakni RECTORATE AND RESEARCH CENTER. Kasus ini membuka ingatan saya terhadap fenomena sikap negatif perguruan tinggi terha.
  • Sabtu, 22 Oktober 2016 - 00:54:11 WIB

    Jam Kerja Guru

    Isu tentang guru selalu saja menarik untuk di­simak. Kali ini terkait dengan jam kerja guru. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy mewa­ca­nakan jam kerja guru 8 jam sehari atau 40 jam per minggu be.
  • Selasa, 30 Agustus 2016 - 04:02:00 WIB

    Tunjangan Profesi Guru yang Berkeadilan

    Ada dua syarat pokok bagi guru untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Pertama, lulus sertifikasi guru dan mem­peroleh sertifikat. Mereka disebut guru profesional. Kedua, mengajar 24 jam dalam satu minggu..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]