Banjir Kembali Landa Solok

Kerugian Capai Miliaran Rupiah


Selasa, 09 Februari 2016 - 04:11:23 WIB
Kerugian Capai Miliaran Rupiah Warga naik sampan mengitari sawah mereka terendam banjir. Hujan deras 3 hari belakangan ini, menyebabkan Kota Solok dan Kabupaten Solok terendam banjir. (ERI SATRI)

AROSUKA, HALUAN—Hujan berkepanjangan yang mengguyur daerah Solok sejak Jum’at (5/2) kemaren, membuat sejumlah sungai di daerah penghasil beras itu meluap. Setidaknya, sekitar 540  rumah yang didiami oleh  2.065 jiwa, serta ribuan hektar sawah dan lahan pertanian masyarakat di daerah itu terendam banjir musiman ini, Senin (8/2).

Dari data sementara dari Badan Penanggulangan Ben­­cana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok me­nye­butkan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.  Namun kerugian yang di­tim­bulkan ditaksir menca­pai ratusan juta hingga mi­liaran rupiah.

“Banyak lahan persa­wahan masyarakat yang akan mengalami gagal pa­nen, karena lahan yang te­rendam itu banyak yang telah masuk jadwal panen,” kata kepala  BPBD Kab. Solok H. Abdul Manan SH,MH.

Abdul Manan menye­butkan, musibah banjir ini telah terjadi sejak Sabtu (6/2) kemaren. Luapan sungai Batang  Gadih yang mem­belah Nagari Muara Panas Kec. Bukit Sundi telah me­rendam ratusan hektar dan puluhan rumah, sekolah dan fasilitas umum lainnya se­perti mushalla di jorong Galagah dan Balai Pinang, Nagari Muara Panas.

“Banjir musiman ini ju­ga menyebabkan sebuah proyek batu baronjong un­tuk dam penahan tebing sungai di Jorong Balai Pi­nang Nagari Muaro Paneh, hanyut diterjang air bah luapan banjir tersebut,” katanya.

Pada Sabtu dan Minggu, banjir mulai mulai surut. Namun akibat curah hujan yang tinggi dan tak henti-hentinya mengguyur daerah itu membuat sungai Batang Lembang dan Batang Su­mani ikut meluap pada Se­nin (8/2) dini hari. Luapan sungai yang membentang dari Nagari Koto Baru, Sa­layo, Kota Solok hingga ke Danau Singkarak ini, kem­bali merendam ratusan pe­mu­kiman warga yang bera­da di pinggir sepanjang ban­taran Batang Lembang itu.

Banjir susulan ini me­rendam 71 KK yang terdiri dari 328 jiwa di Nagari Koto Baru, 200 KK yang terdiri dari 586 jiwa di Nagari Salayo, dan 77 KK yang terdiri dari 315 jiwa di Na­gari Saok Laweh Kec. Ku­bung. Sementara di Kec. X Koto Singkarak, banjir kiri­man ini juga merendam 192 KK yang terdiri dari 836 jiwa yang berada di 9 jorong di Nagari Sumani.

Hingga berita ini ditu­runkan, pihak petugas Ba­dan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Kabu­paten Solok, sejak Sabtu dini hari hingga Senin (8/2), masih melakukan penda­taan dan evakuasi warga ke tempat yang aman. Meski tak separah bencana banjir yang melanda tahun lalu, namun dipastikan banjir tahunan ini berdampak ter­hadap rusaknya lahan per­tanian masyarakat serta jaringan irigasi pertanian.  

Terkait musibah ini, Ke­pala BPBD Kab. Solok H. Abdul Manan SH menye­butkan, pihaknya terus me­lakukan pemantauan terha­dap kemungkinan datang­nya banjir susulan.

“Seluruh petugas kita masih siaga 24 jam, kita tidak bisa memprediksi datangnya banjir susulan, karena saat ini hujan masih turun dengan intensitas ting­gi,” kata Abdul Manan.

Sedangkan untuk pena­nganan sementara terha­dap warga yang terkena musibah banjir, selain diberikan nasi bungkus, juga sebagian di­evakuasi ke lokasi yang lebih aman. Pihak BPBD dibantu oleh Camat, Kora­mil dan Polsek  bersama kelompok siaga bencana (KSB) yang ada di masing-masing kecamatan juga men­dirikan posko siaga bencana dan dapur umum di sejumlah titik  untuk me­nampung dan menyalurkan bantuan kepada warga.

Manan menambahkan, selain menyebabkan banjir, sejumlah daerah di Kab. Solok mengalami longsor, seperti di Kec. IX Koto Su­ngai Lasi, 1 rumah yang terdiri dari 2 KK /8 jiwa rusak parah di terjang tanah longsor. Bencana longsor ini juga membuat jalur lin­tas Nagari Tarung-tarung terputus. Se­lain itu di Nag­ari Koto Baru, 1 rumah yang dihuni oleh 6 jiwa juga rusak parah dihon­doh galodo.

Pihaknya meminta ke­pada masyarakat yang bera­da di kawasan  sepanjang bantaran sungai di daerah itu untuk selalu waspada dan mencari lokasi aman untuk menghindari ke­mung­­kinan terburuk.

“Kita telah meminta mas­yarakat untuk mencari lokasi aman,  untuk ber­diam sementara, seperti menumpang kerumah ke­luarga yang jauh dari lokasi pinggir sungai dan lereng bukit “ pungkasnya. 

Kota Solok Juga Direndam Banjir

Dari Kota Solok juga dilaporkan, hujan yang ber­langsung terus menerus sejak tiga hari  belakangan, menyebabkan empat su­ngai yang melintasi Kota Solok meluap. Akibatnya, 10 kelu­rahan dari 13 kelurahan di kota itu terendam banjir, dan satu kelurahan lainnya me­ngalami longsor.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sekitar 3.420 jiwa yang ber­domisili di Kecamtan Lu­buk Sikarah dan Kecamatan Tanjung  Harapan, tidak bisa tidur nyenyak sepanjang malam Mereka harus siaga dan berjibaku memin­dah­kan perabotan rumah tang­ga sejak dini hari hingga subuh.

Batang Lem­bang  yang berhulu di Gunung Talang dan bermuara di Danau Singkarak, menimbulkan banjir yang paling parah. Sungai yang membelah Ko­ta Solok ini merendam seba­gian besar rumah dan pulu­han hektar areal persawah yang berada di sepanjang aliran sungai.

Batang  Gawan juga me­luap dan menimbulkan banjir di Kelurahan Tanah Garam, terutama di daerah Sawah Tuwuo. Sementara Batang Sumo merendam areal persawahan dan rumah warga Kota Solok yang berada di perbatasan Kabupaten Solok.

Batang Sumo bermuara pke Batang Binguang. Ka­rena tak kuat menampung debit air Batang Sumo, Ba­tang Bi­nguang juga meluap dan me­nye­babkan banjir di Kelurahan Nan Balimo. (h/ndi/eri)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]