Puluhan Ribu Guru Honor Siap Kepung Istana


Selasa, 09 Februari 2016 - 04:21:55 WIB

PADANG, HALUAN —  Pu­luhan ribu guru honor se Indonesia bakal mendatangi Istana Negara, Rabu (10/2) mendesak pemerintah me­reali­sasikan janji terhadap mereka. Pada saat ber­sama­an, aksi ini juga diikuti aksi mogok di seluruh daerah guna memberikan warning kepada pemerintah karena kerap diberi harapan palsu dan diberlakukan lebih bu­ruk dari kuli.

Hal ini terungkap dalam Rakorwil Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FH­K2I) Sumbar yang dihadiri perwakilan 19 kabupaten/kota, anggota Komisi II DPR RI Arteria Dahlan, Wakil Ketua DPP FHK2I Andi Nurdiansyah, Ketua PGRI Sumbar Zainal Akil.

Rencana aksi ini, kata Ketua tim Investigas FH­K2I, Rianto Agung Subekti, pihaknya menargetkan akan diikuti 50 ribu perwakilan guru honor dari seluruh Indonesia. Tapi ternyata, jumlah ini membengkak dan angkanya sudah mencapai 68 ribu guru. Untuk per­wakilan Padang atau Sumbar, kata Rianto yang akrab dipanggil Bang Otong ini, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pihak terkait.

“Dalam aksi ini, harapan kami hanya satu.  Kami minta wewenang presiden agar tenaga honorer kategori 2 yang ber­jumlah 440 ribu ini, betul-betul layak dijadikan PNS tanpa tes dan tanpa uang suap. Selain itu, aksi ini didukung penuh oleh komisi II DPR RI dan Ombus­man. Dan jika permasalahan ini tidak juga diselesaikan, maka kami akan membawa ke mah­kamah Internasional,” tambah Otong.

Sebelumnya, sebut Otong lagi, aksi ini beranjak dari keke­ce­waan para guru honor yang banyak mendapat janji-janji dari pemerintah  Pihaknya juga men­duga Rekruitmen CPNS K2 ta­hun 2013 lalu juga penuh tanda tanya.”Kita bisa pastikan hal ini, sebab di beberapa wilayah itu kami temui penundaan hasil CPNS. Bahkan, ada yang ditunda sampai tujuh kali. Selain itu, kami juga menemui tidak trans­paran­nya hasil pengumuman hasil tes dan adanya bahasa bersayap yang mengatakan, hasil tes akan di­umumkan dalam waktu yang tidak terlalu  lama,”ungkapnya.

Sementara itu, penasehat guru Honorer Sumatera Barat Afrizal menilai apa yang dituntut oleh FHK2I sangat manuasiawi. Mereka bekerja untuk pe­me­rint­ah, namun apa yang mereka terima jauh dari UMP maupun UMR. “Coba bayangkan keseng­saraan mereka,” jelas Afrizal.

Sementara Zainal Akil se­bagai ketua PGRI Sumbar juga tidak mengerti keputasan pem­ba­talan pengankatan tenaga honorer K2. Padahal tiap harinya ada guru yang pensiun dan ke­ku­rang­an guru terjadi di setiap provinsi di Indonesia. Namun yang aneh­nya, MenPAN-RB Yuddy Chris­nandi malah membatalkan janji pe­nganng­katan tenaga honorer k2.

“Aksi ini merupakan ke­ke­cewan kami kepada Menteri Yuddy yang memberikan janji di hadapan Komisi II DPR RI yang akan mengangkat honorer K2. Tiba-tiba, di kemudian hari, janji itu dibatalkan. Kami juga me­minta kepada pak Presiden Jo­kowi untuk mencopot mentrinya yang tidak kredibel dan ber­kom­peten,” tegas Andi Nurdiansyah.

Sedangkan Anggota Komisi II DPR RI, Arteria Dahlan mengatakan baru kali ini ada menteri yang berjanji di hadapan angota dihadapan Komisi DPR, namun dalam kurang dalam waktu tiga bulan, janji itu d­i­tariknya kembali.

Arteria Dahlan juga menga­takan, Komisi II DPR RI selalu siap mendukung penuh FHK2I dalam memperjuangkan hak-haknya. “Kami sangat tidak se­pakat dengan perlakuan pe­merintah yang memperlakukan guru honorer lebih buruk dari­pada kuli. Buruh saja ada UMP-nya sedangkan guru honor tidak ada patokannya. Jika mengang­kat guru honor adalah beban, maka memperkerjakan guru ho­nor lebih buruk daripada kuli jelas melawan hukum,” tambah politisi dari PDI Perjuangan itu.

Arteria Dahlan juga meminta pemerintah untuk berpikir logis sampai tanggal 10 Febuari nanti.  “Kalau bisa jangan ditunggu sam­pai tanggal 10 nanti. Ini hanya soal kemanusian dan ke­ber­pihak­kan, bukan soal anggaran. Mo­hon­lah pak menteri berpikir keras dan berkomitmen dengan janji-janji­nya,” pungkas Arteria (h/mg-ysn)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]