Hadiri HPN 2016 di Lombok

Jokowi Kritik Media


Rabu, 10 Februari 2016 - 13:45:44 WIB
Jokowi Kritik Media HPN-Presiden Joko Widodo (tengah) disambut Gubernur NTB, M Zainul Majdi (kiri) dan Ketua Umum PWI Pusat Margiono (kanan) bersama Ketua Dewan Pers Bagir Manan saat tiba di lokasi acara Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kawasan KEK Mandalika Kuta, Pray

MATARAM,HALUAN— Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik media yang terjebak pada berita-berita sensasional yang dikhawatirkan dapat mengganggu masyarakat. "Bayangkan ada berita 'Indonesia diprediksi akan hancur'. Coba bayangkan, dan ini bukan kali pertama berita seperti ini," kata Jokowi dalam acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Pantai Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (9/2).

 

Menurut Jokowi, judul-judul berita sensasional seperti ini dapat memengaruhi masyarakat menjadi pesimistis. Ditambah dengan komentar pengamat-pengamat, berita tersebut pun akan semakin ramai. "Ada berita yang lebih besar lagi, 'Indonesia akan bangkrut, akan hancur', 'Rupiah pada kurs Rp 15.000, Jokowi-JK akan ambruk, akan ambyar'. Saya cuma baca saja lho, ya," kata Jokowi.

 

Menurut Presiden, jika judul-judul berita seperti ini diteruskan dalam era kompetisi seperti sekarang ini, yang akan muncul adalah pesimisme masyarakat, etos kerja yang tidak terbangun dengan baik, serta hal-hal yang tidak produktif.

 

"Padahal, itu hanyalah asumsi-asumsi, tetapi akan sangat memengaruhi karena kita tahu, moral pembentuk karakter mentalitas, moralitas, itu ada di media, ada di pers," kata Jokowi. (K98-14)

 

Media "Online"

 

Presiden Jokowi juga mengkritik media online yang kerap mengabaikan etika pemberitaan dan hanya mengutamakan kecepatan. "Kepatuhan kepada kode etik jurnalisme, kepada etika pemberitaan, itu sering dan banyak sekali diabaikan karena inginnya cepat," kata Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku selalu membaca media online, terutama saat perjalanan di mobil atau di dalam pesawat.

 

Menurut Jokowi, karena mengabaikan etika pemberitaan dan mengutamakan kecepatan, beberapa berita di media online menjadi tidak akurat. "Beritanya menjadi tidak berimbang. Beritanya campur aduk. Dicampuradukkan antara fakta dan opini dan kadang-kadang menghakimi seseorang. Itu menurut saya berbahaya sekali," kata Jokowi.

 

Ia berharap agar pers tetap dipercaya oleh publik sebagai pilar keempat demokrasi dan menghadirkan informasi yang jujur, akurat, obyektif, serta selalu memberikan tempat pada suara, pada pemikiran, dan pada gagasan terbaik masyarakat.

 

Kedatangan Presiden Joko Widodo di acara puncak HPN 2016 untuk menghadiri puncak peringatan HPN 2016 tersebut. Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana, Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti.Kedatangan Presiden di NTB disambut Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi di Bandara Internasional Lombok.


Presiden datang menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia 1. Di lokasi HPN, Presiden Joko Widodo disambut belasaan penari yang menampilkan Tari Pesona Lombok Sumbawa.

Penanggung Jawab Hari Pers Margiono mengatakan peserta HPN diikuti oleh wartawan, Dewan Pers, organisasi wartawan dan para pemilik media. Menurut dia, sejumlah wartawan media-media di ASEAN juga hadir pada acara HPN."Forum Pemred juga hadir," katanya. (h/dtc/kcm/rep)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]