Sempat Ngamuk di Persidangan

Keluarga Minta Terdakwa Dituntut Seumur Hidup


Kamis, 11 Februari 2016 - 12:27:24 WIB
Keluarga Minta Terdakwa Dituntut Seumur Hidup Sidang pembunuhan mantan istri yang dilakukan terdakwa Ilmul Khaer kembali ditunda. Terlihat, terdakwa hanya bisa terdiam saat keluarga korban menghujatnya di ruang persidangan Pengadilan Negeri Padang, Rabu (10/2). HELDI SATRIA

PADANG, HALUAN – Puluhan keluarga Dewi Yulia Sartika, korban pembunuhan oleh terdakwa Ilmul Khaer mengamuk di ruang sidang, Rabu (10/2). Sidang itu dipimpin majelis hakim yang diketuai Badrun Zaini dan beranggotakan hakim Sri Hartati dan hakim Yoseana Roslinda. Hal ini dipicu ketidakpuasan pihak keluarga atas proses persidangan yang mengagendakan pembacaan nota tuntutan kembali harus ditunda karena alasan tuntutan belum siap.
“Terdakwa harus dituntut dengan hukuman mati. Biarkan si pembunuh itu membusuk di dalam sel tahanan,” sebut Asrul Aziz, mamak korban yang diamini oleh Asril Aziz, ayah kandung korban, usai majelis hakim menunda kembali sidang pembunuhan terhadap mantan istri.

Peristiwa pembunuhan itu dilakukan oleh Ilmul Khaer, dosen pada salah satu Universitas Negeri terkemuka di Kota Padang.
Tidak hanya itu, umpatan, cacian dan makian terus berkumandang di Pengadilan Negeri Padang saat terdakwa hendak dibawa kembali ke Lapas Muaro Padang oleh polisi menggunakan mobil baracuda.
“Apa alasannya sidang yang bergendakan tuntutan ini kembali ditunda. Apa ada permainan dibalik penundaan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini,” beber Asrul Aziz lagi.
Keinginan keluarga yang meminta JPU memberikan tuntutan tertinggi pada terdakwa ini, lanjut mamak korban lagi, selain untuk memberikan ganjaran yang setimpal kepada pelaku, juga memberikan efek kepercayaan bagi masyarakat, bahwa hukum itu tidak bisa dipermainkan.

“Jaksa harus menjerat terdakwa dengan tuntutan maksimal seumur hidup,” tegasnya lagi.
Dalam kasus ini, dikatakan Asrul, sangat jelas terlihat unsur berencana yang dilakukan terdakwa. Pasalnya, satu hari menjelang terjadinya pembunuhan, terdakwa sempat mengirimkan video yang berisikan kata-kata perpisahan di media sosial miliknya. Dari situ sudah terlihat kalau terdakwa telah merencanakan perbuatannya.
“Video yang diunggah terdakwa ke akun media sosial miliknya sudah terlihat kalau dia memang sudah merencanakan perbuatan keji ini,” lanjut Asrul.
Selain itu, lanjutnya, harus ada pertimbangan hukum saat menuntut terdakwa, dimana terdakwa merupakan seorang yang mengerti hukum.

Dilain pihak, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Elvi Susanti Cs, dari Kejaksaan Negeri Padang, menyebut alasan minta penundaan sidang karena tuntutan belum siap.

“Isya Allah, hari Senin (15/2) sudah bisa kita bacakan di persidangan, sesuai dengan jadwal yang telah diberikan majelis hakim,” ungkap Jaksa Dewi.
Sementara itu, tim kuasa hukum terdakwa, Wilson Saputra Cs hanya berharap agar JPU bisa memberikan tuntutan sesuai fakta yang terungkap di persidangan.

“Dalam fakta persidangan sama sekali tidak terungkap unsur berencana yang dilakukan terdakwa. Saya harap JPU bisa jeli,” pungkas Wilson kepada Haluan.

Sebagaimana diketahui, terdakwa Ilmul Khaer diduga menghabisi nyawa mantan isterinya, Sabtu 4 April 2015, di Jalan Koto Marapak, Olo Ladang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Karena kehilangan akal mengetahui isterinya tewas, terdakwapun sempat membawa jasad korban hingga ke Provinsi Jambi.
Atas perbuatan terdakwa ini, JPU yang diketuai Dewi Elfi Susanti, mendakwa terdakwa dengan Pasal berlapis, yakni pasal 340, Pasal 338, Pasal 354 (2), serta Pasal 351 (3) KUHP. (h/hel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]