Di Kota Pariaman

Banyak Anak Miskin Bergizi Buruk


Jumat, 12 Februari 2016 - 03:56:50 WIB
Banyak Anak Miskin Bergizi Buruk

PARIAMAN, HALUAN — Pemerintah Kota Pariaman terus menekan angka kasus gizi buruk di daerahnya. Kasus gizi buruk mencapai 8,2% atau sebanyak 200 anak bayi di bawah usia dua tahun. Terbanyak mereka dari kekuarga miskin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Yutiardy Rivai menjawab Haluan, Kamis (11/1) menyatakan kasus gizi buruk banyak terjadi pada keluarga miskin atau Gakin dan kasus ter­sebut terbilang tinggi juga jumlahnya. Menurut Yutiar­dy, pe­nge­­­tahuansebagian pim­pinan rumah tangga ten­tang gizi masih kurang. Ada yang me­ngetahui tetapi tak te­realisasi secara maksimal da­lam penyajian menu da­lam keluarga.

Baca Juga : Maota Jalang Babuko Basamo Ketum HIPMI Sumbar: Ramadhan Mengispirasi Membuka Bisnis Baru

Yutiardy menjelaskan, makanan bergizi tidak se­lalu identik dengan har­ganya yang mahal. Pe­nge­tahuan tentang gizi sangat membantu dalam m­e­nya­jikan pola makan bergizi atau menu sehat di dalam keluarga.

Menekan kasus gizi bu­ruk terhadap Baduta, pe­me­rintah selalu mencanangkan kegiatan kegiatan yang be­ker­jsama dengan posyandu ser­ta sosialisasi kepada m­a­s­yarakat tentang tanaman murah bergiizi. Dan mem­berikan bantuan makanan tambahan kepada Baduta kurang gizi.

Baca Juga : Ajak Generasi Muda Berbisnis, Brian Putra Bastara Berbagi Trik jadi Entrepreneur Sukses

Disebutkan juga, angka gizi buruk sebesar 8,2% tersebut itu pada tahun 2015. Bila dibanding tahun sebelumnya, terjadi pe­nu­runan dari angka 9,3% men­jadi 8,2%. Kita berharap tahun 2016, kasus semakin merendah jumlahnya.

Sementara Walikota Pa­riaman, Mukhlis R terkait kasus gizi buruk pada Baduta di Kota Pariaman  menya­takan bahwa  pe­merintah terus berupaya untuk me­nekan kasus gizi buruk. “Me­lalui program-program ter­padu, kita giat­kan kegiatan posyandu dan mengajak para kader po­syan­du untuk selalu me­mantau kondisi baduta atau balita yang ada di wila­yah­nya ter­utama yang ber­kaitan dengan gizi buruk,” kata Wako usai acara pen­ca­na­ngan pem­berian PMP bagi baduta Gakin dan Balita Gizi Bu­ruk di Posyandu Kenanga kelurahan Jalan Kereta Api, Ke­­camatan Pariaman Te­ngah menjelaskan,

Baca Juga : Prakiraan Cuaca Sumbar 17-19 April, Simak Wilayah yang Diperkirakan Hujan

Kegiatan posyandu ha­rus dilaksanakan secara maksimal dan para ibu tidak perlu malu-malu untuk ke posyandu menimbang dan memeriksakan kesehatan balitanya, karena disini ada bidan yang bertanggung jawab tentang jalanya ke­giatan tersebut.

Dingatkan kepada orang tua baduta, agar selalu me­nomorsatukan kesehatan badutanya, makanan bergizi tidak selalu mahal, banyak makanan bergizi tinggi yang murah meriah, tentu kita ha­rus bisa mengolahnya men­jadi makanan. “Bila kader menemukan kasus gizi buruk pada baduta atau balita, segera laporkan ke di­nas kesehatan, biar di­tangani secara cepat. Untuk itu kerjasama pe­me­rintah dan orang tua dalam menanggulangi kasus gizi buruk terhadap baduta harus satu pandangan, sehingga kaus dapat ditekan se­mi­nimalnya. “Kita akan pantau melalui kegiatan TP PKK ke Desa dan kelurahan di Pa­riaman dalam nenekan kasus gizi buruk pada Baduta ini,” sebut Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny Reny Mukhlis. (h/tri)

Baca Juga : Wabup Pessel Resmikan Masjid Ar-Rahman Rawa Bubur Tapan

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]