Pembangunan Asrama Haji Ngadat


Sabtu, 13 Februari 2016 - 04:24:31 WIB
Pembangunan Asrama Haji Ngadat

PADANG, HALUAN — Pembangunan Asrama Haji di Padang Pariaman terhenti. Padahal, proses peletakan batu pertamanya sudah dilakukan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin perte­ngahan tahun lalu.

Tak ingin proses itu tinggal kenangan, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar berencana mengajukan kembali anggaran pemba­ngunan Asrama Haji di Padang Pariaman. Rencananya ditargetkan setengah dari seluruh biaya akan diajukan untuk dicair­kan pada 2017 nanti.

Baca Juga : Cara Mengatasi Bau Mulut, Banyak Minum Air Putih saat Berbuka

Humas Kemenag Sumbar Rifki kepada Haluan mengatakan, berhentinya kelangsu­ngan pembangunan Asrama Haji Padang Pariaman disebabkan tidak tersedianya anggaran. Namun, Kepala Kanwil Keme­nag Salman K telah membicarakan persoa­lan ini di hadapan anggota DPR RI di Jakarta agar pembangunan bisa segera dilanjutkan.

“Beberapa hari yang lalu Pak Kepala (Kakanwil Kemenag) sudah bertemu anggota DPR untuk membahas kelangsungan pemba­ngunan asrama. Total bia­ya yang dibutuhkan sekitar Rp700-800 miliar. Kami sudah ajukan angga­ran untuk dicairkan tahun depan (2017). Harapan­nya, setengah dari total itu bisa cair di awal 2017,” ucap Rifki, Kamis (11/2).

Baca Juga : Hadiri Wirid di Perumda AM Padang, Hendri Septa Ajak Tingkatkan Kepedulian

Dijelaskannya, Asrama Haji di Padang Pariaman merupakan asrama dengan kelengkapan fasilitas yang komplit, sehingga memang membutuhkan dana yang cukup besar.

“Dukungan masyarakat da­lam pembangunan ini sangat dibutuhkan. Kami berharap agar kita sama-sama berdoa agar asrama segera bisa dilanjutkan dan rampung dalam waktu yang tidak terlalu lama. Selain itu dukungan dari DPRD Sumbar juga sangat diperlukan. Karena kalau dilihat penganggaran oleh pemerintah sejauh ini, sekitar tahun 2020 baru bisa rampung,” katanya lagi.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

Sebelumnya diberitakan, pem­ba­ngu­nan Asrama Haji di Padang Pariaman yang semula ditargetkan tuntas 2017 men­datang baru rampung sekitar 20 persen. Pejabat Pembuat Komit­men (PPK) Pembangunan Asra­ma Haji di Padang Pariaman mengatakan sedang tidak ada pekerjaan fisik di lokasi, melain­kan hanya pemeliharaan yang dilakukan.

“Pembangunan Asrama Haji itu tidak menggunakan sistem tahun jamak, karena saat itu tidak tersedia program tersebut. Jadi anggarannya dialokasikan per tahun,” terang Efrizal.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

Tahun 2015, dianggarkan melalui APBN Rp100 miliar. Tetapi anggaran sebanyak itu tidak terserap seluruhnya se­ hingga sisanya kembali  lagi ke kas negara. Pasalnya waktu pe­ngerjaan yang terbatas, sehingga kontrak kerja yang ditan­data­ngani dengan kontraktor pelak­sana PT Ratu Karya dari Jakarta hanya untuk pekerjaan senilai Rp48 miliar.

Sementara pada 2016, hingga saat ini tidak terlihat alokasinya di DIPA Kementerian Agama RI. Pihaknya sudah mengusahakan ke pusat agar bisa diakomodir anggaran pembangunan asrama haji itu tahun ini. Sehingga target pekerjaan selesai 2017 bisa ter­wujud. (h/isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]